Sunday, 23 Sep 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Solok

Polisi Ciduk Pembuat dan Pengedar Uang Palsu di Solok, 2 dari 4 Tersangka Masih di Bawah Umur

Selasa, 03 Juli 2018 - 21:58:30 WIB - 1233
Polisi Ciduk Pembuat dan Pengedar Uang Palsu di Solok, 2 dari 4 Tersangka Masih di Bawah Umur
Jumpa pers Polres Solok Kota bersama 4 tersangka, Senin (2/7).


SOLOK - Jaringan pembuat dan pengedar uang palsu berhasil dibekuk jajaran Polres Solok Kota, Minggu (1/7) sekitar pukul 16.00. 4 orang pria yang diduga tersangka pelaku tindak pidana pemalsuan uang rupiah tersebut 2 diantaranya merupakan anak di bawah umur.

4 pelaku memiliki peran masing-masing dalam pembuat dan pengedar uang palsu seperti, AF (17) dan JF (15) yang tangkap di Tanjung Ampalu, Kelurahan Limo Koto, Kecamatan Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung memiliki peran sebagai pemalsu uang dan memotong uang palsu, menyimpan serta mengedarkan.

Sementara FA (18) dan TA (20) yang ditangkap di Ampang Kualo, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok memiliki peran mengedarkan hasil cetakan uang palsu dari AF dan memotong uang palsu, menyimpan serta mengedarkan.

Kapolres Solok Kota AKBP. Dony Setiawan SIK MH, saat press rilis di ruangan mako polres, Senin (2/7) mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan laporan polisi LP/149/B/VII/2018/Polres Solok Kota tanggal 01 Juli 2018, tentang pengedaran uang palsu.

Dony mengatakan, tersangka mencetak uang palsu dengan cara mencari lewat internet gambar uang pecahan Rp. 100,000,- menggunakan handphone. Kemudian gambar tersebut dipindahkan ke PC lalu diolah dengan software microsoft word dengan cara disesuaikan ukurannya.

"Ukuran uang diperoleh juga dari internet. Setelah itu dicetak di kertas HVS menggunakan printer dan dipotong sesuai dengan ukuran cetakan. Kemudian uang palsu tersebut digunakan dengan cara berbelanja di warung-warung secara berpindah-pindah," papar Dony.

Dony mengatakan, motif tersangka (alan) termotivasi karena cerita temannya yang telah lebih dahulu mencetak uang palsu dan mengedarkannya sehingga tersangka tertarik untuk mencoba mencetak uang palsu dan mengedarkannya.

"Saat penangkapan, diamankan barang bukti berupa 1 unit PC, Printer Canon iP2770, BB uang palsu Rp. 500.000,- (dari TKP warung tempat tersangka belanja rokok), BB uang hasil kembalian dari belanja di warung Rp. 362.000,-, BB uang Palsu Rp. 16.900.000,- (dari tersangka Alan). BB uang palsu Rp. 1.000.000,- dari rumah tersangka A (DPO)," jelas Dony.

Lebih lanjut Dony mengatakan, tersangka terjerat Pasal 36 ayat 1 dan ayat 3 UURI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman 10 hingga 15 Tahun Penjara, dengan denda 10 sampai 50 Milyar. (Del/Nal/Putra/AMOI)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana
Tag: daerah,hukum,kriminal,metro,solok,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kontingen PMI Sumbar Kirim 77 orang pada TKRN ke VI tahun 2018

Kontingen PMI Sumbar Kirim 77 orang pada TKRN ke VI tahun 2018

BUKITTINGGI - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat sesuai dengan program kerja secara nasional dan...

Kunjungi Kantor GDM Sumbar, PCIM Taiwan Sharing Informasi Beasiswa

Kunjungi Kantor GDM Sumbar, PCIM Taiwan Sharing Informasi Beasiswa

PADANG -- Mengecap pendidikan gratis di luar negeri adalah impian banyak orang. Namun, silaunya pesona negara-negara...

Nilai Rupiah Anjlok, Jokowi Akhirnya Buka Suara

Nilai Rupiah Anjlok, Jokowi Akhirnya Buka Suara

NASIONAL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) disebabkan...

Expedisi Pesan Muhammadiyah dari Ranah Minang

Expedisi Pesan Muhammadiyah dari Ranah Minang

PADANG PANJANG - Memasuki hari kedua perjalanan expedisi Pesan Muhammadiyah dari Ranah Minang, banyak dibumbui cerita...

 Padang Panjang Deklarasikan Pemilu Damai

Padang Panjang Deklarasikan Pemilu Damai

PADANG PANJANG - Unsur Ormas dan Partai Politik (parpol) mendeklarasikan pemilu damai pada Focus Group Discussion (FGD)...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media