Tuesday, 25 Sep 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Mengenal Prosesi Maambiak Batang Pisang dalam Ritual Budaya Tabuik di Pariaman

Sabtu, 15 September 2018 - 22:21:26 WIB - 371
Mengenal Prosesi Maambiak Batang Pisang dalam Ritual Budaya Tabuik di Pariaman
Prosesi ritual mamancuang dan maambiak batang pisang di Kelurahan Pasir Lohong, Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (15/9).


PARIAMAN - Mamancuang dan maambiak (Memancung dan mengambil-Red) batang pisang merupakan ritual tahap kedua dari prosesi budaya Tabuik yang dilaksanakan pada hari ke-5 bulan Muharram atau pada Sabtu sore (15/9).

Prosesi Mamancuang dan maambiak batang pisang untuk Tabuik Subarang dilaksanakan di Kelurahan Pasir Lohong, tepatnya di depan Mushalla/TPA-TPQ Babul Jannah (Simpang Kampuang Kaliang), Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Sebelum ritual maambiak batang pisang digelar, terlebih dahulu Tabuik mini sebagai simbol budaya Tabuik dan sebuah pedang menyerupai samurai dengan nama Jarnawi diarak dari rumah Tabuik Subarang menuju lokasi batang pisang yang akan dipancuang.

Ketua pelaksana Tabuik Subarang Iptu Husni Thamrin mengatakan ritual Mamancuang dan maambiak batang pisang merupakan langkah kedua dalam pesona Hoyak Tabuik Piaman tahun 2018.

"Maambiak batang pisang ini adalah dengan cara memancungnya. Sebagaimana sejarah cucu Nabi Muhammad Hasan dan Husein yang dipancung lehernya, kemudian setelah itu dibawa ke tengah Padang Karbala," terang Husni.

Setelah maambiak batang pisang ini lanjut Husni, maka tiga bagian batang pisang yang telah terpancung akan dibawa ke Simpang Tabuik Kampung Cina, Pariaman.

"Sebagaimana sejarahnya setelah dipancung kemudian batang pisang tersebut kita arak juga ke lokasi dimaksud, dengan tujuan sebagai arak-arakan memberitahu pada masyarakat," tuturnya.

Salah satu keunikan sebelum maambiak batang pisang yang ada dalam lingkup khusus, dipagar tali rapia. Sesepuh Tabuik yang akan memancung batang pisang terlebih dahulu memberi mantra pada pedang Jarnawi sambil bersilat. (war)


Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,metro,pariaman,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Bazda Padang Pariaman Bagikan Beasiswa ke 424 orang dan Bantuan Rumah Korban Banjir Bandang

Bazda Padang Pariaman Bagikan Beasiswa ke 424 orang dan Bantuan Rumah Korban Banjir Bandang

PARIWARA BAZDA PADANG PARIAMAN - Badan Amil Zakat Daerah Padang Pariaman salurkan dana bantuan beasiswa kepada 424...

Kapitra Ampera Sebut Habib Rizieq Dukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, Tapi..

Kapitra Ampera Sebut Habib Rizieq Dukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, Tapi..

POLITIK - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera menyampaikan, Pimpinan Front Pembela...

Mobil Anggota DPRD Pasaman Hilang di Teras Rumah

Mobil Anggota DPRD Pasaman Hilang di Teras Rumah

PASAMAN - Satu unit mobil avanza warna silver BA 1616 EN, milik anggota DPRD Pasaman dari fraksi PAN, Rahmat Setia...

Kebakaran Hebat Hanguskan Bangunan MTsM Pangkalan Limapuluh Kota

Kebakaran Hebat Hanguskan Bangunan MTsM Pangkalan Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA - Sekolah Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) di Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi...

Sambut Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, Ini Pesan MUI

Sambut Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, Ini Pesan MUI

NASIONAL - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada kaum Muslimin agar menyambut Tahun Baru Islam 1440 Hijriah...


KOMENTAR ANDA



Polling Capres cawapres 2019-2024 kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media