Friday, 22 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

BI Sebut Ekonomi Sekarang Beda dengan 1998, Ini Alasannya

Senin, 10 September 2018 - 19:05:46 WIB - 610
BI Sebut Ekonomi Sekarang Beda dengan 1998, Ini Alasannya
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


NASIONAL - Bank Indonesia (BI) meminta tidak menyamakan kondisi rupiah saat ini dengan krisis pada 1998. Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi menegaskan, nilai tukar rupiah terhadap solar Amerika Serikat (AS) yang sudah menyentuh Rp 15 ribu itu sangat berbeda.

Menurut Doddy, nilai tukar menjadi salah satu indikator ekonomi yang bernama harga relatif. "Dia tidak bisa dilihat sebagai angka absolut. Angka Rp 15 ribu per dolar AS ini sekarang beda dengan Rp 15 ribu pada 20 tahun lalu, jelas beda," kata Doddy dalam diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (10/9).

Untuk itu, dia meminta mayarakat atau siapapun tidak bisa menyamakan dua kondisi tersebut. Pemahaman ini, kata Doddy, harus ditanamkan ke berbagai pihak.

Dikutip dari laman Republika.co.id, menurutnya, saat ini ada kesalahan yang melihat nilai tukar mata uang sebagai angka psikologis. Padahal, menurutnya nilai tukar mata uang seharusnya yang perlu dilihat pergerakan angkanya bukan menggunakan pengandaian.

Doddy mencontohkan seperti di Australia, Korea, Malaysia, dan Thailand, nilai tukar bergerak nyaris tidak pernah jadi berita besar. "Kecuali perubahannya sangat cepat. Orang tidak melihatnya sebagai angka psikologis, tapi seberapa cepat bergeraknya," ujar Doddy.

Dia mengatakan, jika depresiasi rupiah hanya delapan persen lalu dibandingkan kenaikkan dari level Rp 2.500 sampai ke Rp 15.000 per dolar AS pada 1998 jelas berbeda. Karena itu, nilai tukar jangan dilihat dari levelnya saja.

Selain itu, Doddy memastikan kondisi ekonomi makro saat ini sangat berbeda dengan yang terjadi saat krisis tahun 1998. "Tahun 1998 berapa inflasinya? kan 78,2 persen, sementara sekarang hanya 3,2 persen. Tahun 98 berapa cadangan devisanya? 23,62 miliar dolar AS, sementara sekarang 118,3 miliar dolar AS," ungkap Doddy.

Begitu juga dengan tingkat kredit macet pada 1998, menurut Doddy saat itu lebih dari bisa di atas 30 persen, namun saat ini hanya 2,7 persen dan trennya terus turun. Doddy memastikan, tahun ini lebih baik daripada 1998. "Ironis jika ada yang bilang tahun ini kita krisis seperti tahun 98," tutur Doddy. (rep)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Republika.co.id
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,internasional,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Judul Skripsi #2019GantiPresiden Mengantarkan Regita Menjadi Wisudawati Terbaik di UNPAD

Judul Skripsi #2019GantiPresiden Mengantarkan Regita Menjadi Wisudawati Terbaik di UNPAD

NASIONAL - Wisudawati Universitas Padjajaran (UNPAD) meraih gelar cumlaude dengan tema skripsi #2019GantiPresiden...

Diduga Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah di Kambang Pessel Hangus Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah di Kambang Pessel Hangus Terbakar

PESISIR SELATAN - Diduga korsleting listrik, satu unit rumah semi permanen di Kampung pasar gompong Kambang, Nagari...

Pol PP dan Damkab Pessel Akan Tertibkan Hewan Ternak yang Berkeliaran di Kawasan Objek Wisata

Pol PP dan Damkab Pessel Akan Tertibkan Hewan Ternak yang Berkeliaran di Kawasan Objek Wisata

PESISIR SELATAN - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Pol PP dan Damkar) Kabupaten Pesisir Selatan...

Bintang Barcelona Lionel Messi Mau Datang ke Indonesia, Tapi...

Bintang Barcelona Lionel Messi Mau Datang ke Indonesia, Tapi...

BOLA - Informasi mengenai kedatangan megabintang Barcelona, Lionel Messi, ke Palembang sudah beredar luas di media...

Untuk Mengajak Masyarakat Berdemokrasi, Relasi KPU Mentawai Lakukan Hal Ini

Untuk Mengajak Masyarakat Berdemokrasi, Relasi KPU Mentawai Lakukan Hal Ini

MENTAWAI - Relawan Demokrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Mentawai Kecamatan Sipora Utara, menggelar...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media