Wednesday, 23 May 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI

Jumat, 18 Mei 2018 - 20:31:54 WIB - 120
Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


Pilwako Kota Padang 2018

JAKARTA - Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) menyebutkan jumlah utang luar negeri (ULN) secara total tercatat US$ 358,7 miliar atau setara dengan Rp 5.021 triliun (kurs Rp 14.000). Tumbuh 8,7% melambat dibandingkan kuartal sebelumnya 10,4%.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan angka utang tersebut sebagian besar memiliki tenor atau jangka waktu menengah panjang.

"Utang ini juga sudah memenuhi aturan hedging atau lindung nilai. Jadi risiko nilai tukarnya sudah minim karena sudah dihedging," kata Dody dalam konferensi pers, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dia menambahkan, ada beberapa korporasi yang menarik utang itu memiliki hubungan dengan induk perusahaannya di luar negeri untuk membayar korporasi untuk kewajiban ULN valasnya.

Jumlah utang luar negeri Indonesia tercatat US$ 358,7 miliar. Komposisinya terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 184,7 miliar atau sekitar Rp 2.585 triliun. Kemudian untuk utang swasta tercatat US$ 174 miliar atau sebesar Rp 2.436 triliun.

Hingga akhir kuartal I 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 181,1 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar US$ 124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar US$ 56,3 miliar.

ULN Pemerintah pada akhir triwulan I 2018 meningkat US$ 3,8 miliar dari kuartal sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama bersumber dari penerbitan Global Sukuk sebesar US$ 3 miliar, yang di dalamnya termasuk dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai US$ 1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada kuartal I 2018. Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating and Investment (R&I) pada tanggal 7 Maret 2018. (dt)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,internasional,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim di Malaysia, Ada Apa?

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim di Malaysia, Ada Apa?

KUALA LUMPUR - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Selasa malam (22/5), mengunjungi Ketua Umum Partai...

UMSB Gelar FGD tentang Islam Wasathiyah bersama PWM Sumbar dan ICCORA Foundation

UMSB Gelar FGD tentang Islam Wasathiyah bersama PWM Sumbar dan ICCORA Foundation

PADANG - Universitas Muhammadiyah Sumbar (UMSB) menggelar Forum Group Discusion tentang Islam Wasathiyah dengan...

Gugatan Ditolak PTUN, Ini Kata Pengacara HTI Yusril Ihza Mahendra

Gugatan Ditolak PTUN, Ini Kata Pengacara HTI Yusril Ihza Mahendra

NASIONAL - Pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, perkara gugatan HTI terhadap...

Pengesahan RUU Terorisme Dinilai Lambat, Ketua DPR Akhirnya Angkat Bicara

Pengesahan RUU Terorisme Dinilai Lambat, Ketua DPR Akhirnya Angkat Bicara

JAKARTA - Beberapa pihak menyoroti lamanya perampungan revisi UU Antiterorisme yang sedang berproses di DPR. Ketua DPR...

Sikap MUI Sumbar Terhadap Serangan Bom Di Gereja Surabaya

Sikap MUI Sumbar Terhadap Serangan Bom Di Gereja Surabaya

PADANG - Teror bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Ahad (13/5), turut menjadi perhatian Majelis Ulama...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
minangkabaunews social media