Monday, 10 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Catut Nama Ketua MUI Sumbar, Relawan Pemenangan Jokowi Minta Maaf

Minggu, 05 Agustus 2018 - 07:36:34 WIB - 6794
Catut Nama Ketua MUI Sumbar, Relawan Pemenangan Jokowi Minta Maaf
Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar (Foto: Dok Istimewa)


PADANG - Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ) meminta maaf kepada Buya Gusrizal Gazahar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat, yang namanya secara sepihak dimasukkan ke dalam daftar pengurus FKPRJ. Forum yang dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo), Sidarto Danusubroto, pada Kamis (2/8) lalu tersebut memang memasukkan sejumlah nama penting di Sumbar sebagai pengurus.

Melalui surat resmi nomor 03/FKRPJ-SB/VIII/2018 dan pernyataan media yang diterbitkan Jumat (3/8) kemarin, FKRPJ meminta maaf atas kelalaian pihaknya dalam memasukkan nama Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar sebagai salah satu Dewan Penasehat pada forum tersebut. Pernyataan maaf disampaikan oleh Sekretaris FKRPJ Mirwan Pulungan mewakili Ketua Umum FKRPJ Mayjen TNI (Purn) Hartind Asrin yang saat ini sudah terbang kembali ke Jakarta.

Mirwan menjelaskan, dimasukkannya nama Buya Gusrizal merupakan hasil kesepakatan dari Tim Formatur yang sepakat memasukkan nama Ketua MUI Sumbar itu sebagai salah satu Anggota Dewan Penasihat.

"Para formatur hanya melihat dari sisi positifnya saja. Namun mungkin yang jadi kekurangan dari kami adalah bahwa dimasukkan nama Buya Gusrizal Gazahar sebagai anggota Dewan Penasihat belum sempat kami bicarakan kepada beliau," jelas Mirwan.

Mirwan menegaskan bahwa hal tersebut terjadi karena keterbatasan waktu, sejak pertama kali pertemuan untuk membentuk pengurus hingga acara pengukuhan yang mendatangkan ketua Tim Penggalangan Relawan Jokowi, Sidharta Danusubroto.

"Kami juga sudah merencanakan akan menemui langsung Buya Gusrizal sekaligus menyampaikan permohonan maaf kami baik secara lisan maupun tertulis," katanya.

Bahkan, lanjut Mirwan, Ketua FKRPJ Mayjend Hartind juga sudah menyampaikan maaf kepada Buya Gusrizal melalui sambungan telpon. Buya Gusrizal juga dikabarkan sudah memberikan tanggapan langsung kepada pihak FKRPJ.

Menanggapi protes dari Buya Gusrizal Gazahar dan beberapa tokoh Sumbar lainnya, Formatur FKRPJ kemudian meninjau kembali bentuk kepengurusan organisasi. Hasilnya, FKRPJ memutuskan untuk tidak mencantumkan lagi nama-nama Dewan Penasihat yang dimaksud berikut dengan jabatannya.

Sebagai penggantinya, jabatan Dewan Penasihat disebut terdiri dari tokoh ulama, tokoh adat dan ninik mamak, tokoh cendekiawan, cerdik pandai, dan tokoh pemuda.

"Formatur dan Pengurus Forum menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nama-nama tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, tokoh adat, cendekiawan, cerdik pandai dan tokoh pemuda. Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya atas kekhilafan dan kesalahan ini," tulis surat resmi FKRPJ.

Pihak FKRPJ juga meminta agar berita mengenai miskomunikasi dengan MUI Sumbar tidak lagi diperpanjang. "Ya, saya rasa semua sudah selesai. Jadi setelah dimuatnya berita permohonan maaf kami, kami merasa tidak ada lagi miskomunikasi," ujar Mirwan.

Sementara, Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gajahar, dalam sebuah pernyataannya di akun media sosial pribadinya mengatakan, tidak pernah terlibat dalam politik praktis meskipun politik bagian dari ajaran Islam. Buya Gusrizal menyatakan hanya menjalankan politik keumatan.

"Karena saya memilih majelis ulama, maka semenjak dulu saya tidak berpolitik praktis dan hanya menjalankan politik keumatan," kata Buya Gusrizal.

Karena itu, lanjut Buya Gusrizal, pencatutan namanya sebagai Relawan Jokowi adalah sikap tidak berakhlak. "Ini bisa merusak wibawa MUI Sumbar," kata Gusrizal.

Bertikut surat permintaan maaf dari Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ) Sumbar:

(rep)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi/Republika.co.id
Tag: daerah,metro,padang,sumatra-barat,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gerombolan Teroris Bantai 31 Pekerja Jembatan Habema-Mugi Papua

Gerombolan Teroris Bantai 31 Pekerja Jembatan Habema-Mugi Papua

NASIONAL -- Gerombolan teroris melakukan pembantaian massal terhadap 31 pekerja dari PT Istaka Karya (BUMN)Jembatan...

Istri Rektor Universitas Ekasakti Padang Bertarung di Subang Jawa Barat, Ini Sepak Terjang Teh Neng

Istri Rektor Universitas Ekasakti Padang Bertarung di Subang Jawa Barat, Ini Sepak Terjang Teh Neng

TOKOH -- Sunengsih,ST panggilan akrabnya Teh Neng Lahir di Pilang Sari Desa Pamanukan Udik, kini Desa Pamanukan...

Ini keistimewaan Yang Diberikan Pemko Padang Panjang Untuk Penyandang Disabilitas

Ini keistimewaan Yang Diberikan Pemko Padang Panjang Untuk Penyandang Disabilitas

PADANG PANJANG - Dengan lahirnya Undang-undang No. 8 Tahun 2016 yang berisi tentang pemenuhan hak penyandang...

Jokowi Intruksikan Meneg BUMN Selesaikan Pembangunan Gedung Baru Muallimin-Muallimat Yogyakarta

Jokowi Intruksikan Meneg BUMN Selesaikan Pembangunan Gedung Baru Muallimin-Muallimat Yogyakarta

YOGYAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengintruksikan Meneg BUMN agar membantu pembangunan hgedung Madrasah...

Etalase Pahala Di Lubuk Sikaping, Sediakan Makanan Dan Minuman Gratis

Etalase Pahala Di Lubuk Sikaping, Sediakan Makanan Dan Minuman Gratis

PASAMAN - Sebuah etalase sederhana, berada di tepi jalan pusat Kota Lubuk Sikaping yang bersahaja. Etalase itu seolah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media