Monday, 18 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Ini Alasan Koalisi Prabowo-Sandi Tolak DPT Final Pemilu 2019 yang Dikeluarkan KPU

Selasa, 04 September 2018 - 06:11:24 WIB - 451
Ini Alasan Koalisi Prabowo-Sandi Tolak DPT Final Pemilu 2019 yang Dikeluarkan KPU
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Foto: metrotvnews.com)


POLITIK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 185 juta lebih pemilih. Parpol koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak DPT tersebut.

"Parpol koalisi Prabowo-Sandi menolak rencana KPU yang akan menetapkan DPT pileg dan pilpres yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu tanggal 5 September," kata Sekjen PKS Mustafa Kamal dalam konpers di restoran Batik Kuring, SCBD, Jaksel, Senin (3/9/2018).

Dikutip dari laman Detik.com, alasannya, dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dirilis KPU sebelumnya masih ditemukan sejumlah kesalahan. PKS, Gerindra, PAN, dan Partai Demokrat menyatakan menemukan setidaknya 25 juta data ganda dari 137 juta lebih pemilih yang ada di DPS.

"Dari 137 jutaan pemilih dalam DPS terdapat 25 jutaan pemilih ganda. Di beberapa dapil ditemukan beberapa nama, bahkan satu nama bisa tergandakan 11 kali dalam satu TPS," jelas Mustafa.

Karena itu, dia berharap KPU tak terburu-buru menetapkan DPT. KPU menginformasikan akan menggelar pleno terbuka DPT pada 4-6 September 2018.

Mustafa meminta KPU terlebih dahulu menyerahkan rilis DPT final ke parpol koalisi untuk ditelusuri lebih lanjut.

"Kami dengan ini meminta sebelum ditetapkan oleh KPU diserahkan dulu semua data DPS yang sudah di-update," sebutnya.

"Bisa dibayangkan, dari 137 juta itu ada yang tergandakan 25 juta. Apalagi kalau ada kenaikan, ada apa lagi. Nah itu kita akan cermati bersama-sama," imbuh Mustafa.

Dalam konpers malam ini juga hadir Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PAN Eddy Soeparno, dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. Sebelumnya, keempat sekjen menggelar pertemuan tertutup di apartemen The Capital Residence, SCBD, Jaksel.

Bakal cawapres Sandiaga Uno disebutkan hadir dalam rapat itu. Namun Sandiaga meninggalkan lokasi terlebih dahulu. (dt)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Diduga Korupsi Iuran Pendidikan, Kepala SMKN 2 Kota Solok Ditahan Polisi

Diduga Korupsi Iuran Pendidikan, Kepala SMKN 2 Kota Solok Ditahan Polisi

SOLOK - Masih ingat kasus OTT oleh Unit Tipikor Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Kota, terhadap...

Tempati Urutan 4 MarkPlus Insight, Kapolres Solok Kota Tekankan Anggotanya Berikan Pelayanan Terbaik

Tempati Urutan 4 MarkPlus Insight, Kapolres Solok Kota Tekankan Anggotanya Berikan Pelayanan Terbaik

...

Seorang Pria Tua di Bukittinggi Ditemukan Tidak Bernyawa Dalam Posisi Tertelungkup

Seorang Pria Tua di Bukittinggi Ditemukan Tidak Bernyawa Dalam Posisi Tertelungkup

BUKITTINGGI - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi, H.Chairunnas, menyebutkan bahwa Ia mendapat telpon...

Program Kota Tanpa Kumuh Kota Solok Ditolak DPRD, Ini Alasannya

Program Kota Tanpa Kumuh Kota Solok Ditolak DPRD, Ini Alasannya

SOLOK - Rancangan Penataan dan Pengawasan kawasan kumuh, serta pemugaran kawasan pasar menjadi bersih, rapi, dan...

Temukan 119 Kotak Suara Rusak, KPU Kabupaten Agam Akan Surati KPU Provinsi

Temukan 119 Kotak Suara Rusak, KPU Kabupaten Agam Akan Surati KPU Provinsi

AGAM - Sebanyak 119 kotak suara diterima oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media