Tuesday, 31 Mar 2020
Minangkabaunews
headline
Pemko Pariaman home berita Pariaman

Pujasera di Pantai Gandoriah Pariaman Dinilai Mubazir dan Tidak Termanfaatkan

Minggu, 19 Agustus 2018 - 22:06:37 WIB - 891
Pujasera di Pantai Gandoriah Pariaman Dinilai Mubazir dan Tidak Termanfaatkan
Pujasera di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumbar.


PARIAMAN - Tidak termanfaatkan dan kotor beginilah kondisi pujasera yang ada di depan pentas seni pantai Gandoriah Pariaman, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) bahkan ketika Pariaman Expo berlangsung tidak satupun juga dipakai sebagai stand pameran.

Salah seorang tokoh masyarakat yang juga ketua LPM Kelurahan Pasir Solfihardi mengatakan bahwa pujasera tersebut mulai dibangun tahun 2013 di masa Kepala Dinas Pariwisata Efendi Jamal dengan biaya lebih dari Rp.400 juta.

"Selesai dibangun pada saat itu diserahkanlah kepada pedagang kaki lima yang berjualan di tepi pantai yang berjumlah 40 pedagang," sebutnya pada Minggu (19/8).

Ketika itu, lanjut Solfihardi dalam penyerahannya melibatkan Ninik Mamak, Camat, Dinas Pariwisata dan Kelurahan.

"Kemudian dimanfaatkanlah oleh pedagang sehingga tidak ada lagi yang berjualan di tepi pantai," ulasnya

Namun tidak berapa lama dimanfaatkan pedagang, karena kondisinya juga yang tidak memiliki sayap dibagian atap sehingga kalu hujan masuklah air ke dalam yang membuat lantai licin.

"Selain air hujan, terik matahari langsung tanpa penghambat juga menyebabkan pedagang tambah resah dan akhirnya terjadilah gejolak, tidak sampai tiga bulan mereka kembali berjualan ke tepi pantai," ungkap Sol.

Kemudian di tahun 2016 direnovasi dengan biaya tidak jauh berbeda dari pembangunan semula yakninya hampir mencapai Rp.400 juta, dengan pengurangan jumlah menjadi 30 petak.

Ia mengulas, meskipun telah direnovasi kembali namun para pedagang tetap tidak mau berjualan di sana, dengan alasan tidak laku.

"Harusnya pemerintah teliti dulu lokasi dan model bangunan pujasera itu sehingga bisa termanfaatkan dengan maksimal dan tidak terjadinya kemubaziran," ujar Sol.

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata Pariaman Elvis Candra menyebutkan, bahwa pujasera tersebut telah disewakan pada para pedagang. "Namun karena ketidaktaatan saja, sehingga pujasera tersebut jadi tidak termanfaatkan," katanya.

Menurutnya, para pelaku usaha di tepi pantai masih butuh perubahan cara berpikir. "Meskipun sudah mereka sewa namun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya," ulas Elvis.

Elvis menegaskan, setelah dilakukan pembinaan dan tidak mau bekerjasama dalam membangun pariwisata kedepannya para pedagang ini tidak akan difasilitasi. (war)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: kesehatan,makan,pariaman,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Menteri BUMN Erick Thohir Sebut Obat Buatan Kimia Farma Ini Ampuh Atasi Corona

Menteri BUMN Erick Thohir Sebut Obat Buatan Kimia Farma Ini Ampuh Atasi Corona

NASIONAL - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, dua obat Virus Corona atau COVID-19 yang...

Bapak Atletik Indonesia Bob Hasan Meninggal Dunia

Bapak Atletik Indonesia Bob Hasan Meninggal Dunia

NASIONAL - Pengusaha dan Ketua Umum PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bob Hasan meninggal dunia. Hal itu...

BBD dan BBGRM ke-XVII, OPD di Kabupaten Agam Tampilkan Berbagai Macam Produk

BBD dan BBGRM ke-XVII, OPD di Kabupaten Agam Tampilkan Berbagai Macam Produk

AGAM -- Ditunjuk Sebagai pusat pencanangan Bulan Bakti Dasawisma (BBD) dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat...

Boat Mati Mesin di Perairan Pulau Setan Mentawai, Dua Pastor Selamat

Boat Mati Mesin di Perairan Pulau Setan Mentawai, Dua Pastor Selamat

MENTAWAI - Setelah terkatung-katung selama beberapa jam, team SAR gabungan lakukan evakuasi terhadap empat orang...

Jembatan Penghubung Antar Dusun Memprihatinkan, Anggota DPRD : Segera Dilakukan Perbaikan

Jembatan Penghubung Antar Dusun Memprihatinkan, Anggota DPRD : Segera Dilakukan Perbaikan

MENTAWAI - Salah satu jembatan penghubung yang berada di Dusun Bojo Kecamatan Siberut Barat Betaet sangat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu