Wednesday, 20 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Panjang

Derita Gagal Ginjal, Bocah SD di Padang Panjang ini Butuh Uluran Tangan

Jumat, 21 September 2018 - 06:54:39 WIB - 1648
Derita Gagal Ginjal, Bocah SD di Padang Panjang ini Butuh Uluran Tangan
Arif (13) bocah penderita gagal ginjal asal Padang Panjang. (Foto: Pasbana.com)


PADANG PANJANG - Empat bulan yang lalu, menjadi masa terakhir untuk Arif (13) menikmati masa kanak-kanak bersama teman-teman sebayanya, sebelum ia divonis oleh dokter menderita gagal ginjal stadium empat.

Arif, anak yatim yang telah ditinggal ayahnya sejak 6 tahun lalu, tampak terbaring lemah dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Tubuh anak itu kurus, sehingga tampak hanya seperti tulang dibalut kulit saja.

Arif tinggal dengan ibunya, Dian (35), di rumah semi permanen berukuran 5 X 8 meter, yang mana status tanah tersebut masih sistem sewa. Sang ibu biasanya bekerja di sebuah toko kue, namun semenjak kondisi arif seperti ini, ia terpaksa meninggalkan pekerjaannya demi mengurus Arif.

Dian mengatakan, Arif merupakan anak kedua dari tiga orang bersaudara. Saat ini ia tengah duduk di bangku kelas 5 di SD 17 Kampung Manggis. Namun, dengan keadaan arif seperti ini, Arif terpaksa berhenti sekolah.

"Arif terpaksa berhenti sekolah untuk saat ini, karena mengingat kondisinya. Dan saya juga harus meninggalkan pekerjaan saya disalah satu toko kue di Padang Panjang ini, demi merawat Arif," sebut Dian.

Dian tampak tegar menghadapi penyakit yang tengah dilawan anaknya, dan ia selalu berada disamping Arif untuk menemaninya, dan menyuapi makan anaknya, meskipun makanan yang diberikan selalu dimuntahkan anaknya.

Dian menceritakan, waktu Arif duduk dibangku kelas 3 SD, buang air kecil anaknya sempat berdarah, dikarenakan terminum air berkaporit saat mandi-mandi di salah satu wahana pemandian di Kota Padang Panjang.

"Saat dibawa berobat disarankan untuk meminum obat selama seminggu dan perbanyak konsumsi air putih, apabila buang airnya kecilnya masih berdarah kata dokter tersebut, Arif harus dikhitan. Ternyata satu minggu meminum obat, masih seperti itu, dan Arif terpaksa dikhitan, Alhamdullah usai dikhitan buang air kecilnya tidak berdarah lagi," ceritanya.

Dan satu tahun usai khitanan, Arif sering mengeluh pusing dan capek, ucap Dian, sehingga ia sering tidak masuk sekolah. Dan saat dibawa ke puskesmas, dilakukan pemeriksaan, ternyata pihak puskesmas mengatakan Arif mengalami infeksi saluran kencing.

"Namun Arif tidak pernah merasa sakit selama ini, hanya merasa pusing dan capek saja. Namun, 4 bulan yang lalu, Arif seakan kehilangan nafsu makannya, ia mengatakan bahwa perutnya bengkak, dan buang air kecilnya tidak bisa keluar. Saya langsung bawa ke rumah sakit Yarsi, dan kami dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang," ucapnya.

Saat dilakukan pemeriksaan di RSUP M. Djamil Padang, pihak rumah sakit mengatakan Arif terkena infeksi saluran kencing dan gagal ginjal stadium empat, saluran kencing Arif tersebut menurut dokter sudah berjamur, dan harus dilakukan penangan intensif.

"Tetapi setiap pulang dari rumah sakit, seminggu di rumah perutnya kembali membengkak, karena buang air kecilnya tertahan," jelasnya.

Sementara Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang yang terus memantau kondisi kesehatannya, melihat suatu kebiasaan Arif mengkonsumsi mie instan kering sebagai cemilan diduga kuat menjadi salah satu penyebab beratnya kerja fungsi ginjal.

"Ibunya menceritakan kebiasaan anaknya itu yang suka mengkonsumsi mie instan kering, serta kurang mengkonsumsi air putih. Dalam waktu yang lama itulah kemungkinan ginjalnya menjadi gagal fungsi dan baru disadari beberapa bulan terakhir," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Nuryanuwar, Kamis (20/9).

Dan kondisi Arif yang tengah ditangani RSUP M. Djamil, Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang tetap melakukan upaya pengawasan dengan berkoordinasi dengan RSUD Padang Panjang. Salah satunya dengan memberikan pelayanan perawatan inap sebagai upaya mengantisipasi kondisi buruk setelah mengetahui arif susah makan.

"Kami setelah berkoordinasi dengan pihak RSUP M. Djamil, dengan persetujuan Direktur RSUD Padang Panjang, memberikan fasilitas rawat ini agar bisa dipasangkan infus sebagai pengganti makanan, setidaknya selama arif menunggu panggilan konsul perawatan di M. Djamil," sebut Nuryanuwar sembari menyampaikan Arif saat ini telah dirawat di RSUD Padang Panjang.

Untuk meringkan sedikit beban keluarga Arif, saudara-saudara dapat juga mengirim bantuan ke Rek BRI 023101015000503 Atas nama Sri Irma Suryani atau bisa menghubungi nomor handphone 08126737879. (Del/Putra/AMOI)

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana
Tag: daerah,kesehatan,metro,padang-panjang,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Minggu Besok, PKDP Solok Baralek Gadang

Minggu Besok, PKDP Solok Baralek Gadang

SOLOK -- Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) menggelar pelantikan Ketua dan pengurus PKDP Solok periode lima...

Jalin Komunikasi Politik, Erman Safar Bersilaturahmi ke PKS

Jalin Komunikasi Politik, Erman Safar Bersilaturahmi ke PKS

BUKITTINGGI -- Bakal calon Wali Kota Bukittinggi Erman Safar setelah mendaftar ke Partai Gerindra beberapa waktu lalu,...

IAIN Batusangkar Wisuda 644 Lulusan Angkatan IX 2019

IAIN Batusangkar Wisuda 644 Lulusan Angkatan IX 2019

TANAH DATAR -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar kembali gelar wisuda sebanyak 644 orang lulusan pada...

Rapat Anggota, KONI Payakumbuh Utus 10 Atlitnya ke PON

Rapat Anggota, KONI Payakumbuh Utus 10 Atlitnya ke PON

PAYAKUMBUH - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh memastikan bakal mengutus atlit binaannya...

Persiapan Capai 90 Persen, Jambore ke-2 di Mentawai Siap Dihelat

Persiapan Capai 90 Persen, Jambore ke-2 di Mentawai Siap Dihelat

MENTAWAI -- Jambore ke ll gerakan Pramuka cabang Kabupaten Kepulauan Mentawai yang akan di helat besok resmi akan di...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media