Sunday, 18 Nov 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Mari Mengenal Darah Sendiri yang Siap Kita Bagi

Kamis, 13 September 2018 - 19:58:20 WIB - 246
Mari Mengenal Darah Sendiri yang Siap Kita Bagi
Kepala UDD Syahrial Leman PMI Kota Bukittinggi saat memaparkan tentang donor darah


BUKITTINGGI - Pelayanan tranfusi darah merupakan upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusiaan dan tidak untuk tujuan komersial. "Darah dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun".

Pelayanan tranfusi darah sebagai salah satu upaya kesehatan dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan sangat membutuhkan ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup, aman, mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat.

Kepala UTD PMI Kota Bukittinggi, dr.Fitri Wahyuni,Sp.Pk menjelaskan, Kamis (13/9/2018), World Health Organization (WHO) telah sejak lama melihat ketersediaan darah merupakan masalah yang krusial sejak World Health Assembly (WHA) ke 28 tahun 1975.

"Bahkan dalam revolusi WHA ke 63 tahun 2010 Nomor 12, tertulis bahwa sedang mendesak negara anggota untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk membangun, menerapkan dan mendukung koordinasi secara nasional, pengelolaan yang efisien dan program pelayanan darah dan plasma yang berkelanjutan dengan tujuan untuk mencapai swasembada," kata Fitri.

"Berdasarkan data pelayanan darah tahun 2014, produksi darah secara nasional (Whole Blood dan komponennya) dalam satu tahun sebanyak 4,6 juta kantong darah, sedangkan rekomendasi WHO untuk memenuhi kebutuhan darah suatu daerah, produksi darah minimal 2% dari jumlah penduduk atau 5 juta kantong darah/tahun," ungkapnya.

"Dari data tersebut, maka untuk memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia masih kurang 400 ribu kantong darah. Kekurangan ketersediaan darah tersebut meliputi juga jenis golongan darah langka seperti golongan darah AB, rhesus negatif atau lainnya," ujarnya.

"Dari data donasi berdasarkan golongan darah dan Rhesus, didapatkan golongan darah O sebanyak 39%, B sebanyak 28%, A sebanyak 25%, AB sebanyak 8% dan untuk rhesus negative sebanyak 0,05%. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa golongan darah AB dan Rhesus Negatif adalah golongan darah langka," jelasnya.

"Tubuh manusia memiliki sekitar 4-6 liter darah yang terus menerus mengalir dalam pembuluh darah untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi ke seluruh tubuh. Darah manusia terdiri dari sel-sel darah (sel darah merah/eritrosit, sel darah putih/leukosit dan trombosit) dalam cairan yang disebut plasma darah.plasma darah terdiri dari sekitar 90% air, tetapi juga mengandung protein, nutrisi, hormon dan produk limbah. Darah terdiri dari 60% plasma dan 40% sel-sel darah," tambah Fitri.

Fitri juga menjelaskan, secara garis besar golongan darah manusia dibagi menjadi empat kelompok utama yaitu A, B, AB dan O. golongan darah ini dipengaruhi oleh gen yang diwarisi dari kedua orang tua. Setiap golongan darah tersebut dikelompokka juga berdasarkan rhesusnya, apakah positif (Rh +) atau negatif (Rh-), sebagai contoh golongan darah A bias A Rh+ atau A Rh-, dengan demikian penggolongan darah.

"System penggolongan darah manusia berdasarkan adanyan antigen dan antibody. Antigen adalah molekul protein yang ditemukan di permukaan sel darah merah. Antibody yang ada dalam plasma akan mengenali zat apapun yang asing menurut tubuh dan akan mengingatnya sehingga akan menghancurkan zat asing (antigen) yang masuk tubuh secara cepat," katanya.

Pada system penggolongan darah A,B,O, ada empat golongan utama darah manusia yang didasarkan pada antigen dan antibodim, yaitu Golongan darah A= memiliki antigen A pada sel darah merah, memiliki antibody anti-B dalam plasma. Golongan darah B= memiliki antigen B pada sel darah merah, memiliki antibody anti-A dalam plasma, Golongan darah O= tidak memiliki antigen tetapi keduanya memiliki antibody anti-A dan anti-B dalam plasma dan Golongan darah AB= memiliki antigen A dan B, tetapi tidak memiliki antibody.

"Seleksi awal calon donor darah diperlukan untuk mendapatkan darah yang berkualitas meliputi usia, berat badan, golongan darah, kadar haemoglobin, tekanan darah dan riwayat kesehatan lainnya. Selain itu diperlukan skrining infeksi menular melalui tranfusi darah (IMTLD) guna mendapatkan darah yang bebas penyakit menular melalui darah," pungkas Fitri Wahyuni. (Iwin SB)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Romeo
Tag: bukittinggi,daerah,metro,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tingkatkan Potensi, Padang Panjang Belajar ke Makassar

Tingkatkan Potensi, Padang Panjang Belajar ke Makassar

PADANG PANJANG - Walikota Padang Panjang Fadly Amran didampingi oleh Ketua DPRD Kota Padang Panjang Novi Hendri, unsur...

Pengacara Sebut Tiga Kejanggalan ini Saat Temuan Bendera Tauhid di Rumah Habib Rizieq

Pengacara Sebut Tiga Kejanggalan ini Saat Temuan Bendera Tauhid di Rumah Habib Rizieq

NASIONAL - Pengacara Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro, menemukan beberapa kejanggalan dalam kasus keberadaan...

Lahirkan Inovasi Bermanfaat, Kajari Mendapat Penghargaan Dari Kajati Sumbar dan Bupati

Lahirkan Inovasi Bermanfaat, Kajari Mendapat Penghargaan Dari Kajati Sumbar dan Bupati

TANAH DATAR - Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Priyanto, SH, MH mengunjungi Tanah Datar, Kamis (15/11/2018). Ini...

Sebanyak 4.316 Peserta CPNS Bersaing Jadi Pegawai Pemda Pasaman Barat

Sebanyak 4.316 Peserta CPNS Bersaing Jadi Pegawai Pemda Pasaman Barat

PASAMAN BARAT - Sebanyak 4.316 orang peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bersaing untuk menjadi Pegawai Negeri...

Walikota Pariaman Resmikan Mancing Ikan Larangan, Ajak Masyarakat Bangun Desa Wisata

Walikota Pariaman Resmikan Mancing Ikan Larangan, Ajak Masyarakat Bangun Desa Wisata

PARIAMAN - Walikota Pariaman Genius Umar meresmikan "Mancing Ikan Larangan" di Dusun Lapai, Desa Cimparuh,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media