Sunday, 21 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Metro

Masuknya Islam ke Nusantara Berasal dari Azerbaijan?

Selasa, 31 Juli 2018 - 21:57:04 WIB - 744
Masuknya Islam ke Nusantara Berasal dari Azerbaijan?
Komplek Pemakaman kuno di Maraza, Azerbaijan.


AZERBAIJAN - Dubes Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie yang didampingi oleh Dosen dan peneliti dari FIB UI diantaranya, Maman S. Mahayana, Bastian Zulyeno, Ghilman Assilmi, dan Chaidir Ashari. Dalam waktu dekat akan mengadakan penelitian bersama tentang kemungkinan masuknya Islam di Nusantara dari wilayah Kaukasus khususnya Azerbaijan.

Husnan Bey Fananie mengatakan, bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penelitian di Azerbaijan.

"Saya selaku Dubes RI di Azerbaijan yang dibantu para dosen dan peneliti dari FIB UI akan mengadakan penelitian tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia. Dalam hal ini yang berkaitan dengan material culture yang berada di Indonesia dan Azerbaijan. Adanya kemiripan di antara material culture di kedua negara tersebut menunjukkan kemungkinan besar pengaruh Kaukasus dalam proses masuknya Islam ke Nusantara," ungkap Husnan Bey Fananie yang juga alumni Pondok Gontor di Baku, Azerbaijan, Selasa (31/7).

Menurut Bastian yang beberapa waktu lalu sempat melakukan pre-riset, bahwa ada hubungan antara penduduk Azerbaijan dan Indonesia, hal ini dapat terlihat dari kesamaan nisan kuno yang ada di kedua wilayah negara tersebut. Khususnya yang ada di Barus dan Aceh.

"Saya sempat melakukan observasi lapangan di daerah Sundu dan Maraza, Azerbaijan. Nisan kuno yang ada di Barus dan Aceh memiliki bentuk dan karakteristik yang sama dengan yang ada di wilayah tersebut," ungkap Bastian di Jakarta, Selasa, (31/7).

Seperti diketahui pada Bulan April 2017 Presiden Jokowi sempat meresmikan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Pantai Barus.


Nisan Makam Papan Tinggi di Barus, Sumatra Utara

Hal ini dikuatkan dengan pendapat Bastian yang mengatakan jika dilihat dari material culture, nisan-nisan tersebut memiliki inskripsi dan simbol-simbol yang biasa ditulis pada nisan, yang umumnya terdapat pada pemakaman tokoh sufi atau raja-raja. Begitu juga jika dilihat dari lokasi pemakaman yang ada di atas bukit.

Diketahui bahwa masyarakat Islam Indonesia merupakan mayoritas di negerinya dan di dunia, namun sejarah masuk dan berkembangnya agama ini untuk pertama kali di wilayah ini masih menjadi bahan perdebatan.


Duta Besar RI untuk Azerbaijan memperlihatkan salah satu nisan kuno yang terdapat di Azerbaijan

Sampai kini, belum ada kesepakatan di antara para sejarawan mengenai awal kedatangan Islam serta juga asal pembawa ajaran tersebut.

Sementara ini teori-teori yang ada tentang masuknya Islam ke Nusantara atau kepulauan Indonesia, dapat dibagi menjadi dua kategori.


Salah satu Makam di Komplek Pemakaman Malikussaleh, Lhoksumawe, Aceh

Kategori pertama menyebutkan bahwa penyebaran agama Islam ke Indonesia telah terjadi pada abad ke-7 M, yang berarti hampir bersamaan dengan meluasnya kekuasaan daulah Islamiyyah di bawah kekuasaan Bani Umayyah (661-750) ke luar wilayah Jazirah Arab yang sekarang disebut sebagai "Timur-Tengah".


Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie Fananie di Komplek Pemakaman kuno Sundu, Azerbaijan

Pendukung teori pertama ini antara lain: W.P. Groeneveldt, T.W. Arnold, Syed Naquib Al-Attas, J.C. van Leur, Hamka, dan Uka Tjandrasasmita. Sedangkan kategori teori kedua mengatakan bahwa penyebaran Islam ke wilayah kepulauan Indonesia baru terjadi pada abad ke-13 M. Pendukung dari kategori teori kedua ini antara lain: C. Snouck Hourgronje, R.A. Kern, J.P. Moquette, dan Haji Agus Salim. Artinya Islam menyebar ke Nusantara pada masa Bani Abasiyyah (750-1258 M) menjadi penguasa di Timur Tengah.


Pemakaman kuno di Sundu, Azerbaijan

Dubes RI juga menambahkan, bahwa penelitian ini akan menghasilkan sebuah paradigma baru tentang sejarah masuk Islam di Indonesia, yang selama ini masih bias dan didominasi oleh teori Gujarat dan Timur Tengah.

"Kami dan tim berkeyakinan pada awal-awal kedatangan islam di Nusantara, ada wilayah lain selain Gujarat dan Timur Tengah yang ikut menyebarkan islam di Indonesia," ungkap Husnan Bey Fananie. (rel)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Reza s.
Tag: indonesia,internasional,reliji,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kemendikbud RI Jakarta Supervise Pelaksanaan UNBK di SMAN 3 Teladan Bukittinggi

Kemendikbud RI Jakarta Supervise Pelaksanaan UNBK di SMAN 3 Teladan Bukittinggi

BUKITTINGGI - Guna memonitor pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di setiap daerah, Direktorat Pembinaan...

Ada Isu Money Politik, Bawaslu Kota Pariaman Konfirmasi ke Panwascam

Ada Isu Money Politik, Bawaslu Kota Pariaman Konfirmasi ke Panwascam

PARIAMAN - Patroli Money Politik pada Selasa malam (16/04) Kordiv Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kota Pariaman...

Spesifikasi dan Harga Laptop Asus Terbaru yang Sayang Kamu Lewatkan

Spesifikasi dan Harga Laptop Asus Terbaru yang Sayang Kamu Lewatkan

TEKNOLOGI - Kamu yang mahasiswa atau yang sudah bekerja, laptop tentu menjadi perangkat yang penting untuk aktivitas...

KPU Mentawai Mulai Melakukan Pendistribusian Logistik Untuk Pelaksanaan Pemilu 17 April Mendatang

KPU Mentawai Mulai Melakukan Pendistribusian Logistik Untuk Pelaksanaan Pemilu 17 April Mendatang

MENTAWAI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Mentawai, mulai melakukan pendistribusian logistik untuk...

Rangkul Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Pasaman Gelar Pentas Seni dan Lomba Jingle Pemilu

Rangkul Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Pasaman Gelar Pentas Seni dan Lomba Jingle Pemilu

PASAMAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman terus gencar Mensosialisasikan Pemilu Tahun 2019, termasuk...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media