Tuesday, 11 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Waspada Demam Berdarah Pasca Mudik Lebaran

Jumat, 15 Juni 2018 - 03:36:21 WIB - 568
Waspada Demam Berdarah Pasca Mudik Lebaran
dr. Hardisman, MHID, PhD


Oleh: dr. Hardisman, MHID, PhD

Hari Raya Idil Fitri 1 Syawal 1439 Hijriyah tahun ini jatuh bertepatan pada tanggal 15 Juni 2018. Tanggal 15 Juni setiap tahunnya sejak 2012 disepakati dan diperingati sebagai hari Demam Berdarah Dengue (DBD) se ASEAN.

Peringatan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan akan adanya risiko DBD yang selalu mengancam. Sehingga diharapkan menjadi kewaspadaan bersama bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, dan yang lebih penting lagi bagi masyarakat. Ditengah hiruk-pikuk dan kesibukan mudik dan berlebaran, tentunya banyak masyarakat yang lupa akan kewaspadaan ini.

Ancaman Risiko DBD

Secara Nasional, sebagaimana yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan dalam Infodatin DBD, kasus penyakit ini tercatat lebih dari 126.000 pertahun, atau dengan angka kasus sebanyak 49,5/100.000 penduduk.

Angka kematiannya mendekati 1%, yang pada tahun 2015 dilaporkan ada 1.229 kasus. Bahkan Bali sebagai daerah dengan kasus DBD tertinggi mencapai 208,7/1000.000 penduduk.

Sedangkan Sumatera Barat 69,15/100.000 penduduk, maka dengan jumlah penduduk 4,8 juta jiwa lebih, ada 3.300 lebih kasus DBD setiap tahunnya dengan estimasi meninggal 30 jiwa.

Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh infeksi virus dengue (DEN1, DEN2, DEN3 dan DEN4), dengan masa inkubasi antara 3 sampai 14 hari.

Bila gejala klinis telah muncul, infeksi dengue menimbulkan gejala Demam Dengue (DD) yang relatif ringan, dan dapat terjadi Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan gejala berat. Bahkan DBD juga dapat berkembang menjadi syok dengan disertai hilangnya kesadaran.

Gejala awal dimulai dari adanya demam terus menerus selama tiga hari hingga seminggu yang sisertai nyeri otot dan sendi. Selanjutnya di dalam tubuh akan terjadi penurunan trombosit yang berperan dalam hemostasis atau faktor pembekuan, sehingga terjadi pendarahan.

Bersamaan dengan itu, juga terjadi peningkatan permeabilitas pembuluh darah, sehingga dapat terjadi perpindahan cairan ka jaringan di luar pembuluh. Bila gangguan seperti ini sangat berat, akan terjadi penurunan tekanan darah, dan jika berlanjut inilah yang dapat menimbulkan syok.

Pasien yang sudah mengalami DBD atau syok, tapi tidak dikompensasi denga pemberian cairan (rehidrasi) yang optimal, maka inilah yang mengancam kematian.

Kasus-kasus kematian biasanya lebih banyak terjadi pada anak-anak, selain karena gejala lebih berat, juga karena usaha rehidrasi dengan memberikan minum atau pemberian infus lebih sulit dilakukan.

Oleh karena beratnya risiko dan konsekuensi dari infeksi dengue maka seyogyanya perlu dilakukan upaya pencegahannya sebelum semua itu terjadi. Maka setiap masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya-upaya pencegahan tersebut dengan memperbaiki kondisi lingkungan.

Tingkatkan Kewaspadaan Risiko

Bulan Juni adalah waktu dimana tingginya kasus penyakit DD atau DBD secara nasional. Kondisi ini dipengaruhi oleh pertukaran musim tahunan, yang biasanya pada akhir Februari hingga Mei terjadi curah hujan yang tinggi.

Kondisi ini akan diikuti dengan peningkatan genangan air, sehingga juga terjadi peningkatan perindukan dan perkembangbiakan nyamuk yang menjadi vector (penular) penyakit DBD tersebut. Meskipun tahun ini terjadi perubahan tingkat dan pola hujan, namun sesekali juga muncul hujan yang cukup deras.

Virus dengue berkembang dalam tubuh nyamuk Aedes Spp, khususnya Aedes aegypti dan Aedes albopictus di Indonesia. Namuk Aedes Spp dapat bertahan hidup selama dua minggu atau sampai 3 bulan.

Sedangkan perkembangbiakannya dari telur, lavra, hingga sampai menjadi nyamuk dewasa dengan suhu tropis dan lembab hanya butuh 10 hari.

Waktu perkembangbiakan yang cepat ini tentunya terjadi disaat akhir-akhir musim hujan. Artinya, dalam waktu 10 hari telur tersebut sudah siap pula menggigit dan berkembangbiak.

Nyamuk dewasa betina tersebut sudah siap bertelur selama masa hidupnya, setiap tiga hari sampai satu minggu, dengan jumlah telur mencapai 200-400 butir setiap kalinya.

Dapat dibayangkan, dengan usia pendekpun selama 1,5 minggu, seekor nyamuk betina dapat bertelur hingga 1.200 butir, apalagi jika umurnya mencapai tiga bulan.

Untuk bertelur dan berkembang biak ini, nyamuk membutuhkan air jernih yang tergenang. Sehingga inilah yang mesti menjadi perhatian dalam mengurangi perkembangbiakan nyamuk.

Nyamuk dewasa juga membutuhkan darah untuk perkembangan telur dalam tubuhnya, sehingga ia menggigit dan menghisap darah mamalia atau manusia. Dalam mencari darah mamalia, nyamuk dapat terbang menempuh jarak 400-500 meter.

Masalahnya, dalam saluran cerna tubuh nyamuk tersebut juga hidup dan berkembang biak virus dengue, sehingga ketika ia menggigit, virus tersebutpun ikut berpindah atau terjadinya infeksi virus.

Sehingga untuk memberantas dan kewaspadaan terhadap DBD adalah kewaspadaan terhadap perkembangbiakan dan gigitan nyamuk.

Para pemudik telah meninggalkan rumahnya hingga waktu seminggu atau lebih. Rumah yang ditinggalkan tentu tidak ada yang membersihkan lingungan dan pekarangannya selama itu.

Dengan memahami waktu dan pola perkembangbiakan nyamuk Aedes spp, membersihkan rumah yang intens sebelum mudik tidak bisa manjadi jaminan bahwa rumah itu bebas dari risiko saat kembali nanti.

Pekarangan rumah yang tidak dibersihkan selama seminggu atau lebih, maka sudah ribuan telur dan jentik nyamuk yang berkembang. Oleh karena itu, bagi para pemudik yang telah kembali lagi ke rumahnya, perlu membersihkan segera pekarangan rumahnya, dengan fokus terhadap adanya genangan air di pada plastik-plastik bekas, dedaunan, dan tempat-tempat lainnya. (*)

*/ dr.Hardisman, MHID, PhD; Ketua Program Pascasarjana Kesmas Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK-Unand), Padang. Email: hardisman@fk.unand.ac.id.

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Reza s.
Tag: indonesia,kesehatan,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Untuk Tertib Beralu Lintas, Dishub Padang Panjang Lakukan Hal Ini

Untuk Tertib Beralu Lintas, Dishub Padang Panjang Lakukan Hal Ini

PADANG PANJANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang Panjang menggelar Sosialisasi Ketertiban Lalu Lintas dan...

Pengiriman TKI Ke Luar Negeri, Kepala Dinas Perdaginnaker Pasaman : Jangan Berangkat Sebelum Siap

Pengiriman TKI Ke Luar Negeri, Kepala Dinas Perdaginnaker Pasaman : Jangan Berangkat Sebelum Siap

PASAMAN - Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman yang bekerja sama dengan Balai Pelayanan...

Begini Cara SAT Kota Sawahlunto Untuk Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

Begini Cara SAT Kota Sawahlunto Untuk Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

SAWAHLUNTO - Silo Adventur, tim yang awalnya bergerak di bidang Pecinta Alam, berhubung karena musim hujan yang...

Jumbara PMR Se-Sumbar di Bukittingi Libatkan KSR Unit Perguruan Tinggi

Jumbara PMR Se-Sumbar di Bukittingi Libatkan KSR Unit Perguruan Tinggi

BUKITTINGGI - Panitia kegiatan Jumpa Bhakti dan Gembira (Jumbara) Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat Palang Merah...

Istri Rektor Universitas Ekasakti Padang Bertarung di Subang Jawa Barat, Ini Sepak Terjang Teh Neng

Istri Rektor Universitas Ekasakti Padang Bertarung di Subang Jawa Barat, Ini Sepak Terjang Teh Neng

TOKOH -- Sunengsih,ST panggilan akrabnya Teh Neng Lahir di Pilang Sari Desa Pamanukan Udik, kini Desa Pamanukan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media