Saturday, 17 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Sawahlunto

Penemuan Mayat Pria di Belakang Warung, Warga Muaro Kalaban Sawahlunto Geger

Senin, 11 Juni 2018 - 19:42:08 WIB - 1512
Penemuan Mayat Pria di Belakang Warung, Warga Muaro Kalaban Sawahlunto Geger
Penemuan mayat di belakang warung sup, di depan SPBU Muaro Kalaban, Sawahlunto, Minggu (10/6).


SAWAHLUNTO - Menjelang berbuka, warga Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto digegerkan dengan penemuan mayat di belakang warung sup, di depan SPBU Muaro Kalaban, Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) Minggu (10/6) sore.

Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Resort Silungkang IPTU Efriadi melalui Kanit Reskrim Aipda M. Yusin SH.

"Benar, sekitaran pukul 17.30 tadi sore, kita menerima laporan bahwasanya ditemukan mayat seorang pria atas nama Darlis (65), beralamat di sawah taratak Desa Muaro kalaban," ungkap kanit.

Kronologis kejadian, sore sebelum berbuka puasa saksi bernama Nuraini sedang membereskan warung. Ketika saksi mau membuka layar terpal di belakang warungnya, ditemukan pria yang diidentifikasi bernama Darlis dalam keadaan tidur terlentang. Curiga dengan kondisi korban, Nuraini memanggil suaminya dan memastikan korban dalam keadaan tidak bernyawa.

Saksi segera menghubungi Polsek Muaro Kalaban dan memberikan informasi terkait dengan meninggalnya korban. Tidak lama berselang, pihak Kepolisian Resort Silungkang Muaro Kalaban datang beserta tim medis dari Puskesmas Silungkang. Kepolisian pun langsung melakukan gelar TKP beserta tim Puskesmas. Dari pemeriksaan tersebut dinyatakan Korban Darlis meninggal diduga karena sakit.

Menindaklanjuti kejadian ini, polisi menghubungi pihak keluarga. Adik Korban yamg bernama Yusnimar datang ketempat kejadian dan membenarkan bahwa korban adalah kakaknya.

Dari informasi kepolisisan pihak keluarga membenarkan bahwa korban memang dalam keadaan sakit dan sempat datang kerumah adiknya untuk meminta menguruskan surat untuk berobat.

"Iya, betul dua hari yang lalu beliau datang kerumah karena mengeluh sakit dan meminta diuruskan surat keterangan untuk keperluan berobat," ungkap Yusnimar.

Oleh adiknya korban diberi pengobatan alternatif. Merasa sehat korban kembali melakukan aktifitas sehari-hari sebagai pemulung.

Pihak keluarga korban menolak untuk melakukan visum dan membawa anggota kelurganya pulang untuk disemayamkan di rumah duka. (Dyko/Putra/AMOI)

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana
Tag: daerah,hukum,metro,peristiwa,pos-polisi,sawahlunto,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

35 Anggota DPRD Pasaman Periode 2019-2024 Resmi Dilantik

35 Anggota DPRD Pasaman Periode 2019-2024 Resmi Dilantik

PASAMAN - Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping Cut Karnelia SH, MM. mengambil Sumpah/Janji 35 orang anggota Dewan...

Dua Kambing Kurban di Tanah Datar Mati Dimangsa Beruang Madu

Dua Kambing Kurban di Tanah Datar Mati Dimangsa Beruang Madu

TANAH DATAR - Dua kambing di Jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar,...

DPRD Pasaman MoU Dengan Kejari Dalam Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara

DPRD Pasaman MoU Dengan Kejari Dalam Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara

PASAMAN - DPRD Kabupaten Pasaman melakukan penandatangan Memorendum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri...

Ketua Kampung KB Koto Katik Berhasil Raih Juara Harapan I Tingkat Nasional

Ketua Kampung KB Koto Katik Berhasil Raih Juara Harapan I Tingkat Nasional

...

Akhtar, Bocah Pengidap Kelainan Organ Vital Dapat Donasi Rp40 Juta dari Komunitas GoJek

Akhtar, Bocah Pengidap Kelainan Organ Vital Dapat Donasi Rp40 Juta dari Komunitas GoJek

LIMAPULUH KOTA - Berselang satu minggu viralnya kabar tentang seorang bocah malang penderita kelainan organ vital,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media