Sunday, 24 Jun 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Berpenduduk Muslim Terbesar di Dunia, Mampukah Indonesia Menggarap Wisata Halal?

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:58:55 WIB - 449
Berpenduduk Muslim Terbesar di Dunia, Mampukah Indonesia Menggarap Wisata Halal?
Ilustrasi wisata hahal Indonesia (Foto: Dok. Istimewa)


Pilwako Kota Padang 2018

Oleh: Abdullah Amrin

Saat ini ekonomi syariah mempunyai peranan penting dalam ekonomi global yang ditandai dengan adanya peningkatan secara signifikan terhadap tujuh sektor ekonomi Islam, yaitu : kuliner , keuangan Islam, industri asuransi, fashion, kosmetik dan farmasi, hiburan, dan pariwisata.

Ketujuh sektor tersebut mengusung konsep halal dalam setiap produk atau jasanya. Pertumbuhan pasar muslim global ditopang dengan pertumbuhan demografi pasar muslim muda berjumlah besar, pertumbuhan ekonomi negara mayoritas muslim, tumbuh kesadaran nilai dan gaya hidup Islam untuk bermuamalah /bertransaksi secara Islam. Terjadi pertumbuhan transaksi perdagangan antara negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI), banyak perusahaan multinasional yang berpartisipasi, adanya dukungan teknologi serta kemudahan keterhubungan/konektivitas antar negara.

Evolusi industri halal saat ini tidak hanya pada bidang produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika yang tidak mengandung unsur alkohol atau mengandung unsur babi, darah dan bangkai.

Namun saat ini evolusi halal juga meliputi jasa keuangan, seperti : perbankan, finance, pegadaian dan asuransi hingga ke produk lifestyle, seperti travel, hospitalitas, rekreasi, fashion dan perawatan kesehatan.

Pertumbuhan yang cukup signifikan juga terjadi pada produk lifestyle sektor pariwisata halal, dari yang bersifat konvensional mengarah pada pemenuhan gaya hidup atau lifestyle. Trend wisata syariah saat ini menjadi kekuatan pariwisata dunia yang berkembang pesat.

Istilah wisata syariah memiliki padanan arti yang sama dengan Islamic Tourism, Halal Friendly Tourism Destination, Halal Travel, Muslim-Friendly Travel Destinations, halal lifestyle, dan lain-lain.

Pariwisata Halal merupakan inovasi dalam mengembangkan pariwisata Indonesia yang menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai Islami. Selama ini masyarakat mengetahui wisata syariah dalam bentuk ziarah atau wisata ke kuburan ataupun ke masjid.

Konsep wisata syariah diawali dengan adanya jenis wisata ziarah dan religi (pilgrims tourism/spiritual tourism). Tahun 1967 di Cordoba telah dilaksanakan konferensi oleh World Tourism Organization (UNWTO) dengan judul "Tourism and Religions: A Contribution to the Dialogue of Cultures, Religions and Civilizations" (UNWTO, 2011). Dimana Wisata jiarah meliputi aktivitas wisata yang didasarkan atas motivasi nilai religi tertentu seperti Hindu, Budha, Kristen, Islam, dan religi lainnya.

Seiring waktu, terjadi perkembangan dimana wisata ziarah/religi berkembang ke dalam bentuk yang bersifat universal seperti kearifan lokal, yang memberi manfaat bagi masyarakat, serta adanya unsur pembelajaran. Maka sudah sewajarnya wisata halal menjadi segmen baru yang berkembang di arena pariwisata dunia.

Menurut Pew Research Center yaitu kelompok jajak pendapat di Amerika Serikat, bahwa jumlah penduduk muslim pada tahun 2050 mencapai 2,8 miliar atau 30 persen penduduk dunia.

Tabel 1.1. Jumlah dan Prediksi Pertumbuhan Penduduk Berdasarkan Kelompok Agama Mayoritas di Dunia Tahun 2010-2050


Sumber: The Future of World Religions: Population Growth Projections, 2010-2050. PEW Research Center (Worldaffairsjournal, 2015).

Potensi pertumbuhan pasar muslim dunia menjadi peluang yang besar bagi pelaku usaha bisnis pariwisata.
Berdasarkan data Thomson Reuters yang diambil dari 55 negara dalam Global Islamic Economy Report 2014-2015, total pengeluaran muslim dunia akan mencapai US$2,537 miliar atau 21,2 persen dari pengeluaran kebutuhan makanan dan minuman global pada 2019.

Di sektor perjalanan, diperkirakan jumlah tersebut akan meningkat menjadi US$238 miliar atau 11,6 persen pengeluaran global sektor perjalanan di tahun 2019 (di luar perjalanan haji dan umrah).

Di sektor media dan rekreasi, pengeluaran muslim dunia diperkirakan mencapai US$301 miliar pada tahun 2019 atau sekitar 5,2 persen dari pengeluaran global (Reuters & Dinar Standard, 2014).

Studi yang sama juga dilakukan oleh Master Card dan Crescent Rating (2015) dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2015, bahwa pada tahun 2020 diperkirakan angka wisatawan muslim akan meningkat menjadi 150 juta wisatawan dan mewakili 11 persen segmen industri yang diramalkan dengan jumlah pengeluaran menjadi sebesar US$200 miliar. Tabel dibawah ini adalah 10 besar negara tujuan wisatawan muslim:

Tabel 1.2. Sepuluh Besar Negara Tujuan Organisation of Islamic Cooperation (OIC) dan Non-OIC dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2015


Keterangan: (..) Ranking GMTI secara keseluruhan 2015, Sumber: CrescenRating, GMTI Report 2015.

Berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2015 dalam kelompok destinasi Organisation of Islamic Cooperation (OIC), skor indeks Indonesia baru mencapai 67,5 menempati peringkat ke-enam setelah Qatar dengan skor indeks 68,2, Arab Saudi skor indeks 71,3, Uni Emirat Arab/UEA skor indeks 72,1, Turki skor indeks 73,8, dan negara tetangga kita Malaysia skor indeks 83,8.

Singapura berhasil menjadi negara tujuan utama yang diikuti negara Thailand, Inggris, Afrika Selatan, dan Perancis untuk destinasi non-Organisation of Islamic Cooperation.

Negara negara di Asia seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Korea, Jepang, Taiwan, dan China sudah mengembangkan pariwisata syariah.

Thailand memiliki The Halal Science Center Chulalongkorn University, pusat riset yang bekerja sama dengan Pemerintah Thailand dan keagamaan, Australia pada bulan Agustus 2012 melalui Lembaga Queensland Tourism mengeluarkan program pariwisata syariah.

Korea Selatan melalui Perwakilan Organisasi Pariwisata Korea Selatan di Jakarta (KTO Jakarta) mengakui siap menjadi destinasi wisata syariah dengan menyediakan paket wisata bagi Muslim dan fasilitas yang mendukung. Negara Jerman sejak bulan Juni 2011 telah menyediakan tempat shalat yang bersih dan nyaman di Terminal 1 Bandara Munich, Jerman.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, berupaya terus mengembangkan wisata syariah yang meliputi empat jenis komponen usaha pariwisata, yaitu perhotelan, restoran, biro atau jasa perjalanan wisata, dan spa.

Kegiatan pengembangan wisata syariah bukanlah suatu wisata yang eksklusif karena wisatawan non-Muslim juga dapat menikmati pelayanan yang beretika syariah.

Wisata syariah harus dilengkapi fasilitas pendukung, seperti restoran dan hotel yang menyediakan makanan halal, serta tempat shalat dan penginapan. Produk , jasa wisata dan tujuan wisata pariwisata syariah tidak ada bedanya dengan wisata umumnya selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan etika syariah.
Contohnya tersedia tempat ibadah yang nyaman dan restoran halal sebagaimana yang dilakukan di Thailand dan beberapa negara lain yang telah menerapkan konsep wisata syariah terlebih dahulu.

Indonesia memiliki potensi wisata syariah yang sangat besar dan bisa dijadikan alternatif selain wisata konvensional, namun sayang kita belum memiliki konsep yang tepat di dalam membuat branding dan mengemas paket wisata syariah. (*)


*/ Penulis adalah DR (C) Abdullah Amrin, SE.,M.M. Kepala Program Study Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Risiko dan Asuransi. Email: amrin@stimra.ac.id

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,internasional,nasional,padang,pariwisata,perempuan,reliji,seni-budaya,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Duka di Hari Lebaran, Ibu di Padang Pariaman Ini Harus Diamputasi Akibat Ledakan Bom Ikan

Duka di Hari Lebaran, Ibu di Padang Pariaman Ini Harus Diamputasi Akibat Ledakan Bom Ikan

PADANG PARIAMAN - Febrianti (45), warga di Korong Pasa Usang Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera...

Muhammadiyah Siapkan Bantuan Hukum pada Andi Mahfuri Kader IMM yang Dituduh Melanggar UU ITE

Muhammadiyah Siapkan Bantuan Hukum pada Andi Mahfuri Kader IMM yang Dituduh Melanggar UU ITE

PADANG - PP Muhammadiyah melalui Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah akan memberikan bantuan hukum untuk Kader IMM...

Libur Lebaran di Padang, Jika Terkena Pungli, Lapor Kesini

Libur Lebaran di Padang, Jika Terkena Pungli, Lapor Kesini

PADANG - Seluruh kawasan wisata di Kota Padang ditargetkan bebas dari pungutan liar (pungli) pada libur lebaran 2018....

Cina-Rusia Makin Mesra, Presiden Xi Jinping Hadiahkan Putin Medali Persahabatan

Cina-Rusia Makin Mesra, Presiden Xi Jinping Hadiahkan Putin Medali Persahabatan

INTERNASIONAL - Presiden Cina, Xi Jinping, menghadiahkan Medali Persahabatan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ini...

Pengelolaan Sampah Liar Pembahasan Komisi C DPRD Kota Payakumbuh di Bandung Barat

Pengelolaan Sampah Liar Pembahasan Komisi C DPRD Kota Payakumbuh di Bandung Barat

BANDUNG BARAT - Sampah merupakan persoalan serta konsekuensi yang ada karena aktifitas manusia. Sampah anorganik...


KOMENTAR ANDA



Pilwako Kota Padang 2018 kaos minang unik dan lucu Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
close
Emzalmi Desri
close
Mahyeldi Hendri
minangkabaunews social media