Tuesday, 16 Jul 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Mari Mengenal Darah Sendiri yang Siap Kita Bagi

Kamis, 13 September 2018 - 19:58:20 WIB - 388
Mari Mengenal Darah Sendiri yang Siap Kita Bagi
Kepala UDD Syahrial Leman PMI Kota Bukittinggi saat memaparkan tentang donor darah


BUKITTINGGI - Pelayanan tranfusi darah merupakan upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusiaan dan tidak untuk tujuan komersial. "Darah dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun".

Pelayanan tranfusi darah sebagai salah satu upaya kesehatan dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan sangat membutuhkan ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup, aman, mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat.

Kepala UTD PMI Kota Bukittinggi, dr.Fitri Wahyuni,Sp.Pk menjelaskan, Kamis (13/9/2018), World Health Organization (WHO) telah sejak lama melihat ketersediaan darah merupakan masalah yang krusial sejak World Health Assembly (WHA) ke 28 tahun 1975.

"Bahkan dalam revolusi WHA ke 63 tahun 2010 Nomor 12, tertulis bahwa sedang mendesak negara anggota untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk membangun, menerapkan dan mendukung koordinasi secara nasional, pengelolaan yang efisien dan program pelayanan darah dan plasma yang berkelanjutan dengan tujuan untuk mencapai swasembada," kata Fitri.

"Berdasarkan data pelayanan darah tahun 2014, produksi darah secara nasional (Whole Blood dan komponennya) dalam satu tahun sebanyak 4,6 juta kantong darah, sedangkan rekomendasi WHO untuk memenuhi kebutuhan darah suatu daerah, produksi darah minimal 2% dari jumlah penduduk atau 5 juta kantong darah/tahun," ungkapnya.

"Dari data tersebut, maka untuk memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia masih kurang 400 ribu kantong darah. Kekurangan ketersediaan darah tersebut meliputi juga jenis golongan darah langka seperti golongan darah AB, rhesus negatif atau lainnya," ujarnya.

"Dari data donasi berdasarkan golongan darah dan Rhesus, didapatkan golongan darah O sebanyak 39%, B sebanyak 28%, A sebanyak 25%, AB sebanyak 8% dan untuk rhesus negative sebanyak 0,05%. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa golongan darah AB dan Rhesus Negatif adalah golongan darah langka," jelasnya.

"Tubuh manusia memiliki sekitar 4-6 liter darah yang terus menerus mengalir dalam pembuluh darah untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi ke seluruh tubuh. Darah manusia terdiri dari sel-sel darah (sel darah merah/eritrosit, sel darah putih/leukosit dan trombosit) dalam cairan yang disebut plasma darah.plasma darah terdiri dari sekitar 90% air, tetapi juga mengandung protein, nutrisi, hormon dan produk limbah. Darah terdiri dari 60% plasma dan 40% sel-sel darah," tambah Fitri.

Fitri juga menjelaskan, secara garis besar golongan darah manusia dibagi menjadi empat kelompok utama yaitu A, B, AB dan O. golongan darah ini dipengaruhi oleh gen yang diwarisi dari kedua orang tua. Setiap golongan darah tersebut dikelompokka juga berdasarkan rhesusnya, apakah positif (Rh +) atau negatif (Rh-), sebagai contoh golongan darah A bias A Rh+ atau A Rh-, dengan demikian penggolongan darah.

"System penggolongan darah manusia berdasarkan adanyan antigen dan antibody. Antigen adalah molekul protein yang ditemukan di permukaan sel darah merah. Antibody yang ada dalam plasma akan mengenali zat apapun yang asing menurut tubuh dan akan mengingatnya sehingga akan menghancurkan zat asing (antigen) yang masuk tubuh secara cepat," katanya.

Pada system penggolongan darah A,B,O, ada empat golongan utama darah manusia yang didasarkan pada antigen dan antibodim, yaitu Golongan darah A= memiliki antigen A pada sel darah merah, memiliki antibody anti-B dalam plasma. Golongan darah B= memiliki antigen B pada sel darah merah, memiliki antibody anti-A dalam plasma, Golongan darah O= tidak memiliki antigen tetapi keduanya memiliki antibody anti-A dan anti-B dalam plasma dan Golongan darah AB= memiliki antigen A dan B, tetapi tidak memiliki antibody.

"Seleksi awal calon donor darah diperlukan untuk mendapatkan darah yang berkualitas meliputi usia, berat badan, golongan darah, kadar haemoglobin, tekanan darah dan riwayat kesehatan lainnya. Selain itu diperlukan skrining infeksi menular melalui tranfusi darah (IMTLD) guna mendapatkan darah yang bebas penyakit menular melalui darah," pungkas Fitri Wahyuni. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Romeo
Tag: bukittinggi,daerah,metro,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Anak Petani Asal Solsel Raih Prestasi, Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019

Anak Petani Asal Solsel Raih Prestasi, Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019

SOLOK SELATAN - Muhammad Idris putra terbaik Solok Selatan (Solsel) meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan...

Pemko dan Polres Padang Panjang Gelar Apel Bersama Program Satu Polisi Satu RT

Pemko dan Polres Padang Panjang Gelar Apel Bersama Program Satu Polisi Satu RT

PADANG PANJANG - Pemerintah Kota Padang Panjang bersama Polres Padang Panjang menggelar Apel Satu Polisi Satu RT di...

Wakil Bupati Pasaman Serahkan Bonus Kepada Atlit O2SN SD dan SMP

Wakil Bupati Pasaman Serahkan Bonus Kepada Atlit O2SN SD dan SMP

LUBUK SIKAPING - Bupati Pasaman Yusuf Lubis dan Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama serahkan Bonus Atlit O2SN SD dan SMP...

Resmikan Dua Masjid di Pariaman, Anggota DPR RI Terpilih Nevi Irwan Prayitno Letakkan Batu Pertama

Resmikan Dua Masjid di Pariaman, Anggota DPR RI Terpilih Nevi Irwan Prayitno Letakkan Batu Pertama

PARIAMAN - Anggota DPR RI terpilih yang juga ketua TP PKK Provinsi Sumbar Nevi Irwan Prayitno melakukan peletakkan batu...

Diskoperindag Kota Pariaman Fasilitasi PKL Berikan Pelatihan Pembuatan Sala Lauk

Diskoperindag Kota Pariaman Fasilitasi PKL Berikan Pelatihan Pembuatan Sala Lauk

PARIAMAN - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop & UKM) Kota Pariaman...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media