Tuesday, 02 Mar 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Ramadhan Bulan Transformasi

Rabu, 06 Juni 2018 - 13:50:37 WIB - 632
Ramadhan Bulan Transformasi
Ilustrasi

Oleh : Emzalmi (Wakil Walikota Padang Non Aktif) -- Allah Swt berfirman, "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." dan "Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah maha Penyayang kepadamu".
(QS. Al- Baqarah: 195 dan An Nisa: 29).

Terhenyak saya menyaksikan tayangan langsung sebuah televisi swasta yang memberitakan pengeboman terhadap tiga gereja di Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018. Lebih terkejut lagi, karena tak lama kemudian kembali diberitakan bahwa pelaku pengeboman adalah satu keluarga, suami, istri dan keempat anaknya.

Saya yakin, tragedi Surabaya yang terjadi hanya empat hari menjelang Ramadhan sungguh mengusik akal sehat kita semua, bagaimana mungkin seseorang berpikiran untuk meledakkan dirinya dengan melibatkan seluruh anggota keluarganya, karena setahu saya, tidak ada seorang guru pun yang mendidik murid-muridnya untuk berpikir bahwa membunuh diri itu bagus. Ajaran apa yang merasuk hatinya sehingga tega menghabisi diri, istri, dan anak-anaknya sendiri, karena seingat saya, tidak ada satu agama pun yang mengajari pengikutnya untuk menebar teror, ketakutan, atau kebencian.

Sulit saya membayangkan, seperti apa perasaaan keluarga ini pada hari-hari terakhir akan melaksanakan misi bom bunuh diri ini, apa kata si ayah pada anaknya, apa kata istrinya, dan apa pula kata anak-anaknya yang masih di bawah umur itu. Serupa apa pula perasaan keluarga korban yang terkena bom, padahal pagi itu mereka dengan suka cita pergi ke Gereja untuk beribadah.

Namun tak dapat dipungkiri, itulah kenyataan yang terjadi. Bahwa memang ada sebuah keluarga yang melakukan bom bunuh diri, bahwa Dita selaku kepala keluarga cenderung bersifat tertutup terhadap kegiatan warga sekitar, bahwa Dita diduga terlibat dalam suatu organisasi yang terkait dengan jaringan teroris ISIS. Berselang beberapa waktu kemudian, bom kembali meledak di Sidoarjo, Mapolrestabes Surabaya dan Mapolda Riau.

Kenyataan-kenyataan itu sudah sepatutnya membuat kita semakin waspada dan mengintrospeksi diri karena paham-paham radikal, ide-ide ekstrim rupanya tengah mengancam negeri ini.

Transformasi Ramadhan

Perilaku menebar permusuhan, kebencian, teror, apalagi bunuh diri tidak ada dalam ajaran Islam maupun agama lainnya. Pelaku kebiadaban ini tidak mewakili agama mana pun di dunia ini. Pemikiran radikal dan aksi ekstrem yang dilakukan teroris tidak bisa kita abaikan. Bulan suci Ramadhan merupakan masa yang pas untuk merenungi hal ini agar diri ini dapat bertransformasi menjadi lebih baik.
Saya mencatat paling tidak ada dua hal kunci transformasi diri terkait Ramadhan. Yang pertama adalah puasa, sebagaimana firman Allah Swt, "Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al- Baqarah: 183), kemudian yang kedua adalah Al-Quran, "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)". (QS. Al- Baqarah: 185).

Bagaimana puasa dan Al-Quran dapat mentransformasi diri?. Sebagaimana kita ketahui, puasa merupakan pertarungan diri kita dalam melawan hawa nafsu. Tidak saja menahan makan minum, kita diharuskan menjaga lidah, mata dan seluruh anggota tubuh kita dari perbuatan yang dapat mengurangi amal ibadah puasa Ramadhan. Menahan makan dan minum itu pada hakikatnya guna meningkatkan kapasitas diri kita selaku kaum Muslimin.

Ramadhan menjadi bulan bagi diri kita untuk ditempa agar dapat mengendalikan sifat-sifat buruk yang kita miliki. Lidah dijaga agar tidak menyakiti perasaan orang lain, tidak bergosip apalagi menyebar fitnah. Bibir senantiasa berucap yang baik dan mengucap zikir menyebut keagungan Allah SWT. Mata juga wajib dijaga dari melihat hal-hal yang dapat merusak iman. Demikian pula telinga, tangan dan kaki dipergunakan untuk melakukan segala perbuatan yang menambah kualitas diri kita. Hingga hati dan pikiran kita, agar membuang jauh rasa iri dan dengki serta sombong atau arogan. Artinya, Ramadhan melatih kita menjadi pribadi-pribadi yang cinta damai.

Al-Quran, adalah seluruh perkataan, perintah, dan larangan Allah Swt sebagai pedoman hidup di dunia ini. Yang namanya pedoman hidup, jelas mengandung kunci bagaimana kita meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Di Bulan Ramadhan, Rasulullah menganjurkan agar kita lebih banyak membaca, mempelajari, dan menghafal Al-Quran lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya di luar Ramadhan.

Di sanalah letak transformasi itu. Berpuasa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membentuk pribadi yang berkarakter dan cinta damai. Demikian pula dengan memperbanyak aktivitas bersama Al-Quran selain menambah amalan Ramadhan juga membentengi diri dari perbuatan batil dan keji. Dengan kata lain, Islam adalah agama yang cinta damai yang mengutuk perbuatan zalim, keji, dan mungkar.

Kembali kepada ideologi radikal sebagaimana dibahas di awal artikel ini, maka selaku umat muslim langkah pertama kita adalah memanfaatkan Ramadhan tahun ini sebagai bulan introspeksi diri, mengembalikan kemurnian hati dan jiwa pada nilai-nilai Al-Quran yang secara tegas menolak segala hal yang buruk, mungkar, dan batil. Al-Quran yang sewaktu turun memberikan cahaya yang menyingkirkan zaman jahiliah, zaman kegelapan, atau zaman kebodohan tentu pada saat ini akan terus menerangi kita dan akan selalu memberikan petunjuk yang benar bagi orang-orang yang ingin mengamalkan Al-Quran.

Yang kedua, tiada bosan-bosannya saya menghimbau kepada kita semua, coba luangkan waktu untuk mencermati lingkungan sekitar khususnya para tetangga kita. Siskamling agar dapat dimaksimalkan, budayakan kembali berbincang-bincang, menanyakan kabar, atau mengirimkan makanan untuk berbuka puasa antar sesama tetangga. Bila ada hal-hal yang mencurigakan dengan aktivitas salah satu keluarga di lingkungan kita, janganlah takut untuk melaporkan pada aparat yang terkait setempat seperti ketua RT, RW, atau Lurah. Mudah-mudahan dengan demikian, kita dapat mengantisipasi sejak dini beraksinya kelompok-kelompok berpaham ekstremisme yang berkemungkinan dapat membahayakan diri kita atau orang lainnya.

Yang ketiga, menjadi sangat penting agar para aparatur pemerintah dapat meningkatkan pengawasan terhadap penduduk terutama pendatang baru di suatu wilayah. Petugas pendataan hendaknya secara rutin melakukan pembaharuan data penduduk, bila ada penduduk yang tertutup, tidak ingin menyerahkan identitas pribadi dan keluarganya maka segeralah berkoordinasi dengan pihak berwajib. Lurah maupun Camat harus lebih sering meninjau kondisi masyarakatnya, aktif menjemput "bola", guna mengetahui dan mencarikan solusi lebih cepat terhadap keluhan, kekhawatiran, dan kecemasan warganya.

Bulan suci Ramadhan, kiranya menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan mawas diri dan merenungkan kembali ajaran-ajaran Islam yang sejatinya penuh damai sebagaimana firman Allah Swt di awal artikel ini, sehingga terjadilah transformasi dalam diri kita menjadi pribadi-pribadi Muslim yang kuat dan membawa berkah bagi alam semesta dan isinya. (****)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Gokil Pak Jokowi! Tak Lama Lagi Indonesia Bakal Punya Bandara Antariksa, Ini Lokasinya

Gokil Pak Jokowi! Tak Lama Lagi Indonesia Bakal Punya Bandara Antariksa, Ini Lokasinya

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Rencana Indonesia dalam membangun bandara khusus antariksa di Biak, Papua kembali...

Thailand Membara, 2.000 Pendemo Serbu Rumah Perdana Menteri

Thailand Membara, 2.000 Pendemo Serbu Rumah Perdana Menteri

MINANGKABAUNEWS, INTERNATIONAL -- Polisi Thailand menembakkan peluru karet dan menggunakan gas air mata ke pengunjuk...

Wawako Solok Minta Lestarikan Adat dan Budaya

Wawako Solok Minta Lestarikan Adat dan Budaya

MINANGKABAUNEWS, SOLOK - Wakil Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra, (1/3/2021) ditemui MinangkabauNews.com di...

 Hari Perdana, Wako Erman Safar Jadi Irup Apel Gabungan Bersama ASN Pemko Bukittinggi

Hari Perdana, Wako Erman Safar Jadi Irup Apel Gabungan Bersama ASN Pemko Bukittinggi

MINANGKABAUNEWS, BUKITTINGGI-- Walikota Bukittinggi Erman Safar menjadi Inspektur Upacara Apel gabungan bersama...

Sangar! Filipina Tolak Mentah-mentah jadi Sarang Persenjataan Nuklir Amerika

Sangar! Filipina Tolak Mentah-mentah jadi Sarang Persenjataan Nuklir Amerika

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dia menolak jika Amerika Serikat (AS)...


KOMENTAR ANDA