Saturday, 16 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Sebanyak 936 Pendekar dari Empat Negara Ikuti Festival Silat International di Padang

Kamis, 12 Juli 2018 - 22:00:36 WIB - 619
Sebanyak 936 Pendekar dari Empat Negara Ikuti Festival Silat International di Padang
Peserta berlaga FSI 2018 di Kyriad bumi minang, Kamis (11/7)


PADANG - Sebanyak 936 pendekar dari 4 negara berlaga dalam Festival Silat Internasional II di Hotel Kyriad Bumi Minang, Padang, Sumatera Barat, 11-15 Juli 2018.

"Keempat negara tersebut, yakni Malaysia, Singapura, Jepang, Suriname dan Indonesia dengan enam provinsi," kata Kadispora Sumbar Adib Alfikri.

Adib Alfikri menyebutkan Festival Silat Internasional itu tidak hanya mempertandingkan tingkat negara saja namun juga kelas di bawahnya, seperti tingkat kota dan kabupaten serta provinsi.

Lanjutnya, FSI merupakan ruang bagi pesilat dari Tanah Minang untuk mengembalikan lagi muruah silat yang berasal dari Sumbar. Pemprov Sumbar juga merestui agar ajang yang sudah dua kali diadakan ini bisa dijadikan festival tahunan.

Menurutnya, Festival Silat Internasional 2018 ini bisa menjadi alat promosi dan kalender rutin Sumatera Barat untuk mengenalkan budaya dan potensi pariwisata Sumatra Barat. Dalam penyelenggaraan FSI tahun-tahun mendatang, panitia juga berencana mengundang lebih banyak peserta dari negara yang lebih beragam.

"Kita kabarkan pada dunia bahwa di sinilah silat itu berasal. Di sinilah Silek-Silek Tuo itu berasal," pungkasnya

Secara khusus, kata dia, perhelatan Festival Silat Internasional untuk menarik animo masyarakat mencintai olahraga bela diri tradisional Indonesia.

Terlebih, katanya, beberapa nagari di Kota Padang cukup memiliki nama dalam perkembangan dunia persilatan.

Dia mengharapkan ajang itu membangkitkan kembali pencak silat di Kota Padang yang mulai tergerus oleh zaman.

"Bagi atlet, kedatangan pesilat dunia seperti dari Suriname, Singapura dan Malaysia tentu akan menambah pengalaman dan latih tanding yang sepadan," ujarnya.

Khusus bagi Padang, katanya, tentu dapat dijadikan persiapan untuk menghadapi ajang olahraga lainnya, misal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), porwil, dan PON.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Erizal Chaniago menuturkan, FSI pada prinsipnya bukan sebagai ajang kompetisi. Ajang ini lebih bersifat sebagai gelanggang untuk memperkenalkan berbagai aliran silat yang ada, baik dari Nusantara atau dari mancanegara.

"Ini adalah festival, bukan perlombaan. Gelanggang ini dibuat untuk silat-silat ini bisa dikenal banyak orang dan tidak punah," ujarnya.

Ia juga mengajak pesilat dari luar negeri untuk memanfaatkan momentum ini untuk mengenal kembali tanah kelahiran silat. Menurutnya, ratusan aliran silat dari Tanah Minang dan daerah lain di Indonesia kemudian berkembang ke daerah dan negara lain. (RI)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,internasional,nasional,padang,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gempa 6, 0 SR Goyang Mentawai, Masyarakat Cari Tempat yang Lebih Aman

Gempa 6, 0 SR Goyang Mentawai, Masyarakat Cari Tempat yang Lebih Aman

MENTAWAI -- Gempa berkekuatan magnitudo 6.0 Skala Richter mengguncang warga Kabupaten Kepulauan Mentawai berturut...

BNPB dan BMKG Sumbar Akan Bawa Pakar ke Kepulauan Mentawai

BNPB dan BMKG Sumbar Akan Bawa Pakar ke Kepulauan Mentawai

MENTAWAI - Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabelekake, pimpin rapat persiapan kunjungan Kepala Badan Nasional...

Polisi Bekuk 3 Pencuri Toko di Sungai Tarab Tanah Datar

Polisi Bekuk 3 Pencuri Toko di Sungai Tarab Tanah Datar

TANAH DATAR - Satu unit toko foto copy dibobol maling di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 Jorong Sungai Tarab,...

Wartawan Bukittinggi Sepakat, Pendestrian Taman Jam Gadang Bersih Dari PKL

Wartawan Bukittinggi Sepakat, Pendestrian Taman Jam Gadang Bersih Dari PKL

BUKITTINGGI - Jam Gadang yang merupakan kebanggaan Kota Bukittinggi dan ikon kota wisata Bukittinggi, kini menampakkan...

Terkait Kasus Pengrusakan Hutan Magrove di Mandeh, Bupati Pessel: Ada Permainan Apa Ini??

Terkait Kasus Pengrusakan Hutan Magrove di Mandeh, Bupati Pessel: Ada Permainan Apa Ini??

PESISIR SELATAN - Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Hendrajoni, meminta keseriusan kepada pihak penegak hukum untuk...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media