Tuesday, 31 Mar 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Inilah Alasan Demokrat Akhirnya Dukung Prabowo-Sandiaga

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 06:32:11 WIB - 13839
Inilah Alasan Demokrat Akhirnya Dukung Prabowo-Sandiaga
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Foto: nasional.tempo.co)


POLITIK - Setelah menggelar sidang majelis tinggi partai (MTP) pada Jumat (10/8) pagi, Partai Demokrat akhirnya memutuskan mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno, dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Hasil survei internal menjadi alasan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu mendukung Prabowo-Sandiaga.

Ketua Dewan Pembina Demokrat EE Mangindaan mengatakan, sidang MTP pertama tanggal 9 Julu 2018 memutuskan bahwa Demokrat membuka tiga opsi. Yakni memberikan dukungan kepada Joko Widodo, Prabowo, dan opsi lainnya. Lalu pada Sidang Majelis Tinggi Partai kedua tgl 29 juli 2018, MTP membahas survei internal Demokrat yang melibatkan kader pusat hingga daerah. Termasuk anggota DPD dan DPR.

"Hasil survei menunjukkan 62 persen masyarakat mendukung Prabowo dan 38 persen mendukung Jokowi, atas dasar ini dan sejumlah pertimbangan lainnya MTP memutuksn untuk berkoalisi dengan Prabowo Subianto," kata EE Mangindaan di Jakarta, Jumat (10/8) dikutip dari laman Republika.co.id.

Ia mengatakan, partai Demokrat memandang keputusan tersebut akan makin memperkuat dukungan ke pasangan capres-cawapres Prabowo dan Sandiaga Uno untuk menangkan konstestasi Pilpres 2019. Sekaligus, mengawal harapan rakyat Indonesia.

Sebelumnya, Partai Gerindra, PAN, dan PKS resmi mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pasangan calon presiden (Capres)-calon wakil presiden (Cawapres) 2019 - 2024. Deklarasi pasangan Capres-Cawapres tersebut tanpa Partai Demokrat yang sebelumnya memberikan dukungan kepada Prabowo.

"Baru saja pimpinan dari tiga parpol yaitu PKS, PAN, Gerindra telah memutuskan dan memberi kepercayaan saya dan saudara Sandiaga Uno untuk maju sebagai calon presiden dan cawapres masa bakti 2019 - 2024," kata Prabowo di kediamannya di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (9/8) malam.

Prabowo mengaku di dalam proses penentuan tersebut sangat tidak mudah dan melelahkan. Komunikasi politik ia lakukan bersama dengan sejumlah parpol termasuk dengan Partai Demokrat. Dengan pengumuman pasangan Capres-Cawapres tersebut, Partai Demokrat menjadi partai yang belum mengumumkan keputusan dukungan mereka soal Pilpres 2019.

"Memang membangun koalisi tidak mudah karena banyak yang harus kita pertemukan," ujar Prabowo.

Seperti diketahui, hubungan Gerindra dan Demokrat sempat memanas dalam dua hari terakhir. Hal itu dipicu setelah politikus Demokrat Andi Arief menuding jika ada politik transaksional dalam penentuan cawapres Prabowo. Andi Arief pun menyebut Prabowo sebagai "jenderal kardus".

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan mengatakan, istilah "Jenderal Kardus" adalah luapan emosi pribadi Andi Arief atas ketidakpuasan terhadap kondisi koalisi parpol yang ada. Syarif enggan berkomentar terkait kebenaran jika Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan uang Rp 500 miliar ke PKS dan PAN untuk posisi calon wakil presiden (cawapres).

"Yang penting apa yang disampaikan oleh Andi Arief (soal jenderal kardus) itu merupakan manifestasi daripada ketidakpuasan," ujarnya, Kamis (9/8) dini hari. (rep)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Republika.co.id
Tag: indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sejumlah Barang di Markas PMI Kota Bukittinggi Raib Digondol Maling

Sejumlah Barang di Markas PMI Kota Bukittinggi Raib Digondol Maling

BUKITTINGGI - Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi di jalan dr. A. Rifai No. 17 A Kelurahan Bukit Apit...

Pelajar Malaysia Lakukan Aksi Bersih di Sepanjang Pantai Pariaman

Pelajar Malaysia Lakukan Aksi Bersih di Sepanjang Pantai Pariaman

PARIAMAN - Usai melakukan penanaman mangrove, 58 orang pelajar belia Malaysia Future Leaders School (MFLS) melakukan...

Lepasnya Predator Pedofilia Di LPKS Kasih Ibu Padang, Dapat Mengancam Anak Anak Lainnya

Lepasnya Predator Pedofilia Di LPKS Kasih Ibu Padang, Dapat Mengancam Anak Anak Lainnya

JAKARTA -- KPAI menyesalkan lambatnya penanganan kasus pedofil HS (29) dengn korban dua anak LPKS Kasih Ibu Padang....

HMI, PMI dan PWI Bukittinggi, Perkuat Sisi Kemanusiaan Melalui Aksi Donor Darah

HMI, PMI dan PWI Bukittinggi, Perkuat Sisi Kemanusiaan Melalui Aksi Donor Darah

BUKITTINGGI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Himpunan...

Terkait Covid-19, Lahmuddin Siregar: Waspadai Beberapa Kota yang Ada di Indonesia

Terkait Covid-19, Lahmuddin Siregar: Waspadai Beberapa Kota yang Ada di Indonesia

MENTAWAI - Sebanyak 330 orang yang melakukan perjalanan dari luar kota harus segera mengikuti tahap pemeriksaan dan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu