Monday, 16 Jul 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Pemerintah Akuisisi Saham Freeport, Fahri Hamzah: Tidak Usah Gagah-gagahan

Jumat, 13 Juli 2018 - 18:50:38 WIB - 212
Pemerintah Akuisisi Saham Freeport, Fahri Hamzah: Tidak Usah Gagah-gagahan
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Dok. Istimewa)


POLITIK - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta pemerintah transparan soal pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia senilai Rp55 triliun. Ia khawatir akuisisi sebagian besar saham itu tidak menguntungkan Indonesia.

"Sebelum pemerintah bikin pengumuman, lebih baik dijelaskan dahulu secara transparan ini yang beli siapa," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/7) dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Fahri mempertanyakan sumber uang yang digunakan oleh pemerintah untuk membeli saham PT Freeport Indonesia. Ia yakin sumber uang divestasi bukan dari APBN dan PT Inalum (Persero).

Berkaca dari divestasi sebelumnya, ia khawatir sumber uang berasal dari pihak swasta yang masih terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia.

Fahri menyebut pemerintah pernah melakukan divestasi terhadap perusahaan batu bara dan tambang emas, yakni PT Newmont Nusa Tenggara. Langkah itu, sebut Fahri memiliki masalah karena proses divestasi tidak transparan.

Fahri menduga pembelian 51 persen saham Freeport bukan bagian dari divestasi. Ia melihat hal tersebut hanya upaya pengalihan saham swasta mengatasnamakan pemerintah.

"Jadi jangan bikin pengumuman pencitraan begitu. Tapi bikin pengumuman struktur sahamnya itu sekarang punya siapa saja. Kemudian diagunkan ke siapa dan seterusnya," ujarnya.

Di sisi lain, politisi PKS ini menegaskan masyarakat berhak mengetahui skema divestasi saham PT Freeport Indonesia. Ia berharap pemerintah tidak membohongi masyarakat demi pencitraan.

"Tidak usah gembar-gembor dan gagah-gagah divestasi 51 persen. Jujur sajalah. Kalau saya, terus terang kejujuran itu jauh lebih penting dari pada nanti jadi masalah," ujar Fahri.

Pemerintah melalui PT Inalum (Persero) pada Kamis (12/7), merogoh kocek US$3,85 miliar atau setara Rp55 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dolar AS) untuk menggenggam 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Sebanyak 11 bank telah menyatakan komitmennya untuk memberikan pinjaman kepada PT Inalum (Persero) untuk merampungkan transaksi divestasi. Porsi pinjaman rencananya akan dibagi rata sesuai nilai divestasi. (cn)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/CNN Indonesia
Tag: ekonomi,hukum,indonesia,legislator,metro,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

BBM Naik Lagi, Berikut Harganya Berlaku Per 1 Juli 2018

BBM Naik Lagi, Berikut Harganya Berlaku Per 1 Juli 2018

NASIONAL - PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuian harga bahan bakar khusus (BBK). Beberapa harga bahan bakar...

Diduga Slip Akibat Galian Pipa PDAM, Pengendara Motor di Bukittinggi Tewas Terlindas Truk

Diduga Slip Akibat Galian Pipa PDAM, Pengendara Motor di Bukittinggi Tewas Terlindas Truk

BUKITTINGGI - Diduga tak bisa mengendalikan laju motor akibat jalanan bekas galian pipa PDAM tidak rata. Pengendara...

Warga Tewas Tertimbun Longsor, Bupati 50 Kota Himbau Masyarakat Tetap Waspada

Warga Tewas Tertimbun Longsor, Bupati 50 Kota Himbau Masyarakat Tetap Waspada

LIMAPULUH KOTA - Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi menyikapi dan menggelar rapat kesiapan bencana di pusdalop PB...

Ratusan PNS Padang Lepas Jenazah Kadis Pangan Zalbadri ke Peristirahatan Terakhir

Ratusan PNS Padang Lepas Jenazah Kadis Pangan Zalbadri ke Peristirahatan Terakhir

PADANG - Ratusan pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Padang melepas jenazah Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Ir. Zalbadri...

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bukittinggi, Sesalkan Ucapan Kadisdikbud tentang PPDB

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bukittinggi, Sesalkan Ucapan Kadisdikbud tentang PPDB

BUKITTINGGI - Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP)...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media