Wednesday, 17 Oct 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Diisukan Sebagai Wagub DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno, Ini Kata Mardani Ali Sera

Jumat, 10 Agustus 2018 - 20:05:06 WIB - 2105
Diisukan Sebagai Wagub DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno, Ini Kata Mardani Ali Sera
Sandiaga Uno dan mardani Ali Sera (Foto: detik.com)


POLITIK - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Hal itu resmi diajukan bersamaan dengan penyampaian surat pengunduran dirinya ke DPRD DKI Jakarta.

Salah satu nama yang diisukan menjadi kandidat Sandiaga Uno adalah Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sendiri diusung oleh PKS dan Partai Gerindra pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu.

Menanggapi hal itu, Mardani Ali Sera memilih untuk menyerahkan sepenuhnya kepada partai. Mengingat yang memiliki kewenangan adalah pimpinan partai pengusung. Sementara dirinya, kata Mardani, hanya sebagai prajurit partai yang harus melaksanakan keputusan partai. Namun dirinya enggan menyatakan siap, karena takut dirinya tidak mampu.

"Kalau itu (ditunjuk), seperti biasa, samina wa athona (kami mendengar dan kami taat), kalau pimpinan sudah memutuskan maju ya maju, mundur ya mundur," ungkap Mardani, Jumat (10/8) dikutip dari laman Republika.co.id.

Hanya saja saat ini, Mardani mengaku sampai saat ini belum ada komunikasi dari partainya jika bakal menjadi kandidat Sandiaga Uno mendampingi Anies Baswedan. Justru saat ini dirinya sedang fokus sosialisasi gerakan 2019 ganti presiden.

Terakhir iamenghadiri deklarasi gerakan tersebut di Provinsi Banten. "Belum ada (komunikasi), kami masih fokus sosialisasi ganti presiden, sekarang fokus itu dulu," tuturnya.

Sebelumnya, saat didaulat sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Sandiaga menegaskan akan meletakkan jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pendamping Anies Baswedan.

Bahkan Sandiaga juga harus mundur dari Partai Gerindra. Hal itu dilakukan agar majunya Sandiaga sebagai cawapres bisa diterima oleh partai-partai koalisi pengusung, yaitu PKS dan Partai Amanat Nasional (PAN). "Karena beliau pun harus diterima dari partai-partai lain, saya pun meminta beliau untuk mundur dari Partai Gerindra," terang Sandiaga. (rep)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,metro,nasional,pilkada,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Motivasi Personil, Polres Padang Panjang Datangkan Pakar Komunikasi dan Motivator

Motivasi Personil, Polres Padang Panjang Datangkan Pakar Komunikasi dan Motivator

PADANG PANJANG - Polres Padang Panjang mendatangkan, pakar komunikasi dan motivator Dr. Aqua Dwipayana, M.IKom, dan...

Ijazah Tak Terdaftar di Forlap Dikti, Lulusan UIN-IB Terancam Tak Bisa Ikut Tes CPNS, Ini Kata IKA

Ijazah Tak Terdaftar di Forlap Dikti, Lulusan UIN-IB Terancam Tak Bisa Ikut Tes CPNS, Ini Kata IKA

PADANG -- Sejumlah alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol resah, karena nomor ijazah yang dimiliki tidak...

Menang Dramatis atas Newcastle, Manchester United Putus Catatan Negatif

Menang Dramatis atas Newcastle, Manchester United Putus Catatan Negatif

BOLA - Kemenangan dramatis diraih Manchester United pada pekan 8 Premier League. Menjamu Newcastle United di Old...

Disebut Ratna Sarumpaet Dibiayai ke Chile, Ini Kata Dinas Pariwisata DKI

Disebut Ratna Sarumpaet Dibiayai ke Chile, Ini Kata Dinas Pariwisata DKI

POLITIK - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI kini memastikan pihaknya mensponsori Ratna Sarumpaet untuk...

Artis Minang Sumbar Serahkan Puluhan Juta Dana Bantuan Kepada Dinas Sosial

Artis Minang Sumbar Serahkan Puluhan Juta Dana Bantuan Kepada Dinas Sosial

PADANG - Setelah beberapa minggu mengalang dana untuk kemanusian, maka gabungan Artis Minang se-Sumatera Barat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media