Tuesday, 25 Sep 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Masih Ditemukan Cacing Hati dan Usus pada Hewan Potong Lebaran di Pasar Pariaman

Kamis, 14 Juni 2018 - 21:49:10 WIB - 252
Masih Ditemukan Cacing Hati dan Usus pada Hewan Potong Lebaran di Pasar Pariaman
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


PARIAMAN - Pemerintah Kota Pariaman melalui tim pengawasan pemotongan hewan dan peredaran daging jelang lebaran 1439 H lakukan monitoring dan pemantauan pasar selama dua hari Rabu s/d Kamis (13-14 ) di 4 Lokasi berbeda.

PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Satpol. PP dan Damkar Kota Pariaman yang bertindak sebagai Koordinator tim II mengatakan monitoring telah dilaksanakan semenjak hewan potong akan disembeli di RPH (Rumah Potong Hewan), Rabu (13/6).

"Tim terdiri atas Satpol PP, Babinkamtibmas, Dokter hewan, dan dari Dinas Peternakan yang terbagi atas 4 kelompok dengan jumlah anggota 7 orang di setiap tim," sebut Riri di los Pasar daging Pariaman saat monitoring, Kamis (13/6) pagi.

Sedangkan tugas monitoring dan pengawasan dilaksanakan dari Rabu sore kemarin hingga kamis pagi ini.

"Ke 4 tim menyebar di 4 titik lokasi yang telah di tentukan yaitu Pasar Pariaman, Pasar Daging Desa Padang Birik-birik dan Cubadak Air Kec. Pariaman Utara dan , Pasar Kurai Taji," ulas Riri.

Pada kesempatan dan Lokasi yang sama Dokter Hewan Wisnawati di tim II mengatakan masih adanya temuan cacing hati dan usus di beberapa hewan potong yang ada di pasaran.

"Pada saat monitoring hari ini kita temukan masih adanya hewan potong yang akan dijual terinveksi cacing hati dan cacing usus," sebut Wisna.

Ia mengungkapkan, jika organ hewan ternak yang terinveksi cacing tadi dikonsumsi/diolah dan matang secara sempurna maka tidak akan menimbulkan dampak bagi manusia.

"Dengan catatan bagian yang terinveksi cacing tersebut harus dibuang, namun persoalannya selama ini yang menjadi konsumen daging tidak hanya rumah tangga saja akan tetapi pedagang sate juga sering membeli daging," terang Wisna.

Ia mengulas, kalau daging tadi dimasak dengan sempurna seperti membuat rendang dengan suhu api yang tinggi tentu akan lebih baik, akan tetapi bagaimana jika dijadikan sate yang bisa dikatakan masaknya hanya separo matang.

" Disinilah dapat menimbulkan penyakit jika bakteri cacing tadi masih hidup, maka ia akan dapat berpindah pada manusia," pungkasnya.

Wisna melaporkan menjelang lebaran tahun 2018 tercatat ada 10 ekor kerbau yang dipotong dan 21 ekor sapi dengan jumlah pedagang 18 orang.

Sedangkan persoalan kantong kresek hitam yang masih digunakan pedagang daging, ia mengatakan konsumen harus selektif dan cermat dalam membeli.

"Sudah sering kita ingatkan pada pedagang daging jangan menggunakan kantong kresek hitam lagi, mereka menjawab bahwa pada umumnya pembeli lebih menyukai kantong kresek hitam ketimbang kantong yang bening," tuturnya.

Ketika MNK. News mencoba bertanya pada salah seorang pedagang daging Bujang (50) ia juga mengatakan hal yang sama, bahwa pembeli tidak menyukai kantong kresek warna bening karena bersifat transparan yang membuat hasil belanja terlihat jelas dari luar. (Warman)


Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,metro,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Prabowo-Sandi Kunjungi SBY, Wabendum Demokrat Eka Putra: Pernyataan AHY Ketegasan Sikap Kami

Prabowo-Sandi Kunjungi SBY, Wabendum Demokrat Eka Putra: Pernyataan AHY Ketegasan Sikap Kami

POLITIK - Mendampingi AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dalam konfrensi pers saat kunjungan Prabowo-Sandi di kediaman...

Heboh TKW Indonesia Dijual di Toko Online Singapura, Ini Kata DPR

Heboh TKW Indonesia Dijual di Toko Online Singapura, Ini Kata DPR

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Rofi Munawar meminta Pemerintah Singapura transparan dan...

Kaum Milenial Sumbar Ikuti Diskusi Pandangan Generasi Terhadap Kinerja Jokowi

Kaum Milenial Sumbar Ikuti Diskusi Pandangan Generasi Terhadap Kinerja Jokowi

PADANG - Relawan KITA Jokowi menggelar diskusi coffee with millennial Sumbar bertema Pandangan millenial Sumbar atas...

Peringatan Hari Tani Nasional, DPP IMM : Kebijakan Agraria Era Jokowi Tidak Bersahabat dengan Petani

Peringatan Hari Tani Nasional, DPP IMM : Kebijakan Agraria Era Jokowi Tidak Bersahabat dengan Petani

JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM menyoroti Politik kebijakan agraria nasional semakin tidak bersahabat dengan...

VIDEO: Tindakan Tak Terpuji, Pembalap Moto2 Ini Tekan Rem Lawan di GP San Marino

VIDEO: Tindakan Tak Terpuji, Pembalap Moto2 Ini Tekan Rem Lawan di GP San Marino

VIDEO - Kejadian konyol terjadi di ajang balapan Moto2, di mana Romano Fenati melakukan hal tak terpuji kepada...


KOMENTAR ANDA



Polling Capres cawapres 2019-2024 kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media