Wednesday, 17 Oct 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI

Jumat, 18 Mei 2018 - 20:31:54 WIB - 312
Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


JAKARTA - Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) menyebutkan jumlah utang luar negeri (ULN) secara total tercatat US$ 358,7 miliar atau setara dengan Rp 5.021 triliun (kurs Rp 14.000). Tumbuh 8,7% melambat dibandingkan kuartal sebelumnya 10,4%.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan angka utang tersebut sebagian besar memiliki tenor atau jangka waktu menengah panjang.

"Utang ini juga sudah memenuhi aturan hedging atau lindung nilai. Jadi risiko nilai tukarnya sudah minim karena sudah dihedging," kata Dody dalam konferensi pers, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dia menambahkan, ada beberapa korporasi yang menarik utang itu memiliki hubungan dengan induk perusahaannya di luar negeri untuk membayar korporasi untuk kewajiban ULN valasnya.

Jumlah utang luar negeri Indonesia tercatat US$ 358,7 miliar. Komposisinya terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 184,7 miliar atau sekitar Rp 2.585 triliun. Kemudian untuk utang swasta tercatat US$ 174 miliar atau sebesar Rp 2.436 triliun.

Hingga akhir kuartal I 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 181,1 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar US$ 124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar US$ 56,3 miliar.

ULN Pemerintah pada akhir triwulan I 2018 meningkat US$ 3,8 miliar dari kuartal sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama bersumber dari penerbitan Global Sukuk sebesar US$ 3 miliar, yang di dalamnya termasuk dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai US$ 1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada kuartal I 2018. Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating and Investment (R&I) pada tanggal 7 Maret 2018. (dt)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,internasional,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Satu Keluarga Korban Banjir Bandang Tanjung Bonai Dimakamkan dalam Satu Liang

Satu Keluarga Korban Banjir Bandang Tanjung Bonai Dimakamkan dalam Satu Liang

TANAH DATAR - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara menimbulkan luka...

Sumbangan Rendang 1 Ton dari Sumbar Diisukan Cuma untuk Pejabat Sulteng, Begini Kata BNPB

Sumbangan Rendang 1 Ton dari Sumbar Diisukan Cuma untuk Pejabat Sulteng, Begini Kata BNPB

PALU - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengirim 1 ton rendang ke wilayah terdampak gempa dan tsunami di...

Kewajiban 36 Jam Mengajar dan Nasib Honorer, Anggota DPRD Sumbar Ini Sambangi Guru di Padang

Kewajiban 36 Jam Mengajar dan Nasib Honorer, Anggota DPRD Sumbar Ini Sambangi Guru di Padang

PADANG -- Anggota DPRD Sumbar H. Apris Komisi V bidang pendidikan mendatangi SMA 13 Koto Tangah, Padang, Sumbar belum...

Rumah Ratna Sarumpaet Geledah, Polisi Sita Satu Koper

Rumah Ratna Sarumpaet Geledah, Polisi Sita Satu Koper

POLITIK - Polisi menggeledah kediaman tersangka penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet di Jalan Kampung Melayu Kecil Nomor 5,...

Rayakan Haornas, Dispora Pariaman Akan Gelar Lomba Lari 10 K

Rayakan Haornas, Dispora Pariaman Akan Gelar Lomba Lari 10 K

PARIAMAN --Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman kembali akan mengadakan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media