Tuesday, 25 Sep 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Wujud Rasa Cinta, Pusbang Perfilman Kemendikbud Gelar Semiloka Kritik Film Perdana di Padang

Kamis, 13 September 2018 - 07:24:52 WIB - 332
Wujud Rasa Cinta, Pusbang Perfilman Kemendikbud Gelar Semiloka Kritik Film Perdana di Padang
Acara Semilok kritik film kemendikbud RI


PADANG -- Pusat Pengembangan Perfilman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbang Kemendikbud) perdana menggelar workshop Kritik Film atau Semiloka tingkat dasar, di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, yakni tanggal 12 sampai 14 September 2018. Workshop Kritik Film ini digelar perdana di Kota Padang.

Semiloka yang dilaksanakan di Hotel Rocky ini menghadirkan 40 peserta dari kalangan insan perfilman, media massa, akademisi, seniman dan pemerhati film di Sumbar.

Fasilitator Semiloka, Shandy Gasella, mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan kritikus-kritikus film, sekaligus menambah wawasan dari kritikus film dan juga bagi wartawan sebagai ajang pembelajaran menulis kritik film di media masing-masing.

"Begitu banyaknya materi tentang penulisan kritik film dari berbagai narasumber memang tidak dapat selesai disampaikan dalam satu event, perlu dibuat berseri atau bertahap agar materi-materi tersebut dapat disampaikan dengan baik," jelas Shandy.

Shandy menambahkan, kegiatan ini sejalan juga dengan misi Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud RI dalam membangun literasi dan apresiasi terhadap film.

Narasumber yang berkompeten dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Seperti Mantan Wartawan Kompas dan Kritikus Film senior Bre Perdana, Dosen Pskologi UI Niniek L. Karim dan kritikus film senior Ang Djasman.

"Antusias kritikus film di Padang sangat tinggi sehingga kami di Pusbang Perfilman Kemendikbud itu menunjuk Padang untuk diadakan kegiatan ini. Selain di Padang juga dilakukan Jakarta Bandung, Makassar, dan Semarang," tutur Shandy.

Dalam semiloka sesi pertama yamg dibawakan Bre Perdana, membahas tentang pentingnya memahami peran serta media dalam membangun dan mengembangkan kritik film Indonesia.

Narasumber Bre Perdana juga mengatakan Kritik film merupakan Sikap penulis membaca ekspresi sutradara terhadap sebuah film.

"Psikologi menjadi alat untuk yang dipergunakan kritikus untuk membuat kritik film," ujar Niniek L. Karim. (RI)


Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Beredar Surat Pengunduran Diri Bupati Pessel Hendrajoni dari PAN

Beredar Surat Pengunduran Diri Bupati Pessel Hendrajoni dari PAN

PESSEL - Gelombang pengunduran diri kader-kader Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat bergulir. Pasca dukungan...

Ketua GOW Pasaman: Kita Tidak Ingin Narkoba Merusak Generasi Bangsa

Ketua GOW Pasaman: Kita Tidak Ingin Narkoba Merusak Generasi Bangsa

PASAMAN - Kita tidak ingin narkoba merusak generasi bangsa ini. Terutama di Pasaman. Hal ini dikatakan ketua Gabungan...

Prabowo-Sandi Nomor Urut 2, Pengamat: Menguntungkan Partai Gerindra

Prabowo-Sandi Nomor Urut 2, Pengamat: Menguntungkan Partai Gerindra

POLITIK - Nomor urut 2 yang diperoleh pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menguntungkan Partai Gerindra...

Aksi Bersih-Bersih, PMR dan KSB Kepung Pasar Ladang Panjang Pasaman

Aksi Bersih-Bersih, PMR dan KSB Kepung Pasar Ladang Panjang Pasaman

PASAMAN -- Ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) mengepung Pasar Ladang...

Pasca jadi Ketua Timses Jokowi, Erick Thohir Singgung Persahabatannya dengan Sandiaga Uno

Pasca jadi Ketua Timses Jokowi, Erick Thohir Singgung Persahabatannya dengan Sandiaga Uno

POLITIK - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Erick Thohir mengatakan, proses pemenangan pasangan yang...


KOMENTAR ANDA



Polling Capres cawapres 2019-2024 kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media