Monday, 10 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Diisukan Sebagai Wagub DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno, Ini Kata Mardani Ali Sera

Jumat, 10 Agustus 2018 - 20:05:06 WIB - 2198
Diisukan Sebagai Wagub DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno, Ini Kata Mardani Ali Sera
Sandiaga Uno dan mardani Ali Sera (Foto: detik.com)


POLITIK - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Hal itu resmi diajukan bersamaan dengan penyampaian surat pengunduran dirinya ke DPRD DKI Jakarta.

Salah satu nama yang diisukan menjadi kandidat Sandiaga Uno adalah Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sendiri diusung oleh PKS dan Partai Gerindra pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu.

Menanggapi hal itu, Mardani Ali Sera memilih untuk menyerahkan sepenuhnya kepada partai. Mengingat yang memiliki kewenangan adalah pimpinan partai pengusung. Sementara dirinya, kata Mardani, hanya sebagai prajurit partai yang harus melaksanakan keputusan partai. Namun dirinya enggan menyatakan siap, karena takut dirinya tidak mampu.

"Kalau itu (ditunjuk), seperti biasa, samina wa athona (kami mendengar dan kami taat), kalau pimpinan sudah memutuskan maju ya maju, mundur ya mundur," ungkap Mardani, Jumat (10/8) dikutip dari laman Republika.co.id.

Hanya saja saat ini, Mardani mengaku sampai saat ini belum ada komunikasi dari partainya jika bakal menjadi kandidat Sandiaga Uno mendampingi Anies Baswedan. Justru saat ini dirinya sedang fokus sosialisasi gerakan 2019 ganti presiden.

Terakhir iamenghadiri deklarasi gerakan tersebut di Provinsi Banten. "Belum ada (komunikasi), kami masih fokus sosialisasi ganti presiden, sekarang fokus itu dulu," tuturnya.

Sebelumnya, saat didaulat sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Sandiaga menegaskan akan meletakkan jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pendamping Anies Baswedan.

Bahkan Sandiaga juga harus mundur dari Partai Gerindra. Hal itu dilakukan agar majunya Sandiaga sebagai cawapres bisa diterima oleh partai-partai koalisi pengusung, yaitu PKS dan Partai Amanat Nasional (PAN). "Karena beliau pun harus diterima dari partai-partai lain, saya pun meminta beliau untuk mundur dari Partai Gerindra," terang Sandiaga. (rep)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,metro,nasional,pilkada,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Istri Rektor Universitas Ekasakti Padang Bertarung di Subang Jawa Barat, Ini Sepak Terjang Teh Neng

Istri Rektor Universitas Ekasakti Padang Bertarung di Subang Jawa Barat, Ini Sepak Terjang Teh Neng

TOKOH -- Sunengsih,ST panggilan akrabnya Teh Neng Lahir di Pilang Sari Desa Pamanukan Udik, kini Desa Pamanukan...

Ikuti Reuni Aksi Damai 212, Ribuan massa Putihkan Monas Jakarta

Ikuti Reuni Aksi Damai 212, Ribuan massa Putihkan Monas Jakarta

JAKARTA -- Peserta aksi reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta membacakan selawat bersama. Pembacaan selawat itu ditujukan...

Strategi PR 2.0 di Era Digital Masa Kini

Strategi PR 2.0 di Era Digital Masa Kini

Oleh: Nada Dova Resbu Saat ini perkembagan teknologi sangatlah pesat, begitupun dengan kemajuan bidang kehumasan...

Etalase Pahala Di Lubuk Sikaping, Sediakan Makanan Dan Minuman Gratis

Etalase Pahala Di Lubuk Sikaping, Sediakan Makanan Dan Minuman Gratis

PASAMAN - Sebuah etalase sederhana, berada di tepi jalan pusat Kota Lubuk Sikaping yang bersahaja. Etalase itu seolah...

Ini Tujuan Tim PKK KB-Kes Tingkat Provinsi Kunjungi PKK Kabupaten Pasaman

Ini Tujuan Tim PKK KB-Kes Tingkat Provinsi Kunjungi PKK Kabupaten Pasaman

PASAMAN - Tim penilai Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Barat kunjungi tim PKK Kabupaten...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media