Tuesday, 25 Sep 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Memburu Kuliner Halal Bagi Pemudik dan Wisatawan

Selasa, 12 Juni 2018 - 16:28:01 WIB - 327
Memburu Kuliner Halal Bagi Pemudik dan Wisatawan
Nasi Kapau Bukittinggi, Sumbar (Foto: Tribunnews.com)


Oleh: Abdullah Amrin, SE, M.M

Traveling tanpa wisata kuliner rasanya kuranglah lengkap, maka tidak heran jika para wisatawan atau traveler yang merencanakan kegiatan wisata kuliner dalam itinerary mereka.

Memburu untuk mencicipi makanan khas atau makanan lokal suatu daerah yang sedang hits di destinasi traveling menjadi agenda wajib karena makanan tersebut tidak ada di daerah kita.

Namun mencari kuliner di destinasi yang baru kita kenal, bukanlah hal mudah. Banyak hal yang menjadi hambatan untuk menemukan obyek kuliner sesuai tujuan.

Hambatan tersebut diantranya ketidaktahuan tempat bersantap? makanan khas setempat? harga makanan tersebut apakah terangkau dengan kita? Dan yang paling penting apakah kuliner tersebut halal..?

Biaya makan dan restaurant halal selama traveling adalah salah satu masalah terbesar di dalam wisata kuliner. Kita harus bisa mengatur pengeluaran dan memilih tempat makan halal. Jangan sampai di tengah-tengah masa liburan, kita mengalami kesulitan untuk dua hal tersebut.

Jika hal seperti ini sampai terjadi, maka bukan hanya keuangan yang akan terganggu, namun ketenangan bathin dan sisa waktu perjalanan menjadi tidak menyenangkan lagi.

Nah, agar suasana kegembiraan liburan tidak rusak karena gangguan semacam itu, berikut beberapa hal yang harus kita ketahui dalam mencari kulineran halal dan terjangkau.

Rumah makan halal

Rumah makan Halal atau restourant Halal merupakan salah satu komponen dari wisata halal. Restaurant halal mengajikan menu makanan dan minuman yang halal dan toyiba yang telah disertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia, suasana yang Islami dan tersedianya tempat ibadah.

Pramusaji yang sopan dan berakhlak (beretika) yang mulia dari tutur kata dan seragam (uniform) yang digunakan tidak menampakan aurat sedikitpun.

Terhindar dari unsur makanan dan minuman yang diharamkan oleh ummat islam seperti daging babi, daging anjing, daging ular dan daging lainnya yang disembelih tidak secara Islami.

Minuman yang disajikan tidak mengandung unsur alkohol dan berbagai jenis racikan yang dapat memabukan dan merusak keimanan. Bahan makanan dan minuman haruslah yang halal dari segi agama dan baik dari segi gizi dan kesehatan, sebagaimana Firman Allah SWT. Dalam surat-surat berikut :

"Hai sekalian manusia! Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu"
(QS. al-Baqarah [2]: 168).

"Hai orang yang beriman! Makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah"
(QS. al-Baqarah [2]: 172).

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Akan tetapi, barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang"
(QS. al-Baqarah [2]: 173).

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai,darah, daging babi, (da-ging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul,yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu memakan hewan) yang disembelih untuk berhala..."
(QS. al-Maidah [5]: 3).

"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya"
(QS. al- Maidah [5]: 88).

"Katakanlah: Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, darah yang mengalir, atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor-- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas,maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang"
(QS. al-Anam [6]: 145)
.
"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya menyembah"
(QS. an-Nahl [16]: 114).

Kebersihan Peralatan makan dan minum serta wadah memasak yang digunakan bersih dari unsur berbagai jenis najis (toyib). Peralatan tersebut sebelumnya tidak pernah digunakan untuk menyajikan makanan dan minuman yang mengandung najis., dimana dalam sistem Islam kebersihan bahan makanan dan wadah harus terjaga (hygine), Wadah harus bersih dan terhindar dari najis. Sebagaimana Firman Allah SWT. Dalam surat-surat berikut :

"... dan ia (Nabi) mengharamkan bagi mereka segala yang buruk..." (QS. al-Araf [7]: 157).

Maksud buruk (khaba its) di sini menurut ulama adalah najis.

"...Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..." (QS. al-Baqarah [2]:195.

Menghindari bahan makan dan minuman yang diragukan ke-halalan dan kebaikkannya. Sebagaimana hadist tersebut dibawah ini.

"Yang halal itu sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas; dan di antara keduanya ada hal-hal yang (syubhat) samar-samar, tidak jelas halal haramnya), kebanyakan manusia tidak mengetahui hukumnya. Barang siapa hati-hati dari perkara syubhat, sungguh ia telah menyelamatkan agama dan harga dirinya..." (HR. Muslim).

Menurut kaidah Fiqih mengenai makanan dan minuman berdasarkan hal-hal berikut ini :

- Hukum asal sesuatu yang bermanfaat adalah boleh dan hukum asal sesuatu yang berbahaya adalah haram.

- Hukum asal mengenai sesuatu adalah boleh selama tidak ada dalil muktabar yang mengharamkanya.

Hiburan life music ataupun nonlife music yang disajikan baik dari unsur artis, syair lagu dan irama yang dibawahkan mengandung kebaikan yang dapat mendorong orang yang mengaksikan dan mendengar menjadi lebih baik dalam berbagai aktivitasnya.Misalnya hiburan yang mengandung nilai religi dan mengagungkan kebesaran Sang Maha Pencipta.

Sarana penunjang restouran seperti tempat ibadah dan toilet yang cukup bersih dan memadai agar pelanggan merasa nyaman ketika hendak buang hajat dan melakukan ibadah sholat. Musholah tidak harus terlalu besar tapi cukup untuk melakukan sholat berjamaah.

Menikmati kuliner halal dan terjangkau membuat ketenangangan lahir dan bathin dalam traveling yang indah dan mempesona. (*)


*/ Penulis adalah Kepala Program Study Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Risiko dan Asuransi. Penulis buku "Asuransi Pariwisata dan Peluang Pariwisata Syariah". Email: amrin@stimra.ac.id


Editor/Sumber: Reza s.
Tag: bukittinggi,makan,metro,opini,padang,padang-pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ketum GP Ansor Gus Yaqut Bantah Membubarkan Pengajian UAS, Tapi..

Ketum GP Ansor Gus Yaqut Bantah Membubarkan Pengajian UAS, Tapi..

POLITIK - Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut menjelaskan...

FIFA Matchday: Kekuatan Mauritius Bikin Stefano Lilipaly Penasaran

FIFA Matchday: Kekuatan Mauritius Bikin Stefano Lilipaly Penasaran

BOLA - Gelandang timnas Indonesia Stefano Lilipaly sangat antusias menyambut laga uji coba menghadapi Mauritius....

Bocah Penderita Tumor Leher di Pariaman Ini Akhirnya Dapat Berobat Menggunakan BPJS

Bocah Penderita Tumor Leher di Pariaman Ini Akhirnya Dapat Berobat Menggunakan BPJS

PARIAMAN - Seorang siswa Kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Rambai Kecamatan Pariaman Selatan, Kota...

Kemenpan RB : Penegak Hukum Menjadi Sorotan Tertinggi di Masyarakat

Kemenpan RB : Penegak Hukum Menjadi Sorotan Tertinggi di Masyarakat

TANAH DATAR - Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama BPS (Badan Pusat Statistik)...

Sambut HUT TNI ke-73, Kodim 0304/Agam Gelar Tour de Maninjau dan Fun Bike 2018

Sambut HUT TNI ke-73, Kodim 0304/Agam Gelar Tour de Maninjau dan Fun Bike 2018

BUKITTINGGI - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 tahun 2018, Komando...


KOMENTAR ANDA



Polling Capres cawapres 2019-2024 kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media