Tuesday, 16 Jul 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Mengenal Prosesi Maambiak Batang Pisang dalam Ritual Budaya Tabuik di Pariaman

Sabtu, 15 September 2018 - 22:21:26 WIB - 1052
Mengenal Prosesi Maambiak Batang Pisang dalam Ritual Budaya Tabuik di Pariaman
Prosesi ritual mamancuang dan maambiak batang pisang di Kelurahan Pasir Lohong, Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (15/9).


PARIAMAN - Mamancuang dan maambiak (Memancung dan mengambil-Red) batang pisang merupakan ritual tahap kedua dari prosesi budaya Tabuik yang dilaksanakan pada hari ke-5 bulan Muharram atau pada Sabtu sore (15/9).

Prosesi Mamancuang dan maambiak batang pisang untuk Tabuik Subarang dilaksanakan di Kelurahan Pasir Lohong, tepatnya di depan Mushalla/TPA-TPQ Babul Jannah (Simpang Kampuang Kaliang), Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Sebelum ritual maambiak batang pisang digelar, terlebih dahulu Tabuik mini sebagai simbol budaya Tabuik dan sebuah pedang menyerupai samurai dengan nama Jarnawi diarak dari rumah Tabuik Subarang menuju lokasi batang pisang yang akan dipancuang.

Ketua pelaksana Tabuik Subarang Iptu Husni Thamrin mengatakan ritual Mamancuang dan maambiak batang pisang merupakan langkah kedua dalam pesona Hoyak Tabuik Piaman tahun 2018.

"Maambiak batang pisang ini adalah dengan cara memancungnya. Sebagaimana sejarah cucu Nabi Muhammad Hasan dan Husein yang dipancung lehernya, kemudian setelah itu dibawa ke tengah Padang Karbala," terang Husni.

Setelah maambiak batang pisang ini lanjut Husni, maka tiga bagian batang pisang yang telah terpancung akan dibawa ke Simpang Tabuik Kampung Cina, Pariaman.

"Sebagaimana sejarahnya setelah dipancung kemudian batang pisang tersebut kita arak juga ke lokasi dimaksud, dengan tujuan sebagai arak-arakan memberitahu pada masyarakat," tuturnya.

Salah satu keunikan sebelum maambiak batang pisang yang ada dalam lingkup khusus, dipagar tali rapia. Sesepuh Tabuik yang akan memancung batang pisang terlebih dahulu memberi mantra pada pedang Jarnawi sambil bersilat. (war)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,metro,pariaman,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Karena Hal Ini, KPU Mentawai Tunda Pleno Penetapan Calon Anggota DPRD Terpilih

Karena Hal Ini, KPU Mentawai Tunda Pleno Penetapan Calon Anggota DPRD Terpilih

MENTAWAI - Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Calon Legislatif Anggota DPRD terpilih dan Perolehan Kursi Kabupaten...

Inilah Awal Mula Terjadinya Penyerangan Markas Satpol PP Padang Jumat Dini Hari Tadi

Inilah Awal Mula Terjadinya Penyerangan Markas Satpol PP Padang Jumat Dini Hari Tadi

PADANG -- Belasan yang diduga Anak Jalanan "punk" melakukan aksi teror dan penyerangan ke Mako Satuan Polisi...

Wabup Padang Pariaman Resmikan Pembangunan Kembali Pasar A dan Pasar Ternak Nagari Pakandangan

Wabup Padang Pariaman Resmikan Pembangunan Kembali Pasar A dan Pasar Ternak Nagari Pakandangan

PADANG PARIAMAN - Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur resmikan dan lakukan peletakan batu pertama tanda...

Pembangunan Proyek Jembatan Mapaddegat di Mentawai Segera Dimulai

Pembangunan Proyek Jembatan Mapaddegat di Mentawai Segera Dimulai

MENTAWAI - Proyek pembangunsn jembatan Mapaddegat - lokasi kawasan wisata pantai dengan pagu dan Rp8,73 Miliar akan...

SMPS IT Cahaya Mekah Pasaman Barat Laksanakan Masa Orientasi Siswa Perdana

SMPS IT Cahaya Mekah Pasaman Barat Laksanakan Masa Orientasi Siswa Perdana

PASAMAN BARAT - Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) IT Cahaya Mekah merupakan salah satu sekolah yang terletak di...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media