Monday, 20 Aug 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI

Jumat, 18 Mei 2018 - 20:31:54 WIB - 282
Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


JAKARTA - Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) menyebutkan jumlah utang luar negeri (ULN) secara total tercatat US$ 358,7 miliar atau setara dengan Rp 5.021 triliun (kurs Rp 14.000). Tumbuh 8,7% melambat dibandingkan kuartal sebelumnya 10,4%.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan angka utang tersebut sebagian besar memiliki tenor atau jangka waktu menengah panjang.

"Utang ini juga sudah memenuhi aturan hedging atau lindung nilai. Jadi risiko nilai tukarnya sudah minim karena sudah dihedging," kata Dody dalam konferensi pers, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dia menambahkan, ada beberapa korporasi yang menarik utang itu memiliki hubungan dengan induk perusahaannya di luar negeri untuk membayar korporasi untuk kewajiban ULN valasnya.

Jumlah utang luar negeri Indonesia tercatat US$ 358,7 miliar. Komposisinya terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 184,7 miliar atau sekitar Rp 2.585 triliun. Kemudian untuk utang swasta tercatat US$ 174 miliar atau sebesar Rp 2.436 triliun.

Hingga akhir kuartal I 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 181,1 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar US$ 124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar US$ 56,3 miliar.

ULN Pemerintah pada akhir triwulan I 2018 meningkat US$ 3,8 miliar dari kuartal sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama bersumber dari penerbitan Global Sukuk sebesar US$ 3 miliar, yang di dalamnya termasuk dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai US$ 1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada kuartal I 2018. Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating and Investment (R&I) pada tanggal 7 Maret 2018. (dt)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,internasional,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

DPR Minta Kemendikbud Masukkan Pendidikan Mitigasi Bencana ke Kurikulum

DPR Minta Kemendikbud Masukkan Pendidikan Mitigasi Bencana ke Kurikulum

JAKARTA - Hingga hari ini jumlah korban akibat bencana gempa bumi di Lombok terus bertambah. Data terakhir yang...

Breaking News: Gempa Laut 7,0 SR Guncang Lombok Utara, Berpotensi Tsunami

Breaking News: Gempa Laut 7,0 SR Guncang Lombok Utara, Berpotensi Tsunami

LOMBOK UTARA - Gempa bumi berkekuatan 7,0 pada skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

TMMD ke-102 Pasbar Resmi Ditutup, Ini Pesan Bupati Syahiran

TMMD ke-102 Pasbar Resmi Ditutup, Ini Pesan Bupati Syahiran

PASAMAN BARAT - Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 Pasaman Barat (Pasbar) yang dibuka secara resmi oleh...

Kajian Konsep Islam Nusantara Dijadikan Subtema 1, BIC III IAIN Batusangkar, Ini Penjelasan Panitia

Kajian Konsep Islam Nusantara Dijadikan Subtema 1, BIC III IAIN Batusangkar, Ini Penjelasan Panitia

TANAH DATAR - Beredarnya pro kontra penyelenggaraan BATUSANGKAR INTERNASIONAL CONFRENCE III (BIC-3) IAIN Batusangkar...

Sebanyak 229 Napi Lapas Karan Aur Pariaman Terima Remisi HUT RI

Sebanyak 229 Napi Lapas Karan Aur Pariaman Terima Remisi HUT RI

PARIAMAN - Sebanyak 229 orang Napi (Narapidana) Lapas Kelas II B Karan Aur Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar)...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media