Tuesday, 31 Mar 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Sawahlunto

Penemuan Mayat Pria di Belakang Warung, Warga Muaro Kalaban Sawahlunto Geger

Senin, 11 Juni 2018 - 19:42:08 WIB - 1822
Penemuan Mayat Pria di Belakang Warung, Warga Muaro Kalaban Sawahlunto Geger
Penemuan mayat di belakang warung sup, di depan SPBU Muaro Kalaban, Sawahlunto, Minggu (10/6).


SAWAHLUNTO - Menjelang berbuka, warga Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto digegerkan dengan penemuan mayat di belakang warung sup, di depan SPBU Muaro Kalaban, Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) Minggu (10/6) sore.

Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Resort Silungkang IPTU Efriadi melalui Kanit Reskrim Aipda M. Yusin SH.

"Benar, sekitaran pukul 17.30 tadi sore, kita menerima laporan bahwasanya ditemukan mayat seorang pria atas nama Darlis (65), beralamat di sawah taratak Desa Muaro kalaban," ungkap kanit.

Kronologis kejadian, sore sebelum berbuka puasa saksi bernama Nuraini sedang membereskan warung. Ketika saksi mau membuka layar terpal di belakang warungnya, ditemukan pria yang diidentifikasi bernama Darlis dalam keadaan tidur terlentang. Curiga dengan kondisi korban, Nuraini memanggil suaminya dan memastikan korban dalam keadaan tidak bernyawa.

Saksi segera menghubungi Polsek Muaro Kalaban dan memberikan informasi terkait dengan meninggalnya korban. Tidak lama berselang, pihak Kepolisian Resort Silungkang Muaro Kalaban datang beserta tim medis dari Puskesmas Silungkang. Kepolisian pun langsung melakukan gelar TKP beserta tim Puskesmas. Dari pemeriksaan tersebut dinyatakan Korban Darlis meninggal diduga karena sakit.

Menindaklanjuti kejadian ini, polisi menghubungi pihak keluarga. Adik Korban yamg bernama Yusnimar datang ketempat kejadian dan membenarkan bahwa korban adalah kakaknya.

Dari informasi kepolisisan pihak keluarga membenarkan bahwa korban memang dalam keadaan sakit dan sempat datang kerumah adiknya untuk meminta menguruskan surat untuk berobat.

"Iya, betul dua hari yang lalu beliau datang kerumah karena mengeluh sakit dan meminta diuruskan surat keterangan untuk keperluan berobat," ungkap Yusnimar.

Oleh adiknya korban diberi pengobatan alternatif. Merasa sehat korban kembali melakukan aktifitas sehari-hari sebagai pemulung.

Pihak keluarga korban menolak untuk melakukan visum dan membawa anggota kelurganya pulang untuk disemayamkan di rumah duka. (Dyko/Putra/AMOI)

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana
Tag: daerah,hukum,metro,peristiwa,pos-polisi,sawahlunto,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Khawatir Bawa Virus, Perantau ke Padang Panjang Wajib Dikarantina

Khawatir Bawa Virus, Perantau ke Padang Panjang Wajib Dikarantina

PADANG PANJANG -- Antisipasi penyebaran Corona Virus Disaese (Covid-19) di Kota Padang Panjang, Pemerintah Kota Padang...

Innalillahi, Tiga Dokter Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Innalillahi, Tiga Dokter Meninggal Dunia Akibat Covid-19

JAKARTA -- Kabar duka kembali datang dari Tenaga Medis yang menjadi ujung tombak penanganan wabah Virus Corona di...

Update COVID-19 di Indonesia Senin (16/3), Pasien Capai 117 Orang, Berikut Wilayah Sebarannya

Update COVID-19 di Indonesia Senin (16/3), Pasien Capai 117 Orang, Berikut Wilayah Sebarannya

NASIONAL - Total pasien positif Corona di Indonesia kini menjadi 117 orang. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan...

Hindari Covid-19, Masuk Area Mapolres Mentawai Personil Serta Masyarakat Wajib Disterilisasi

Hindari Covid-19, Masuk Area Mapolres Mentawai Personil Serta Masyarakat Wajib Disterilisasi

MENTAWAI - Polres Kepulauan Mentawai mewajibkan harus cuci tangan dan penyemprotan seluruh tubuh personil sebelum masuk...

Mudik Lebaran Tahun Ini Dilarang, Bagaimana yang Sudah Beli Tiket Jauh Hari?

Mudik Lebaran Tahun Ini Dilarang, Bagaimana yang Sudah Beli Tiket Jauh Hari?

NASIONAL - Pemerintah sedang mengkaji larangan untuk mudik sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Masyarakat juga...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu