Friday, 24 May 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI

Jumat, 18 Mei 2018 - 20:31:54 WIB - 527
Kenapa Utang Luar Negeri Indonesia Bisa Tembus Rp 5.000 Triliun? Ini Penjelasan BI
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


JAKARTA - Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) menyebutkan jumlah utang luar negeri (ULN) secara total tercatat US$ 358,7 miliar atau setara dengan Rp 5.021 triliun (kurs Rp 14.000). Tumbuh 8,7% melambat dibandingkan kuartal sebelumnya 10,4%.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan angka utang tersebut sebagian besar memiliki tenor atau jangka waktu menengah panjang.

"Utang ini juga sudah memenuhi aturan hedging atau lindung nilai. Jadi risiko nilai tukarnya sudah minim karena sudah dihedging," kata Dody dalam konferensi pers, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dia menambahkan, ada beberapa korporasi yang menarik utang itu memiliki hubungan dengan induk perusahaannya di luar negeri untuk membayar korporasi untuk kewajiban ULN valasnya.

Jumlah utang luar negeri Indonesia tercatat US$ 358,7 miliar. Komposisinya terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 184,7 miliar atau sekitar Rp 2.585 triliun. Kemudian untuk utang swasta tercatat US$ 174 miliar atau sebesar Rp 2.436 triliun.

Hingga akhir kuartal I 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 181,1 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar US$ 124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar US$ 56,3 miliar.

ULN Pemerintah pada akhir triwulan I 2018 meningkat US$ 3,8 miliar dari kuartal sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama bersumber dari penerbitan Global Sukuk sebesar US$ 3 miliar, yang di dalamnya termasuk dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai US$ 1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada kuartal I 2018. Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating and Investment (R&I) pada tanggal 7 Maret 2018. (dt)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,internasional,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Masjid di Padang Dipenuhi Jamaah Shalat Tarawih Pertama

Masjid di Padang Dipenuhi Jamaah Shalat Tarawih Pertama

PADANG -- Malam pertama salat tarawih di sejumlah Masjid di Kota Padang membludak dipenuhi jemaah Minggu malam...

Kembangkan Pasar Bekonsep Modern, Pemko Padang akan Bangun Dua Hotel

Kembangkan Pasar Bekonsep Modern, Pemko Padang akan Bangun Dua Hotel

PADANG -- Pemko Padang akan membangun dua unit hotel di Pasar Raya Padang. Hal ini sejalan dengan pembangunan Padang...

Satpol PP Padang Sidak Rumah Makan Buka Siang Hari, Inilah Temuannya

Satpol PP Padang Sidak Rumah Makan Buka Siang Hari, Inilah Temuannya

...

Satres Narkoba Tanah Datar Ciduk Seorang Pemuda Pengedar Sabu

Satres Narkoba Tanah Datar Ciduk Seorang Pemuda Pengedar Sabu

TANAH DATAR -- Lagi-lagi SatRes Narkoba Polres Tanah Datar yang dipimpin lansung oleh AKBP Bayuaji Yudha Prajas, SH...

DPKP Kabupaten Kepulauan Mentawai Akan Bangun 40 Unit Rumah Khusus Nelayan

DPKP Kabupaten Kepulauan Mentawai Akan Bangun 40 Unit Rumah Khusus Nelayan

MENTAWAI - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Kepulauan Mentawai akan memfasilitasi pekerjaan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media