Saturday, 16 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Pemerintah Akuisisi Saham Freeport, Fahri Hamzah: Tidak Usah Gagah-gagahan

Jumat, 13 Juli 2018 - 18:50:38 WIB - 429
Pemerintah Akuisisi Saham Freeport, Fahri Hamzah: Tidak Usah Gagah-gagahan
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Dok. Istimewa)


POLITIK - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta pemerintah transparan soal pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia senilai Rp55 triliun. Ia khawatir akuisisi sebagian besar saham itu tidak menguntungkan Indonesia.

"Sebelum pemerintah bikin pengumuman, lebih baik dijelaskan dahulu secara transparan ini yang beli siapa," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/7) dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Fahri mempertanyakan sumber uang yang digunakan oleh pemerintah untuk membeli saham PT Freeport Indonesia. Ia yakin sumber uang divestasi bukan dari APBN dan PT Inalum (Persero).

Berkaca dari divestasi sebelumnya, ia khawatir sumber uang berasal dari pihak swasta yang masih terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia.

Fahri menyebut pemerintah pernah melakukan divestasi terhadap perusahaan batu bara dan tambang emas, yakni PT Newmont Nusa Tenggara. Langkah itu, sebut Fahri memiliki masalah karena proses divestasi tidak transparan.

Fahri menduga pembelian 51 persen saham Freeport bukan bagian dari divestasi. Ia melihat hal tersebut hanya upaya pengalihan saham swasta mengatasnamakan pemerintah.

"Jadi jangan bikin pengumuman pencitraan begitu. Tapi bikin pengumuman struktur sahamnya itu sekarang punya siapa saja. Kemudian diagunkan ke siapa dan seterusnya," ujarnya.

Di sisi lain, politisi PKS ini menegaskan masyarakat berhak mengetahui skema divestasi saham PT Freeport Indonesia. Ia berharap pemerintah tidak membohongi masyarakat demi pencitraan.

"Tidak usah gembar-gembor dan gagah-gagah divestasi 51 persen. Jujur sajalah. Kalau saya, terus terang kejujuran itu jauh lebih penting dari pada nanti jadi masalah," ujar Fahri.

Pemerintah melalui PT Inalum (Persero) pada Kamis (12/7), merogoh kocek US$3,85 miliar atau setara Rp55 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dolar AS) untuk menggenggam 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Sebanyak 11 bank telah menyatakan komitmennya untuk memberikan pinjaman kepada PT Inalum (Persero) untuk merampungkan transaksi divestasi. Porsi pinjaman rencananya akan dibagi rata sesuai nilai divestasi. (cn)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/CNN Indonesia
Tag: ekonomi,hukum,indonesia,legislator,metro,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

SMA Negeri 1 Padang Panjang Terus Menggelar Batik Biru Tiap Tahun, Ternyata Ini Tujuannya

SMA Negeri 1 Padang Panjang Terus Menggelar Batik Biru Tiap Tahun, Ternyata Ini Tujuannya

PADANG PANJANG - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 1 Padang Panjang kembali gelar kegiatan Batik Biru di Hall SMAN...

PMI Kota Bukittinggi Jalin Kerjasama Dengan Disdukcapil, Ini Respon PMI Sumbar

PMI Kota Bukittinggi Jalin Kerjasama Dengan Disdukcapil, Ini Respon PMI Sumbar

BUKITTINGGI - Pelaksana Tugas disingkat (Plt) Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat, Drs. Aristo...

Event Akbar Funtastic Fest Pekalongan 2019 dan Launching Netzme

Event Akbar Funtastic Fest Pekalongan 2019 dan Launching Netzme

JAKARTA -- PT. Netzme Kreasi Indonesia menggelar Funtastic Fest Pekalongan 2019 berkonsep #SugihBarengNetzme sekaligus...

Sukseskan MRSF 2019, Polres Padang Panjang Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

Sukseskan MRSF 2019, Polres Padang Panjang Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

PADANG PANJANG - Lima Pilar Keselamatan Lalu lintas menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka kegiatan...

Polemik RUU Permusikan, Begini Kata Sang Alang Pencipta Lagu #2019GantiPresiden

Polemik RUU Permusikan, Begini Kata Sang Alang Pencipta Lagu #2019GantiPresiden

NASIONAL - Musisi sekaligus penyanyi Sang Alang berharap RUU Permusikan yang saat ini sedang diajukan oleh DPR,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media