Saturday, 17 Nov 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Pemerintah Akuisisi Saham Freeport, Fahri Hamzah: Tidak Usah Gagah-gagahan

Jumat, 13 Juli 2018 - 18:50:38 WIB - 371
Pemerintah Akuisisi Saham Freeport, Fahri Hamzah: Tidak Usah Gagah-gagahan
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Dok. Istimewa)


POLITIK - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta pemerintah transparan soal pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia senilai Rp55 triliun. Ia khawatir akuisisi sebagian besar saham itu tidak menguntungkan Indonesia.

"Sebelum pemerintah bikin pengumuman, lebih baik dijelaskan dahulu secara transparan ini yang beli siapa," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/7) dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Fahri mempertanyakan sumber uang yang digunakan oleh pemerintah untuk membeli saham PT Freeport Indonesia. Ia yakin sumber uang divestasi bukan dari APBN dan PT Inalum (Persero).

Berkaca dari divestasi sebelumnya, ia khawatir sumber uang berasal dari pihak swasta yang masih terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia.

Fahri menyebut pemerintah pernah melakukan divestasi terhadap perusahaan batu bara dan tambang emas, yakni PT Newmont Nusa Tenggara. Langkah itu, sebut Fahri memiliki masalah karena proses divestasi tidak transparan.

Fahri menduga pembelian 51 persen saham Freeport bukan bagian dari divestasi. Ia melihat hal tersebut hanya upaya pengalihan saham swasta mengatasnamakan pemerintah.

"Jadi jangan bikin pengumuman pencitraan begitu. Tapi bikin pengumuman struktur sahamnya itu sekarang punya siapa saja. Kemudian diagunkan ke siapa dan seterusnya," ujarnya.

Di sisi lain, politisi PKS ini menegaskan masyarakat berhak mengetahui skema divestasi saham PT Freeport Indonesia. Ia berharap pemerintah tidak membohongi masyarakat demi pencitraan.

"Tidak usah gembar-gembor dan gagah-gagah divestasi 51 persen. Jujur sajalah. Kalau saya, terus terang kejujuran itu jauh lebih penting dari pada nanti jadi masalah," ujar Fahri.

Pemerintah melalui PT Inalum (Persero) pada Kamis (12/7), merogoh kocek US$3,85 miliar atau setara Rp55 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dolar AS) untuk menggenggam 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Sebanyak 11 bank telah menyatakan komitmennya untuk memberikan pinjaman kepada PT Inalum (Persero) untuk merampungkan transaksi divestasi. Porsi pinjaman rencananya akan dibagi rata sesuai nilai divestasi. (cn)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/CNN Indonesia
Tag: ekonomi,hukum,indonesia,legislator,metro,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

TMMD ke-103 Tahun 2018 di Kabupaten Tanah Datar Resmi Ditutup

TMMD ke-103 Tahun 2018 di Kabupaten Tanah Datar Resmi Ditutup

TANAH DATAR -- Program Tentara Manunggal Membangun Desa / Nagari (TMMD/N) ke-103 tahun 2018 di wilayah Kodim 0307/TD...

Jenazah Pramugari Lion Air JT610 Shintia Melina Dimakamkan di Padang

Jenazah Pramugari Lion Air JT610 Shintia Melina Dimakamkan di Padang

PADANG - Jenazah salah satu awak kabin pesawat nahas Lion Air JT610, Shintia Melina, tiba di Kota Padang, Sumatra...

Kota Padang Diamanahkan Sebagai Tuan Rumah Munas Staf Ahli se-Indonesia

Kota Padang Diamanahkan Sebagai Tuan Rumah Munas Staf Ahli se-Indonesia

PADANG -- Pemko Padang diamanahkan Tuan Rumah event Nasional Munas Staf ahli se-Indonesia tanggal 12-15 November 2018...

Usung Konsep Mamimumemo, Go-Food Manjakan Lidah Orang Minang Selama Setahun

Usung Konsep Mamimumemo, Go-Food Manjakan Lidah Orang Minang Selama Setahun

PADANG - Mengusung konsep Mamimumemo (Pesta makan minum murah menang mobil), GO-FOOD memanjakan orang Minang di...

Sempat Hilang Kontak, Kapal Nelayan Pasaman Barat Akhirnya Ditemukan

Sempat Hilang Kontak, Kapal Nelayan Pasaman Barat Akhirnya Ditemukan

PASAMAN BARAT - Kapal nelayan 660 milik Nelayan Air Bagis, Kabupaten Pasaman Barat yang dilaporkan hilang kontak sejak...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media