Monday, 10 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Tanah Datar

Pers Rilis IAIN Batusangkar, Terkait Isu Islam Nusantara Akan Melakukan Konfrensi Internasional

Kamis, 02 Agustus 2018 - 14:14:28 WIB - 4685
Pers Rilis IAIN Batusangkar, Terkait Isu Islam Nusantara Akan Melakukan Konfrensi Internasional
Brosur Batusangkar International Conference III Iain Batusangkar.


TANAH DATAR - Terkait maraknya isu yang beredar tentang akan digelar Konfrensi Interasional tentang Islam Nusantara diberbagai media sosial dan pembicaraan masyarakat.

Maka pada Kamis (2/8/2018) Ketua Panitia kegiatan BIC III DR.Risman Bustamam secara resmi menyerahkan pers Rilisnya kepada Minangkabaunews untuk dapat dipublikasikan.

Hal-hal yang perlu kami jelaskan dari penyelenggara kegiatan BIC III yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada 15-16 Oktober 2018., maka sehubungan dengan beredarnya isu dan provokasi di media sosial semisal Facebook, Whatshaps, dan lainnya sebagai berikut:

1.Bahwa (Kelompok) Islam Nusantara akan mengadakan Konfrensi Internasional di IAIN Batusangkar adalah tidak benar.

2.Bahwa tujuan acara Konferensi Islam Nusantara tersebut adalah untuk menyudutkan MUI Sumatera Barat dan Ulama "kita" di ranah Minang.

3.Bahwa Konfrensi Internasional (kelompok) Islam Nusantara yang dimaksud pihak-pihak tidak bertanggungjawab tersebut adalah Acara Batusangkar International Conferences disingkat BIC III di IAIN Batusangkar.

4.Bahwa ada pihak atau tokoh yang secara sepihak menuduh dan menuding acara BIC III di IAIN Batusangkar itu sebagai bagian dari bentuk pemaksaan kehendak, pemikiran, dan gagasan Islam Nusantara kepada pihak-pihak yang tidak mengetahui dan tidak menginginkannya.

5.Bahwa ada pihak atau tokoh yang menyatakan keberadaan Bapak Prof.Dr.H.Din Syamsuddin, MA dan Prof.Dr.Mahfudh, MD, SH, MH sebagai narasumber dalam BIC III adalah bukti acara ini adalah acara Islam Nusantara yang ingin mengganggu sikap MUI Sumatera Barat tentang Islam Nusantara, lalu meminta tokoh tersebut membatalkan dan atau mengurungkan niat untuk datang dan menjadi narasumber pada acara BIC III, jika tidak akan dilakukan tindakan pencegahan atas mereka yang dinilai akan merusak falsafah Minangkabau; Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabulllah, dan menganggu "kami".

6.Bahwa atas dasar beberapa poin isu yang dikembangkan di atas, lalu ada pihak-pihak yang merespon, dengan mengajak mahasiswa, ulama, serta masyarakat Sumatera Barat dan Minang untuk demo besar-besaran terhadap acara dimaksud. Tidak diketahui maksud ajakan demo besar-besar itu, apakah untuk mengacaukan atau untuk menggagalkannya.

7.Bahwa atas atas dasar beberapa poin isu yang dikembangkan di atas, juga ada pihak-pihak yang seakan me-warning pihak Hotel Emmersia Batusangkar agar memikirkan kembali baik buruknya menjadi tempat acara BIC III.

8.Bahwa sebagian warganet yang tidak tahu hal yang sebenarnya, banyak yang ikut-ikutan dalam; menuding BIC III, menyebarkan isu, menyebarkan ajakan demontrasi, berencana menggagalkan kedatangan narasumber, dan sebagainya, yang mana isu itu telah mulai mengkhawatirkan beberapa pihak di Kabupaten Tanah Datar, Luhak Nan Tuo, Kota Batusangkar Kota Budaya.
Sehubungan dengan isu-isu tersebut di atas, maka kami menjelaskan dan meminta hal-hal; sebagai berikut:

1.Batusangkar Internasional Conferences atau BIC adalah pertemuan kaum akademisi untuk kajian ilmiah keislaman berkala Internasional, bukan nasional, apalagi local Sumatera Barat atau Minangkabau, yang diselenggarakan setiap tahun oleh Program Pascasarjana IAIN Batusangkar. Karena itu, jangan kaitkan dengan isu local dan nasional, apalagi memang tidak terkait sama sekali.

2.Untuk tahun 2018 ini insya Allah adalah BIC yang ke- III, dan sudah dipersiapkan sejak awal tahun. Maka BIC III bukan acara insidentil, reaktif, dan pesanan, melainkan direncanakan secara cermat dan komprehensif. Jadi jika ada yang mengatakan BIC III adalah acara Konferensi Islam Nusantara untuk mengganggu MUI Sumbar yang menolak Islam Nusantara adalah kesimpulan ngawur yang harus ditolak dan dicurigai motivnya, mungkin Manyauk di Aie Karuah, padahal mengaku ingin menjaga Islam dan falsafah Minang ABS ABK.

3.Bahwa BIC III 2018 mengangkat isu-isu sentral dan strategis nasional dan global, terkait dengan ajaran dan dinamika dunia Islam, agar Perguruan Tinggi lebih memberi kontribusi ilmiah dan amaliah bagi ummat dan dunia, sebagai pengejawantahan Islam Rahmatan lil Alamin. Karena itu, jika ada pihak yang menuding BIC III adalah acara Kaum Islam Nusantara kontra MUI Sumbar dan Ulama Minang terkait dengan Surat Pernyataan MUI Sumbar pada 21 Juli 2018 di Padang, adalah hal yang sangat salah, karena BIC III tidak berpretensi pada isu local yang baru mencuat itu. Sebagai lembaga Ilmiah kami berhak dan harus membahas hal-hal yang terkait ajaran dan dunia Islam secara ilmiah, tanpa dapat diintervensi pihak manapun, apalagi berdasarkan isu dan kecurigaan belaka.

4.Bahwa BIC III 2018 mengundang sejumlah narasumber nasional dan internasional untuk menyampaikan karya ilmiah sesuai dengan kompetensi dan keahliannya, menurut tema utama dan sub tema yang ditetapkan panitia, guna memberikan kajian dan analisa agar ada kejelasan konsep dari sumber utama atau sumber yang berkompeten, sehingga tidak terjadi bias dan kekeliruan. Pandangan yang disampaikan narasumber adalah pendapat pribadinya dan bukan mencerminkan pendapat pihak penyelenggara. Justru itu, banyaknya narasumber akan memberikan pelbagai perspektif tentang tema yang diangkat, sehingga peta permasalahan menjadi jelas. Karena itu, pihak yang menuding BIC III adalah acara kaum Islam Nusantara karena salah satu bahasan dan narasumbernya menulis tentang Islam Nusantara, merupakan konklusi dan analogy yang batil. Apa iya jika Perguruan Tinggi membahas LGBT, misalnya PT itu adalah kelompok LGBT? Ini gagal paham namanya.

5.Bahwab BIC III sudah direncanakan oleh Panitia sejak awal tahun 2018, mengangkat tema Building Global Civilitzation Through Inclusive Islam. Artinya, acara ini memproyeksikan tentang cara Umat Muslim berkontribusi nyata bagi peradaban dunia global sebagai bentuk mewujudkan dan menyebarkan Islam Rahmatan lil Alamin. BIC III tidak bicara lingkup local atau nasional, melainkan Internasiona atau Globall. Justru, konsep-konsep Keislaman berbasis local atau kewilayahan akan dibahas dan dikritisi di BIC III ini, sebagai mana tercermin pada judul makalah narasumber. Oleh karena itu, pihak yang menuding BIC III adalah bagian dari pro-Islam Nusantara atau pihak yang akan menganggu MUI Sumbar dan Ulama Minang, yang mana kasusnya merupakan isu local yang baru mencuat dan viral di bulan Juli ini, hanya karena ada pembahasan dan narasumber BIC III tentang Islam Nusantara dan adanya Tokoh MUI Pusat yang tidak sejalan dengan MUI Sumbar, adalah tudingan dan tuduhan yang tidak benar dan ngawur.

6.Bahwa BIC III sebagai kajian ilmiah keislaman berskala internasional tidaklah bisa secara logika manapun, dituduh sebagai acara ajang pemaksaan kehendak konsep Islam Nusantara ke masyarakat Sumatera Barat atau Minangkabau. BIC III berpikir global dan internasional, penuding masihg betpikir lokal, maka itu adalah statemen yang sangat tidak ilmiah. BIC III justru memberikan ruang ke bebebasan kepada narasumber dan peserta untuk menyampaikan pendapat dan pandangannya. Pemakalah dan peserta BIC III berasal dari perguruan tinggi nasional dan regional serta internasional, bukan hanya orang Minang, kok dinyatakan akan menganggu atau memaksa orang Sumatera Barat dan Minang untuk menjadi Islam Nusantara. Jelas yang menuding tidak memahami BIC III, maka kami minta kalian untuk menghentikan penyebaran isu, logika tumpul, dan provokasi di medsos atau lainnya.

7.Bahwa kepada masyarakat Sumatera Barat, warga Tanah Datar, dan khalayak net, serta pihak-pihak lain yang sudah menerima informasi, status, postingan, dan lainnya, yang berkaitan dengan BIC III, yang tidak bersumber dari pihak kami Panitia, PPS dan IAIN Batusangkar, atau yang tidak sejalan dengan penjelasan kami ini, mohon dibuang saja sebagai HOAX atau sampah, karena itu sesuatu yang direkayasa oleh piha-pihak yang tidak paham, tidak tahu, dan tidak bertanggungjawab, untuk tujuan pribadi, kelompok, atau tujuan subjektif negative lainnya, agar masyarakat ricuh, pro-kontra, dan merusak citra IAIN Batusangkar, Tanah Datar, bahkan Sumatera Barat, dengan mengatasnamakan agama, ulama, dan sebagainya.

BACA JUGA: Kajian Konsep Islam Nusantara Dijadikan Subtema 1, BIC III IAIN Batusangkar, Ini Penjelasan Panitia

8.Kepada semua pihak yang ingin kejelasan tentang BIC III harap menanyakan kepada pihak terkait dan berkompeten menjelaskannnya, karena itu dapat menghubungi nomor kontak khusus Panitia yakni 085356950441.

9.Kepada pihak berwenang, terutama yang terkait dengan masalah penyebar issu, hoax, ujaran kebencian, bullying, agitasi dan provokasi, dimohon membantu pihak BIC III dan tau berkordinasi dengan kami, jika ada hal-hal yang mencurigakan terkait penyelenggaraannya.

Terima kasih, Harap dimaklumi dan disebarkan. Kami Katakan yang Benar meskipun pahit!

Batusangkar,02 Agustus 2018 (DR. Risman Bustamam)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: romeo
Tag: daerah,nasional,reliji,sosial,sumatra-barat,tanah-datar

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pelanggan Telkomsel Sumbar Kecewa Berat, Ternyata Ini Penyebabnya..

Pelanggan Telkomsel Sumbar Kecewa Berat, Ternyata Ini Penyebabnya..

PADANG -- Puluhan pelanggan mendatangi kantor GraPARI Padang, mereka mempertanyakan jaringan internet yang mati sejak...

Tahun 2019 Randang di Payakumbuh Menggunakan Teknologi Retouch.

Tahun 2019 Randang di Payakumbuh Menggunakan Teknologi Retouch.

PAYAKUMBUH - Randang, begitu nama kuliner khas di Minangkabau satu ini. Sebagian masyarakat Indonesia bahkan dibelahan...

Kota Bukittinggi Bersama 7 Daerah Lainnya Terima Sertifikat Geopark Nasional

Kota Bukittinggi Bersama 7 Daerah Lainnya Terima Sertifikat Geopark Nasional

...

Ratusan Mobil Jenis Hardtop Padati Objek Wisata Ngarai Sianok

Ratusan Mobil Jenis Hardtop Padati Objek Wisata Ngarai Sianok

...

Indahnya Pesona Istano yang Dipertuan Koto Rajo, Pasaman

Indahnya Pesona Istano yang Dipertuan Koto Rajo, Pasaman

PASAMAN - Ingin liburan dengan pesona lain di Sumbar, sempatkan wisata ke Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar)....


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media