Sunday, 23 Sep 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Pemerintah Akuisisi Saham Freeport, Fahri Hamzah: Tidak Usah Gagah-gagahan

Jumat, 13 Juli 2018 - 18:50:38 WIB - 327
Pemerintah Akuisisi Saham Freeport, Fahri Hamzah: Tidak Usah Gagah-gagahan
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Dok. Istimewa)


POLITIK - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta pemerintah transparan soal pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia senilai Rp55 triliun. Ia khawatir akuisisi sebagian besar saham itu tidak menguntungkan Indonesia.

"Sebelum pemerintah bikin pengumuman, lebih baik dijelaskan dahulu secara transparan ini yang beli siapa," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/7) dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Fahri mempertanyakan sumber uang yang digunakan oleh pemerintah untuk membeli saham PT Freeport Indonesia. Ia yakin sumber uang divestasi bukan dari APBN dan PT Inalum (Persero).

Berkaca dari divestasi sebelumnya, ia khawatir sumber uang berasal dari pihak swasta yang masih terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia.

Fahri menyebut pemerintah pernah melakukan divestasi terhadap perusahaan batu bara dan tambang emas, yakni PT Newmont Nusa Tenggara. Langkah itu, sebut Fahri memiliki masalah karena proses divestasi tidak transparan.

Fahri menduga pembelian 51 persen saham Freeport bukan bagian dari divestasi. Ia melihat hal tersebut hanya upaya pengalihan saham swasta mengatasnamakan pemerintah.

"Jadi jangan bikin pengumuman pencitraan begitu. Tapi bikin pengumuman struktur sahamnya itu sekarang punya siapa saja. Kemudian diagunkan ke siapa dan seterusnya," ujarnya.

Di sisi lain, politisi PKS ini menegaskan masyarakat berhak mengetahui skema divestasi saham PT Freeport Indonesia. Ia berharap pemerintah tidak membohongi masyarakat demi pencitraan.

"Tidak usah gembar-gembor dan gagah-gagah divestasi 51 persen. Jujur sajalah. Kalau saya, terus terang kejujuran itu jauh lebih penting dari pada nanti jadi masalah," ujar Fahri.

Pemerintah melalui PT Inalum (Persero) pada Kamis (12/7), merogoh kocek US$3,85 miliar atau setara Rp55 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dolar AS) untuk menggenggam 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Sebanyak 11 bank telah menyatakan komitmennya untuk memberikan pinjaman kepada PT Inalum (Persero) untuk merampungkan transaksi divestasi. Porsi pinjaman rencananya akan dibagi rata sesuai nilai divestasi. (cn)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/CNN Indonesia
Tag: ekonomi,hukum,indonesia,legislator,metro,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tekan Angka Kecelakaan Lalin, 3 Satuan Lakukan Ramp Check Bus di Terminal Jati Pariaman

Tekan Angka Kecelakaan Lalin, 3 Satuan Lakukan Ramp Check Bus di Terminal Jati Pariaman

PARIAMAN - Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pariaman yang dikomandoi AKP. Dwi Yulianto bersama gabungan...

Telan Sabu Saat Penggerebekan, Pria Tanah Datar ini Dilarikan ke RS dan Akhirnya Meninggal Dunia

Telan Sabu Saat Penggerebekan, Pria Tanah Datar ini Dilarikan ke RS dan Akhirnya Meninggal Dunia

TANAH DATAR - Berawal dari Informasi masyarakat, Satuan Narkoba Polres Tanah Datar berhasil mengamankan terduga...

Pasaman Jadi Titik Singgah Kirab Pemuda INDONESIA 2018, Ajang Pemuda untuk Unjuk Gigi

Pasaman Jadi Titik Singgah Kirab Pemuda INDONESIA 2018, Ajang Pemuda untuk Unjuk Gigi

PASAMAN -- Kabupaten Pasaman diamanahkan menjadi tuan rumah pelaksanaan Event Nasional Pemuda 34 Provinsi Kirab budaya...

Erik Thohir jadi Ketua Timses Jokowi-Maruf Amin, Ini Kata Fadli Zon

Erik Thohir jadi Ketua Timses Jokowi-Maruf Amin, Ini Kata Fadli Zon

POLITIK - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menjelaskan, pemilihan Erick Thohir sebagai ketua tim sukses...

Ketua Pemuda Sumbar Muhayatul Beri Materi PKKMB di Kampus Akper Aisyiyah

Ketua Pemuda Sumbar Muhayatul Beri Materi PKKMB di Kampus Akper Aisyiyah

PADANG -- Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat, Muhayatul kembali mendapatkan kesempatan menjadi pembicara pada...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media