Thursday, 27 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Seni Budaya

Tradisi Unik Tolak Bala Bakaua Bukit Batu Basi Tanah Datar

Senin, 09 Juli 2018 - 19:33:29 WIB - 1530
Tradisi Unik Tolak Bala Bakaua Bukit Batu Basi Tanah Datar
Tradisi Bakaua, Tanah Datar, Sumatera Barat (Foto: Dok. Istimewa)


TANAH DATAR - Tradisi tolak bala di Indonesia bukan merupakan hal yang baru. Ada banyak sekali tradisi tolak bala lainnya yang dianggap mampu untuk menghilangkan bala yang dilakukan menurut kebudayaan dan kepercayaan masyarakat. Salah satu tradisi tolak bala yang terkenal di Indonesia saat ini adalah pada masyarakat bali. Tradisi buang sial masyarakat Bali dilakukan dengan menggunakan Sajen dan ditaburkan pada tempat dan tujuan sial yang ingin dibuang. Pada umumnya tradisi tolak bala di Indonesia dilakukan selepas acara panen pertanian, kelahiran hingga saat melakukan perjalanan.

Berbeda dari tradisi tolak bala dari daerah lainnya, Nagari Nigo Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar, merupakan rasa syukur kepada sang pencipta di atas sebuah bukit bernama Batu Basi atau Tabasi yang mereka sebut tradisi Bakaua. Tradisi Bakaua dilakukan setiap tahun, akan tetapi dalam dua tahun terakhir tradisi Bakaua baru dapat dilaksanakan sekarang. Tiga wujud kebudayaan menurut bapak Koentjaraningrat yaitu sistem ide/gagasan, tindakan/prilaku dan hasil karya. Di dalam tradisi bakaua terdapat nilai yang diyakini dan dianggap sebagai suatu keharusan yang menjadi kebiasaan masyarakat Nagari Tigo Koto.

Menurut Wali Nagari Tigo Koto Muhammad Hatta, Tradisi Bakaua dilakukan dengan tujuan untuk meminta kepada yang maha kuasa agar dilancarkan proses pertanian masyarakat Nagari Tigo Koto yang cukup bergantung kepada cuaca. Seluruh lapisan masyarakat mulai dari setiap wali jorong, pemuda bahkan ibu-ibu pengajian turut hadir mensukseskan acara tersebut. Masyarakat harus mendaki bukit batu basi yang sangat tinggi agar sampai dipuncak. Selama di perjalanan setiap orang dianjurkan untuk memotong sebuah ranting pohon kecil dan ditancapkan disebuah batu besar dengan membacakan niat didalam hati.

Menurut pemuda setempat, hal ini dilakukan agar tidak tersesat saat pulang dari bukit batu basi dan sebagai bentuk penghormatan. Sesampainya di puncak bukit batu basi, masyarakat disuguhkan dengan keindahan alam Danau Singkarak yang terlihat jelas dari puncak bukit tabasi.

Bukit Batu Basi terletak bersebelahan dengan gunung marapi, menurut legenda masyarakat, dulu bukit batu basi lebih tinggi dari pada gunung marapi. Bukit Batubasi bertengkar (Bacakak) dengan gunung merapi dan kalah sehingga kepala dari bukit batu basi terlempar ke tempat lain. Sehingga sekarang bukit batu basi tidak setinggi Gunung Marapi lagi. Tidak ada yang tahu apa maksud dari legenda tersebut. Yang jelas itu adalah sebuah cerita yang turun temurun yang Cuma ada pada masarakat nagari tigo koto.

Di atas Bukit Batu Basi, masyarakat nagari tigo koto bergotong royong menyemblih beberapa ekor kambing dan langsung dimasak. Acara dibuka dengan penyampaian kata sambutan wali nagari, tausiyah dari ustadz, berdoa bersama dan tahlilan meminta kepada yang maha kuasa menurut kepercayaan umat Islam. Selanjutnya acara ditutup dengan makan bersama. Sangat terlihat jelas kebersamaan yang dilihatkan oleh masyarakat Nagari Tigo Koto dalam mentaati tradisi dan kebudayaan yang menjadi rutinitas dan identitas mereka. (Redo Septika/KKN Unand)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: daerah,metro,minangkabau,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat,tanah-datar,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

MTQ Ke-38 Sumbar 2019 di Kota Solok, Pessel Optimis Meraih Empat Besar

MTQ Ke-38 Sumbar 2019 di Kota Solok, Pessel Optimis Meraih Empat Besar

PESISIR SELATAN - Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Hendrajoni secara resmi mengukuhkan dan sekaligus melepas khafilah...

15 Hari Sakit dan Terlantar di Mentawai, Nelayan Asal Tapanuli Dapat Bantuan Berobat Dari Polisi

15 Hari Sakit dan Terlantar di Mentawai, Nelayan Asal Tapanuli Dapat Bantuan Berobat Dari Polisi

MENTAWAI - Seorang nelayan Burhan Barus (64) asal Tapanuli Tengah Sumatera Utara, mengalami sakit yang sudah 15 hari...

Halal Bi Halal Bersama ASN, Wakil Ketua DPRD Mentawai: Mari Kita Saling Intropeksi Diri

Halal Bi Halal Bersama ASN, Wakil Ketua DPRD Mentawai: Mari Kita Saling Intropeksi Diri

MENTAWAI - "Mari kita saling intropeksi diri, dalam moment bulan suci Ramadan yang sudah berlalu serta dalam hal...

Bupati Sidak, Kehadiran ASN di Solsel Memuaskan

Bupati Sidak, Kehadiran ASN di Solsel Memuaskan

SOLOK SELATAN - Hari pertama masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di...

Kaca Mobil Dinas Pemko Padang Dipecahkan Saat Hadiri MTQ di Solok, Sejumlah Barang Raib

Kaca Mobil Dinas Pemko Padang Dipecahkan Saat Hadiri MTQ di Solok, Sejumlah Barang Raib

SOLOK -- Pelaksanaan Musabaqah Tiwatil Quran (MTQ) ke XXXVIII Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Solok diwarnai...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media