Sunday, 21 Oct 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Panjang

Gunung Singgalang Punya Cerita, Pendaki ini Garap Pacar Temannya, Berujung Meninggal Dunia

Jumat, 21 September 2018 - 06:30:54 WIB - 129303
Gunung Singgalang Punya Cerita, Pendaki ini Garap Pacar Temannya, Berujung Meninggal Dunia
Korban YAT (19) meninggal duni setelah dirawat satu hari di RSUD Padang Panjang.


PADANG PANJANG - Kelelahan saat melakukan pendakian di Gunung Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, YAT (19) digarap oleh sesama pendaki yang tak lain adalah kawan dari pacarnya sendiri, saat pacarnya FZK (17) tengah mencari pertolongan kepada warga sekitar.

Pendaki bejat tersebut yakni RFD (18) asal Pangkalan, Lima Puluh Kota, yang merupakan teman FZK. RFD tak kuat mengendalikan nafsu bejatnya, sehingga ia menyetubuhi pacar temannya sendiri saat dalam keadaan lemas.

Sementara FZK yang tidak mengetahui pacarnya telah disetubuhi temannya tersebut, turut melarikan YAT yang berhasil diselamatkan dua pendaki asal Pasaman ke RSUD Padang Panjang sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa (18/9) kemarin, untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, pertolongan medis pada korban sejak Selasa dini hari itu, tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan bukti cairan putih di celana dalam korban, dan diduga kuat sebelum korban dilarikan ke RSUD Padang Panjang, korban telah melakukan hubungan intim.

Pasca meninggalnya korban, atas hasil pemeriksaan medis tersebut, keluarga korban tidak dapat menerima perlakukan yang dialami korban, akhirnya kasus itu dilaporkan ke Mako Polres Padang Panjang untuk ditindak lanjuti.

Berdasarkan kejadian tersebut, Kapolres Padang Panjang, AKBP. Cepi Noval, SIK melalui Kasat Reskrim AKP. Julianson, SH membenarkan adanya laporan kasus perbuatan tindak pidana atas persetubuhan korban dalam kondisi tidak berdaya itu.

"Ya benar, adanya laporan kasus perbuatan tindak pidana atas persetubuhan korban dalam kondisi tidak berdaya berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/203 /IX/2018/SPKT Unit II/Polres Padangpanjang, tanggal 18 september 2018," sebut Julianson, Kamis (20/9) di ruang kerjanya.

Julianson mengungkapkan, kejadian berawal dari perjalanan pendakian Gunung Singgalang oleh 5 orang pendaki, yakni tersangka RFD, korban YAT, FZ (17), RB (18) dan FZK. Dari hasil pemeriksaan tersangka RFD menerangkan, kelima kawanan pendaki tersebut melakukan pendakian sejak hari Sabtu (15/9) lalu.

Dimana, mereka mulai naik sekitar pukul 23.00 WIB malam dan sampai cadas Gunung Singgalang sekitar pukul 07.00 WIB Minggu (16/9). Minggu pagi melanjutkan pendakian ke Telaga Dewi Singgalang. Sampai ditelaga dewi, lima pendaki itu diguyur hujan badai hingga memutuskan untuk kembali turun ke cadas, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Sampai di cadas korban YAT warga Payakumbuh itu mengalami kelelahan hingga lemas tak berdaya. Karena harus mencari pertolongan, FZK terpaksa meninggalkan YAT bersama RFD dikarenakan dua orang temannya FZ dan RB telah turun duluan. Melihat korban dalam keadaan lemas, disitulah memancing nafsu korban hingga nekat menyetubuhi YAT," sebut Julianson.

Julianson mengatakan, setelah melepaskan nafsu bejatnya, barulah datang pertolongan dari dua pendaki asal Pasaman dan melarikan YAT ke RSUD Padang Panjang untuk diberikan pertolongan. Namun, korban meninggal dunia setelah satu hari dirawat di rumah sakit yakni pada Kamis (20/9) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

"Saat korban diperiksa, menurut keterangan perawat RSUD ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan dibagian kemaluan korban, yakni ditemukan memar dan ada cairan putih di sekitar kemaluan korban," sebut Julianson.

Mengetahui kejanggalan tersebut, ucap Julianson, keempat kawanan pendaki itu yang masih berada di rumah sakit langsung dimintai keterangan di Mako Polres Padang Panjang. Akhirnya, RFD mengakui apa yang telah ia perbuat.

"Dalam kasus tersebut, tersangka terjerat pasal 286 tentang persetubuhan korban dalam kondisi tidak berdaya dan terancam hukuman kurungan 9 tahun penjara. Hingga saat ini korban masih dilakukan otopsi, di rumah sakit Bhayangkara Padang dan kita akan melakukan olah TKP, karena pertimbangan cuaca yang tidak mendukung dan perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 6 jam, kita akan melakukan olah TKP dan rekonstruksi, Sabtu (22/9)," pungkas Julianson. (Del/Putra/AMOI)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana
Tag: daerah,hukum,kuliner,metro,padang-panjang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tingkatkan Kewaspadaan Dini, Damkar Padang Sosialisasikan Perwako tentang APAR

Tingkatkan Kewaspadaan Dini, Damkar Padang Sosialisasikan Perwako tentang APAR

PADANG -- Kabid proteksi dan Pengujian Dinas Damkar Kota Padang mengungkapkan upaya meningkatkan kewaspadaan bencana...

Rapat Konsolidasi MinangkabauNews Digelar di Padang

Rapat Konsolidasi MinangkabauNews Digelar di Padang

PADANG -- Media online MinangkabauNews menggelar konsolidasi dan temu keluarga besar di Mess Transito Padang, Ahad,...

Pemprov Sumbar Pastikan 1,5 Ton Randang Tiba di Palu-Donggala

Pemprov Sumbar Pastikan 1,5 Ton Randang Tiba di Palu-Donggala

JAKARTA - Sempat dikabarkan tersendat, akhirnya 1,5 ton Rendang Padang untuk membantu korban gempa dan tsunami tiba di...

Penjual Es Krim Ini Mendadak jadi Miliarder, Ternyata Faktanya..

Penjual Es Krim Ini Mendadak jadi Miliarder, Ternyata Faktanya..

POLITIK - Seorang penjual es krim Pakistan Muhammad Abdul Qadir mengaku terkejut saat mengetahui memiliki uang senilai...

Sumbangan Rendang 1 Ton dari Sumbar Diisukan Cuma untuk Pejabat Sulteng, Begini Kata BNPB

Sumbangan Rendang 1 Ton dari Sumbar Diisukan Cuma untuk Pejabat Sulteng, Begini Kata BNPB

PALU - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengirim 1 ton rendang ke wilayah terdampak gempa dan tsunami di...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media