Monday, 10 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Tanah Datar

Ribuan Pandeka Silek Minang Berkumpul di Pagaruyung, Ada Apa?

Sabtu, 22 September 2018 - 20:44:39 WIB - 3112
Ribuan Pandeka Silek Minang Berkumpul di Pagaruyung, Ada Apa?
Ajang penampilan bela diri Minangkabau dalam Gelanggang Silih Berganti (GSB) di Istana Pagaruyung, Tanah Datar, Sumbar, Jumat (21/9).


TANAH DATAR - Gelanggang Silih Berganti (GSB) sebagai salah satu ajang penampilan gerak seni silat dan ketangkasan bela diri Minangkabau, merupakan salah satu upaya Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tanah Datar melestarikan tradisi ini kepada generasi penerus di Kabupaten Tanah Datar Luhak Nan Tuo.

Selain itu ajang yang juga dalam rangka silaturrahmi sesama perguruan silat se-Kabupaten Tanah Datar dan diikitu ribuan pesilat, tuo-tuo silek dan pelatih tersebut juga untuk mencari bibit pesilat yang akan bertarung dalam event kompetisi seperti Porda, Porprov, PON maupun event Internasional.

Ketua harian IPSI Tanah Datar Afrizal pada saat pembukaan, Jumat (21/09) di Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar, Sumbar, mengatakan jumlah peserta termasuk ofisial dan tuo-tuo silek 1.360 orang. "ini menandakan antusias masyarakat terhadap seni bela diri silat makin meningkat," ucapnya.

Dia meminta kepada pemerintah daerah maupun DPRD untuk dapat mendukung kegiatan seni bela diri silat ini, tidak hanya sebatas pada GSB saja namun juga pada kegiatan-kegiatan pencak silat lainnya, karena ini juga dapat mengangkat pariwisata daerah.

"GSB yang dilaksanakan hingga tiga hari kedepan ini akan menampilkan berbagai silat tradisi dan prestasi dari jenis aliran silat yang ada di Luhak Nan Tuo," ujarnya.

Ia menambahkan kalau pada ajang pekan olah raga provinsi tahun lalu, cabor pencak silat tanah datar adalah penyumbang medali emas terbanyak. Dan pada porprov tahun ini IPSI Tanah Datar juga punya target meraih emas terbanyak, setidaknya sama dengan tahun kemaren, sebutnya.

Ketua IPSI Sumatera Barat Fauzi Bahar, katakan bahwa seni bela diri pencak silat adalah asli dari Indonesia, Sumbar (Minangkabau).

"Lebih dari 700 aliran silat ada di Minangkabau, apa lagi di Tanah Datar, aliran silek tuo yang sudah berumur ratusan tahun ada," katanya.

Dia juga menyampaikan sebuah pepatah minang, "kamanakan baraja ka Mamak, Mamak baraja ka Panghulu, Panghulu baraja ka mufakat, mufakat baraja ka nan bana, nan bana berdiri sendiri, di seni ketangkasan bela diri ini bukan barajo yang kita filosofikan tapi baraja, belajar," tukasnya.

"Belajar ke Mamak (Paman), karena Mamak adalah tauladannya Kemenakan (keponakan), dari itu seorang mamak juga harus memiliki ilmu silat, kita bangga dengan Silek Minang (pencak silat) Minangkabau," ungkapnya.

Disampaikan Fauzi Bahar bahwa pada Sea Game yang baru saja selesai, IPSI berhasil meraih emas sebanyak 14 cabang. Hal yang luar biasa dan membanggakan bagi rakyat Indonesia. Diadakannya GSB di Tanah Datar tepatnya di Pagaruyung, disinilah pusat silek sesungguhnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Hardiman yang mewakili bupati, sampaikan penghargaan pada IPSI Tanah Datar atas terlaksananya GSB yang ke IX tersebut.

"GSB dilaksanakan juga sebagai bentuk pembinaan generasi muda dibidang olah raga silat tradisi, yang menghimpun para pendekar silat se- Kabupaten Tanah Datar, untuk ini kita harapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dari awal hingga akhir," sampainya.

"Disadari sebagai suatu seni tradisi ini perlu dikembangkan dan dilestarikan, mengingat olah raga ini ciri khas Minangkabau dan sangat spesifik dibanding olah raga silat lain di Indonesia," sebut Dia.

"Saat ini silat minang banyak diminati, tidak hanya dalam negeri namun sampai ke manca negara, karena memiliki gerakan yang indah dan artistik serta memiliki etika dan menghargai kawan maupun lawan.

"Dengan pembinaan yang matang akan lahir generasi yang cerdas, sportif, berjiwa kesatria, berkualitas dan bermartabat dengan menjunjung tinggi, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, sudah barang tentu ini menjadi tanggungjawab kita semua," pungkas Dia.

GSB ini tidak hanya semata arena pertandingan, namun juga sebagai ajang pertemuan bagi tokoh silek, tuo-tuo silek tradisional dari berbagai perguruan di Tanah Datar.

Pembukaan acara yang ditandai dengan pukul gong dan mendarahi (pemotongan ayam) arena bertanding tersebut turut dihadiri, Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, Dandim 0307 Tanah Datar Edi. S. Harahap, mewakili DPRD, Kepala OPD, BUMN, BUMD dan undangan lainnya. (Irfan F)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Romeo
Tag: metro,minangkabau,seni-budaya,sumatra-barat,tanah-datar,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pelanggan Telkomsel Sumbar Kecewa Berat, Ternyata Ini Penyebabnya..

Pelanggan Telkomsel Sumbar Kecewa Berat, Ternyata Ini Penyebabnya..

PADANG -- Puluhan pelanggan mendatangi kantor GraPARI Padang, mereka mempertanyakan jaringan internet yang mati sejak...

Pokdarwis Jadi ujung Tombak Pariwisata Di Pasbar

Pokdarwis Jadi ujung Tombak Pariwisata Di Pasbar

PASAMAN BARAT - Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) merupakan ujung tombak dari pariwisata karena dapat meningkatkan...

Strategi PR 2.0 di Era Digital Masa Kini

Strategi PR 2.0 di Era Digital Masa Kini

Oleh: Nada Dova Resbu Saat ini perkembagan teknologi sangatlah pesat, begitupun dengan kemajuan bidang kehumasan...

BPKAD Gelar Sosialisasi Penyusunan RAPBD 2019, Ini Pesan Sekda Kota Padang

BPKAD Gelar Sosialisasi Penyusunan RAPBD 2019, Ini Pesan Sekda Kota Padang

PADANG -- BPKAD menggelar Sosialisasi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2019...

Hunting Akbar Macro Nusantara 2018 Sumbar, Jadikan Nagari Pagaruyuang Sebagai Target

Hunting Akbar Macro Nusantara 2018 Sumbar, Jadikan Nagari Pagaruyuang Sebagai Target

TANAH DATAR - Ratusan fotografer dari seluruh Sumatera Barat yang tergabung dalam Macro World Mania mengelar Hunting...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media