Wednesday, 16 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Ramadhan, Kepedulian, dan Peningkatan Sosial Capital

Senin, 04 Juni 2018 - 19:52:59 WIB - 518
Ramadhan, Kepedulian, dan Peningkatan Sosial Capital
dr.Hardisman, MHID, PhD


Oleh: dr.Hardisman, MHID, PhD

Ramadhan 1439 Hijriah tahun ini sudah lebih dari dua minggu berjalan, tak terasa sebentar lagi bulan ini akan habis kita lewati.

Semua ummat Islam sudah sudah mengetahui bahwa hasil akhir yang harus didapatkan dari puasa dan mendirikan malam Ramadhan itu adalah untuk mencapai taqwa.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah tujuan itu sudah dan mampu kita raih di akhir Ramadhan ini? Sejenak, seyogyanya setiap mukmin yang berpuasa melihat, mengukur dirinya, dan menengok ke dalam untuk instropeksi terhadap capaian Ramadhan yang dilaluinya tahun ini.

Sebagai indikator, apakah mukmin itu mampu mejadi orang-orang yang bertaqwa dapat ditelaah petunjuk Allah subahanahu wataala dalam Al-Quranul Kariim.

Kepedulian Salah Satu Indikator Taqwa

Orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang yakin (beriman) akan kebenaran dari Allah subhanahu wataala dan rasul-Nya, dengan iman yang kokoh itulah ia senantiasa shalat dan berdzikir kepada-Nya, kemudian mereka mempunyai kepedulian sosial dengan menafkahkah sebagian rezki yang telah dianugerahkan kepada mereka (QS Al-Baqarah [2]:2-4, Ali Imran [3]133-135, Adz-Dzariyat [51]:15-19).

Shalat dan Dzikirnya orang-orang yang bertaqwa dilakukan dengan ikhlas hanya mengharapkan balasan dan Ridha-Nya, yang tercermin dari banyaknya mereka banyak sujud dan dzikir di malam hari (Adz-Dzariyat [51]:15-19, Al-Furqaan [25]:63-65 dan 32:15-16).

Keikhlasan itulah yang menghantarkan ketenangan dan kedamaian jiwa mereka. Keikhlasan dan ketenteraman jiwa itulah yang menjadikan mereka mudah untuk berbagi dengan sesama. Sehingga orang bertqawa itu selalu peduli kepada sesama, berinfaq dengan harta atau tenaganya kepada orang yang lebih membutuhkan baik dalam keadaan lapang ataupun dalam keadaan sempitnya (QS Ali Imran [3]:134-135).

Inilah ciri infaqnya orang yang bertaqwa, memberi yang baik dengan cara yang baik. Ia berbagi dan memberi bukan sisa atau sesuatu yang tidak layak baginya, namun memberikan apa yang baik baginya.

Kepedulian Dimulai Kepada Orang Terdekat

Pemberian infaq dan berbagi rezki yang dimiliki telah diajarkan oleh dalam Al-Quran dan sunnah. Berbuat baik, berbagi rezki dan kepedulian haruslah ditujukan pertama kali kepada yang terdekat, yang dimulai dengan kewajiban kepada kedua orang tua (QS Al-Baqarah [2]:151 dan juga Ar-Ruum [30]:38).

"Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya" (QS Al-Baqarah [2]:215).

Dalam ayat-ayat ini ditekankan bahwa kewajiban memberi dan berbagi haruslah dimulai dari berbakti kepada kedua orang tua, berbuat baik kepada kerabat yang terdekat yang pantas dan membutuhkan, kemudian barulah kepada yang lainnya.

Sebagaimana juga hadits dari Bahz bin Hakim yang menceritakan ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ditanya tentang kepada siapa mesti berbuat berbuat baik, Beliau menjawab Ibumu 3x, ayahmu, yang terdekat, kemudian yang terdekatnya lagi dan seterusnya" (HR Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, hadits no.3).

Orang-orang terdekat dalam hal ini bermakna yang dekat secara hubungan darah atau kekeluargaan seperti kakak, adik, sepupu, keponakan dan seterusnya, dekat tempat tunggal atau tetangga, dekat dalam lingkungan kerja seperti teman kerja, bawahan atay karyawan, dekat dalam pengawasan seperti tamu atau pelanggan atau klien yang kita layani.

Itulah tuntunan Islam yang sebenarnya, dalam hal berbagi dan peduli. Tidaklah dalam tuntunan Islam orang yang berkoar-koar ingin disebut namanya sebagai dermawan dalam masyarakat kemudian berinfaq dalam jumlah besar tapi tidak ada kebaktiannya pada kedua orang tuanya.

Bukan pula dalam ajaran Islam yang dengan semangat meu menunjukkan kepedulian dan solidaritas kebangsaan atau ukhuwah Islamiyah yang lebih luas, namun dengan tetangganya, ponakannya tidak ia santuni, sanak saudaranya ia tidak peduli, bahkan tidak bertegur sapa. Bukanlah yang dianjurkan dalam Islam, infaq dan dermanya telah disebut dan dikirim ke segala pelosok penjuru negeri, namun tetangga dan kerabat dekatnya lapar.

Islam mengajarkan kebaikan itu dimulai dari yang kedua orang tua kemudian pada orang-orang yang terdekat. Sehingga Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sangat menkankan bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah subhanahu wataala dan hari kemudian, maka tandanyanya adalah ia memuliakan tetangganya dan tamunya (Hadits muttafaqunalaihi, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.102, juga salah satu hadits arbain an-nawawiyah no.15). Artinya bahwa kepedulian kepada orang yang terdekat seperti tamu dan tetangga adalah perwujudan Iman dan tanda orang beriman itu.

Peningkatan Sosial capital

Kepedulian kepada kerabat dan sesama sejatinya adalah ikhlas dan mengharapkan balasan dari Allah subahanahu wataala. Secara sosial kepdulian itu juga berdampak besar terhadap kebersamaan dan keharmonisan dalam lingkungan bermasyarakat, yang menjadi keutamaan tambahannya.

Kepedulian yang dilaksanakan dengan benar sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunnah akan meningkatkan social capital (modal sosial) dalam lingkungan masyarakat.

Sosial capital merupakan nilai kebersamaan dalam masyarakat yang akan mengokohkan kebersamaan dan meningkatkan keharmonisan hidup bermasyarakat.

Bila Sosial capital kuat orang-orang bertetangga akan saling berbagi dikala senang, dan saling bantu dalam kedaan susah. Pada linkungan masyarakat yang berpunya mau berbagi dan peduli, maka sunnatullah masyarakat lainnya saling menghargai. Hingga timbullah saling sapa dan saling menjaga.

Masyarakat inilah yang akan kuat dan dapat membentengi pengaruh buruk ke dalam lingkungannya. Saling sapa dan saling jaga dalam lingkungan tempat tunggal atau lingkungan kerja akan menciptakan lingkingan yang harmonis dan nyaman. Bahaya dan kejahatan akan dapat diminimalisir bahkan dapat diatasi dan dicegah.

Sosial capital yang kuat juga berdampak besar terhadap pencegahan berbagai penyakit karena adanya gotong royong dalam upaya pencegahan berbagai penyakit menular. Pada saat yang sama, lingkungan yang nyaman juga menciptakan jiwa yang tenang dan menutunkan tingkat stress yang berdampak pada kesehatan yang holistik. (*)

*/ Penulis adalah Dosen Fakultas Kedokteran Unand, Ketua Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat. Web: http://staff.unand.ac.id/hardisman/ E-Mail: hardisman@fk.unand.ac.id

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,indonesia,metro,nasional,padang,reliji,sosial,sumatra-barat,tokoh,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kak Seto Meriahkan Acara IMTF 2019 di Pasaman

Kak Seto Meriahkan Acara IMTF 2019 di Pasaman

PASAMAN -- Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau biasa dikenal dengan Kak Seto sang psikolog anak nasional, menjadi...

Waspada Jangan Minum Obat Ini, BBPOM Tarik Peredaran Ranitidin

Waspada Jangan Minum Obat Ini, BBPOM Tarik Peredaran Ranitidin

...

Mantan Anggota DPR-RI Ini, Resmi Ikut Penjaringan Balon Kepala Daerah di DPC Demokrat Tanah Datar

Mantan Anggota DPR-RI Ini, Resmi Ikut Penjaringan Balon Kepala Daerah di DPC Demokrat Tanah Datar

TANAH DATAR - Didampingi Teamnya, mantan anggota DPR-RI periode 2014-2019 secara resmi mendaftarkan diri ke DPC Partai...

Forkopimca Gunung Tuleh Bantu Masyarakat Kurang Mampu Lewat Kegiatan Jumat Keliling

Forkopimca Gunung Tuleh Bantu Masyarakat Kurang Mampu Lewat Kegiatan Jumat Keliling

PASAMAN BARAT - Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Gunung Tuleh bekerja sama dengan Pemerintah Nagari dan...

Baksos Mahasiswa Teknik Eletronik UNP Perbaiki Instalasi Listrik Surau dan Rumah Warga

Baksos Mahasiswa Teknik Eletronik UNP Perbaiki Instalasi Listrik Surau dan Rumah Warga

PADANG PARIAMAN -- Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang melaksanakan Diklat dan Bakti...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media