Wednesday, 12 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Din Syamsuddin: Saya Diutus Presiden ke Sumbar Terkait Islam Nusantara itu Fitnah yang Keji

Rabu, 01 Agustus 2018 - 09:09:13 WIB - 10472
Din Syamsuddin: Saya Diutus Presiden ke Sumbar Terkait Islam Nusantara itu Fitnah yang Keji
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Din Syamsuddin. (Foto :Dok. Istimewa)


JAKARTA - Menyikapi tulisan viral di medsos beberapa waktu lalu, yang menyebutkan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Prof. Dr. Din Syamsuddin akan berkunjung ke Sumatra Barat sebagai utusan pemerintah untuk memberikan penjelasan terkait pernyataan sebelumnya tentang Islam Nusantara, akhirnya Din Syamsuddin angkat bicara.

Bahkan di tulisan yang viral tersebut, salah seorang ulama dari Sumatera Barat memberikan nasihat yang harus diketahui oleh Din Syamsuddin sebelum berangkat ke Sumatera Barat.

Dalam pesan Whatapps, Rabu (1/8), Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Din Syamsuddin mengatakan, "Bahwa saya diutus ke Sumbar adalah fitnah yang keji dan lebih kejam dari pembunuhan. Saya tidak pernah diutus dan tidak akan diutus oleh siapapun ke sana, dan saya tidak punya agenda ke Sumbar dalam waktu dekat ini," kata Din.

"Hal itu sengaja dipolitisasi oleh kelompok yang punya kepentingan politik tertentu. Sikap dan pandangan saya tentang bagaimana menyikapi Islam Nusantara oleh NU adalah dalam konteks ukhuwah sesuai dengan Etika Ukhuwah Islamiyah yang sudah disepakati oleh Dewan Pertimbangan MUI. Silakan umat mau menerima atau tidak menerimanya, tetapi jangan dipolitisasi. Syukran. Salam takzim, Din Syamsuddin/Ketua Dewan Pertimbangan MUI," tegasnya.

Sebelumnya beredar viral di medsos tulisan yang bunyinya sebagai berikut:

Din Syamsudin, Tuan Kami Tunggu!:

Pernyataan Paga Nagari Sumbar Tentang Kedatangan Tuan Din Syamsudin ke Sumbar

Dari berbagai Berita Media Tuan yth akan datang ke Sumbar untuk berupaya meyakinkan masyarakat Minangkabau supaya menerima Islam Nusantara (Inus). Kedatangan Tuan oleh media dinyatakan sebagai utusan Presiden Joko Widodo sesuai dengan jabatan Tuan saat ini.

Tuan Din Syamsudin, sebelum Tuan datang, maka ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada Tuan.

Pertama, bahwa penolakan terhadap Islam Nusantara sebagaimana halnya telah dinyatakan oleh Ketua MUI Buya Gusrizal Gazahar kami dukung sepenuhnya dengan jiwa raga kami, karena telah sangat sesuai dengan hati nurani masyarakat kami, sesuai dengan keyakinan kami dan filosofi adat istiadat kami di Minangkabau.

Kedua, oleh karena pernyataan MUI Sumbar menolak Islam Nusantara adalah hasil musyawarah yang telah melibatkan seluruh MUI kabupaten/kota di Sumbar maka kami menganggap itu adalah keputusan masyarakat Minangkabau secara keseluruhan, karena urusan agama ini kami percayakan pada ulama-ulama kami, Pitaruah indak baunian, pasan indak baturuik, picayo laia jo batin, sumpah Satiah rang Minangkabau.

Ketiga, setiap tamu yang datang akan kami sambut dan tunggu dengan penuh penghormatan. Tapi kalau tujuan mau merusak kesepakatan dan hasil.musyawarah serta merendahkan ulama-ulama kami atau berusaha memecah belah ulama dan ummat kami, maka tamu tersebut kami usir dan persilakan keluar dari Minangkabau.

Keempat, pernyataan Tuan di media yang menyebutkan bahwa tuan percaya masih ada ulama Sumbar yang menerima Islam Nusantara ini, maka kami melihat pernyataan Tuan inilah sesungguhnya yang berpotensi memecah belah ummat dan ulama di Minangkabau, maka sebelum Tuan datang pernyataan itu seharusnya dicabut terlebih dahulu.

Kelima, Tuan mungkin belum paham dengan Filosofi Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai, dan juga belum paham dengan sejarah nama Minangkabau yang berasal dengan kata Almukminan Kan Nabawi. Karena itu, jangan gegabah datang ke Minangkabau sesuai pepatah Minangkabau bajalan.paliharo kaki, bakato paliharo lidah, tatumbuak biduak dikelokkan, tatumbuak kato dipikiakan.

Padang, 31 Juli 2018
Ketua Paga Nagari Sumbar
Ibnu Aqil D. Ghani

(RI)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: bukittinggi,indonesia,metro,nasional,padang,sumatra-barat,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Seorang Pria Warga Pasaman Ditemukan Gantung Diri Di Pohon Jengkol

Seorang Pria Warga Pasaman Ditemukan Gantung Diri Di Pohon Jengkol

PASAMAN - Masyarakat Kampung Paya Beringin, Nagari Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman digegerkan dengan...

Ini Yang Dilakukan Kodim 0307/TD Dalam Rangka Hari Juang Kartika Tahun 2018

Ini Yang Dilakukan Kodim 0307/TD Dalam Rangka Hari Juang Kartika Tahun 2018

PADANG PANJANG - Dalam Rangka Hari Juang Kartika Tahun 2018, Kodim 0307/TD gelar Bakti Sosial Donor Darah bagi unsur...

Lagi Asyik Tidur, Warga Mentawai Terbangun karena Ranjang Digoyang Gempa

Lagi Asyik Tidur, Warga Mentawai Terbangun karena Ranjang Digoyang Gempa

MENTAWAI -- Gempa berkekuatan 5, 2 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu, ...

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP  Padang Sita Miras Tanpa Izin Edar

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Padang Sita Miras Tanpa Izin Edar

PADANG -- Jelang Natal dan Tahun baru, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar operasi penyakit masyarakat...

Cegah Longsor, Kodim 0305 Pasaman Lakukan Hal Ini

Cegah Longsor, Kodim 0305 Pasaman Lakukan Hal Ini

PASAMAN - Sebanyak 150 batang pohon Mahoni dan Surian ditanam personil Koramil 04/Bonjol, Kodim 0305 Pasaman bersama...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media