Sunday, 20 Jan 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI

Jumat, 18 Mei 2018 - 20:31:54 WIB - 405
Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


JAKARTA - Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) menyebutkan jumlah utang luar negeri (ULN) secara total tercatat US$ 358,7 miliar atau setara dengan Rp 5.021 triliun (kurs Rp 14.000). Tumbuh 8,7% melambat dibandingkan kuartal sebelumnya 10,4%.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan angka utang tersebut sebagian besar memiliki tenor atau jangka waktu menengah panjang.

"Utang ini juga sudah memenuhi aturan hedging atau lindung nilai. Jadi risiko nilai tukarnya sudah minim karena sudah dihedging," kata Dody dalam konferensi pers, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dia menambahkan, ada beberapa korporasi yang menarik utang itu memiliki hubungan dengan induk perusahaannya di luar negeri untuk membayar korporasi untuk kewajiban ULN valasnya.

Jumlah utang luar negeri Indonesia tercatat US$ 358,7 miliar. Komposisinya terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 184,7 miliar atau sekitar Rp 2.585 triliun. Kemudian untuk utang swasta tercatat US$ 174 miliar atau sebesar Rp 2.436 triliun.

Hingga akhir kuartal I 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 181,1 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar US$ 124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar US$ 56,3 miliar.

ULN Pemerintah pada akhir triwulan I 2018 meningkat US$ 3,8 miliar dari kuartal sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama bersumber dari penerbitan Global Sukuk sebesar US$ 3 miliar, yang di dalamnya termasuk dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai US$ 1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada kuartal I 2018. Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating and Investment (R&I) pada tanggal 7 Maret 2018. (dt)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,internasional,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Bupati Pasaman: Peresmian Kantor Wali Nagari Bukan Hanya Seremonial Tanpa Makna

Bupati Pasaman: Peresmian Kantor Wali Nagari Bukan Hanya Seremonial Tanpa Makna

PASAMAN - Bupati Pasaman Yusuf Lubis, sangat mengapresiasi atas pembangunan kantor baru Nagari Padang Mentinggi dan...

Satpol PP Kota Padang Tertibkan PKL yang Menggunakan Fasilitas Umum

Satpol PP Kota Padang Tertibkan PKL yang Menggunakan Fasilitas Umum

PADANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang kembali melakukan Penertiban terhadap lapak Pedagang Kaki...

Inilah Program Baru Yang Diluncurkan Komunitas Seni Nan Tumpah Padang Pariaman

Inilah Program Baru Yang Diluncurkan Komunitas Seni Nan Tumpah Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN -Mengawali program kerja tahun 2019, Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) meluncurkan sebuah program baru...

Tutup Masa Sidang III 2018, DPRD Padang Tetapkan 23 Ranperda Akan Dibahas

Tutup Masa Sidang III 2018, DPRD Padang Tetapkan 23 Ranperda Akan Dibahas

PARIWARA DPRD KOTA PADANG -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar Rapat Paripurna Penutupan Masa...

Disdukcapil Padang Pariaman Adakan Perekaman e-KTP Bagi Warga Binaan

Disdukcapil Padang Pariaman Adakan Perekaman e-KTP Bagi Warga Binaan

PADANG PARIAMAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media