Sunday, 18 Nov 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Mengenal Prosesi Maambiak Batang Pisang dalam Ritual Budaya Tabuik di Pariaman

Sabtu, 15 September 2018 - 22:21:26 WIB - 583
Mengenal Prosesi Maambiak Batang Pisang dalam Ritual Budaya Tabuik di Pariaman
Prosesi ritual mamancuang dan maambiak batang pisang di Kelurahan Pasir Lohong, Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (15/9).


PARIAMAN - Mamancuang dan maambiak (Memancung dan mengambil-Red) batang pisang merupakan ritual tahap kedua dari prosesi budaya Tabuik yang dilaksanakan pada hari ke-5 bulan Muharram atau pada Sabtu sore (15/9).

Prosesi Mamancuang dan maambiak batang pisang untuk Tabuik Subarang dilaksanakan di Kelurahan Pasir Lohong, tepatnya di depan Mushalla/TPA-TPQ Babul Jannah (Simpang Kampuang Kaliang), Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Sebelum ritual maambiak batang pisang digelar, terlebih dahulu Tabuik mini sebagai simbol budaya Tabuik dan sebuah pedang menyerupai samurai dengan nama Jarnawi diarak dari rumah Tabuik Subarang menuju lokasi batang pisang yang akan dipancuang.

Ketua pelaksana Tabuik Subarang Iptu Husni Thamrin mengatakan ritual Mamancuang dan maambiak batang pisang merupakan langkah kedua dalam pesona Hoyak Tabuik Piaman tahun 2018.

"Maambiak batang pisang ini adalah dengan cara memancungnya. Sebagaimana sejarah cucu Nabi Muhammad Hasan dan Husein yang dipancung lehernya, kemudian setelah itu dibawa ke tengah Padang Karbala," terang Husni.

Setelah maambiak batang pisang ini lanjut Husni, maka tiga bagian batang pisang yang telah terpancung akan dibawa ke Simpang Tabuik Kampung Cina, Pariaman.

"Sebagaimana sejarahnya setelah dipancung kemudian batang pisang tersebut kita arak juga ke lokasi dimaksud, dengan tujuan sebagai arak-arakan memberitahu pada masyarakat," tuturnya.

Salah satu keunikan sebelum maambiak batang pisang yang ada dalam lingkup khusus, dipagar tali rapia. Sesepuh Tabuik yang akan memancung batang pisang terlebih dahulu memberi mantra pada pedang Jarnawi sambil bersilat. (war)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,metro,pariaman,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pasaman Barat Dilanda Musibah, Bupati Syahiran: Mari Ramaikan Masjid

Pasaman Barat Dilanda Musibah, Bupati Syahiran: Mari Ramaikan Masjid

PASAMAN BARAT - Bupati Pasaman Barat menghimbau kepada seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk meramaikan madjid dan...

Warga Pariaman Tangkap Buaya Muara Sepanjang 1,8 Meter dengan Umpan Ayam Putih

Warga Pariaman Tangkap Buaya Muara Sepanjang 1,8 Meter dengan Umpan Ayam Putih

PARIAMAN - Seekor buaya muara berhasil ditangkap warga dengan perangkap di aliran sungai Batang Manggung, Desa Tungkal...

Banjir Tak Kunjung Surut, Ratusan KK di Pasaman Barat Terpaksa Diungsikan

Banjir Tak Kunjung Surut, Ratusan KK di Pasaman Barat Terpaksa Diungsikan

PASAMAN BARAT - Sebanyak 110 Kepala Keluarga (KK) di Kejorongan Rantau Panjang, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah...

Sepekan Tragedi Lion Air JT 610 Jatuh, Baru 14 Jenazah Teridentifikasi

Sepekan Tragedi Lion Air JT 610 Jatuh, Baru 14 Jenazah Teridentifikasi

NASIONAL - Sepekan tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang,...

Nyambi Jual Narkoba dan Nyolong Motor, Petani di Tanah Datar ini Dibekuk Polisi

Nyambi Jual Narkoba dan Nyolong Motor, Petani di Tanah Datar ini Dibekuk Polisi

TANAH DATAR - Akibat penyalahgunaan barang haram dan curanmor akhirnya seorang petani dibekuk polisi, Sabtu...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media