Monday, 20 Aug 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Catut Nama Ketua MUI Sumbar, Relawan Pemenangan Jokowi Minta Maaf

Minggu, 05 Agustus 2018 - 07:36:34 WIB - 6526
Catut Nama Ketua MUI Sumbar, Relawan Pemenangan Jokowi Minta Maaf
Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar (Foto: Dok Istimewa)


PADANG - Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ) meminta maaf kepada Buya Gusrizal Gazahar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat, yang namanya secara sepihak dimasukkan ke dalam daftar pengurus FKPRJ. Forum yang dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo), Sidarto Danusubroto, pada Kamis (2/8) lalu tersebut memang memasukkan sejumlah nama penting di Sumbar sebagai pengurus.

Melalui surat resmi nomor 03/FKRPJ-SB/VIII/2018 dan pernyataan media yang diterbitkan Jumat (3/8) kemarin, FKRPJ meminta maaf atas kelalaian pihaknya dalam memasukkan nama Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar sebagai salah satu Dewan Penasehat pada forum tersebut. Pernyataan maaf disampaikan oleh Sekretaris FKRPJ Mirwan Pulungan mewakili Ketua Umum FKRPJ Mayjen TNI (Purn) Hartind Asrin yang saat ini sudah terbang kembali ke Jakarta.

Mirwan menjelaskan, dimasukkannya nama Buya Gusrizal merupakan hasil kesepakatan dari Tim Formatur yang sepakat memasukkan nama Ketua MUI Sumbar itu sebagai salah satu Anggota Dewan Penasihat.

"Para formatur hanya melihat dari sisi positifnya saja. Namun mungkin yang jadi kekurangan dari kami adalah bahwa dimasukkan nama Buya Gusrizal Gazahar sebagai anggota Dewan Penasihat belum sempat kami bicarakan kepada beliau," jelas Mirwan.

Mirwan menegaskan bahwa hal tersebut terjadi karena keterbatasan waktu, sejak pertama kali pertemuan untuk membentuk pengurus hingga acara pengukuhan yang mendatangkan ketua Tim Penggalangan Relawan Jokowi, Sidharta Danusubroto.

"Kami juga sudah merencanakan akan menemui langsung Buya Gusrizal sekaligus menyampaikan permohonan maaf kami baik secara lisan maupun tertulis," katanya.

Bahkan, lanjut Mirwan, Ketua FKRPJ Mayjend Hartind juga sudah menyampaikan maaf kepada Buya Gusrizal melalui sambungan telpon. Buya Gusrizal juga dikabarkan sudah memberikan tanggapan langsung kepada pihak FKRPJ.

Menanggapi protes dari Buya Gusrizal Gazahar dan beberapa tokoh Sumbar lainnya, Formatur FKRPJ kemudian meninjau kembali bentuk kepengurusan organisasi. Hasilnya, FKRPJ memutuskan untuk tidak mencantumkan lagi nama-nama Dewan Penasihat yang dimaksud berikut dengan jabatannya.

Sebagai penggantinya, jabatan Dewan Penasihat disebut terdiri dari tokoh ulama, tokoh adat dan ninik mamak, tokoh cendekiawan, cerdik pandai, dan tokoh pemuda.

"Formatur dan Pengurus Forum menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nama-nama tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, tokoh adat, cendekiawan, cerdik pandai dan tokoh pemuda. Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya atas kekhilafan dan kesalahan ini," tulis surat resmi FKRPJ.

Pihak FKRPJ juga meminta agar berita mengenai miskomunikasi dengan MUI Sumbar tidak lagi diperpanjang. "Ya, saya rasa semua sudah selesai. Jadi setelah dimuatnya berita permohonan maaf kami, kami merasa tidak ada lagi miskomunikasi," ujar Mirwan.

Sementara, Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gajahar, dalam sebuah pernyataannya di akun media sosial pribadinya mengatakan, tidak pernah terlibat dalam politik praktis meskipun politik bagian dari ajaran Islam. Buya Gusrizal menyatakan hanya menjalankan politik keumatan.

"Karena saya memilih majelis ulama, maka semenjak dulu saya tidak berpolitik praktis dan hanya menjalankan politik keumatan," kata Buya Gusrizal.

Karena itu, lanjut Buya Gusrizal, pencatutan namanya sebagai Relawan Jokowi adalah sikap tidak berakhlak. "Ini bisa merusak wibawa MUI Sumbar," kata Gusrizal.

Bertikut surat permintaan maaf dari Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ) Sumbar:

(rep)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi/Republika.co.id
Tag: daerah,metro,padang,sumatra-barat,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pakar Bahasa UI: Pernyataan Jokowi Soal Kalau Diajak Berantem Juga Berani Bukan Kiasan

Pakar Bahasa UI: Pernyataan Jokowi Soal Kalau Diajak Berantem Juga Berani Bukan Kiasan

POLITIK - Prof Rahayu Surtiati dari Universitas Indonesia (UI) menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Peduli Kaum Disablitas, Legislator DPRD Sumbar ini Siap Perjuangkan Anggaran Hari Disabilitas

Peduli Kaum Disablitas, Legislator DPRD Sumbar ini Siap Perjuangkan Anggaran Hari Disabilitas

BUKITTINGGI - Anggota DPRD Provinsi Sumbar Komisi V Hj. Rahayu Purwanti, SP yang juga sebagai pemerhati dan penggagas...

Wirabraja Merah Putih Adventure Offroad 2018 di Payakumbuh, Ratusan Offroader Unjuk Gigi

Wirabraja Merah Putih Adventure Offroad 2018 di Payakumbuh, Ratusan Offroader Unjuk Gigi

PAYAKUMBUH - Wirabraja Merah Putih Adventure Extreme Offroad 2018 resmi ditabuh dengan dilepasnya Offroader Oleh...

Api Hanguskan Dua Unit Rumah Semi Permanen di Nagari Aia Gadang Pasaman Barat

Api Hanguskan Dua Unit Rumah Semi Permanen di Nagari Aia Gadang Pasaman Barat

PASAMAN BARAT - Dua unit rumah semi permanen milik Marina dan Wani warga Jorong Durian Hutan, Nagari Aia Gadang,...

Usai Senam bersama ASN, Ini Pesan Wawako Genius Umar

Usai Senam bersama ASN, Ini Pesan Wawako Genius Umar

PARIAMAN -- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar beri arahan kepada ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemko Pariaman, tentang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media