Monday, 10 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Peringatan Hari Tani Nasional, DPP IMM : Kebijakan Agraria Era Jokowi Tidak Bersahabat dengan Petani

Selasa, 25 September 2018 - 06:31:51 WIB - 572
Peringatan Hari Tani Nasional, DPP IMM : Kebijakan Agraria Era Jokowi Tidak Bersahabat dengan Petani
Ketua DPP IMM


JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM menyoroti Politik kebijakan agraria nasional semakin tidak bersahabat dengan petani, sebab tanah dan kekayaan agraria lainnya telah dirubah fungsinya menjadi objek investasi dan bisnis oleh pemerintah yang berkuasa

Ketua DPP IMM bidang Maritim dan Agraria, Ryan Beltra Delza mengatakan Pertanian merupakan roda penggerak ekonomi nasional. Selain bertujuan untuk memenuhi hajat hidup masyarakat, sektor itu juga berguna untuk mendongrak citra Indonesia di mata dunia.

Menurutnya, Transformasi struktural perekonomian Indonesia menuju ke corak yang industrial tidak dengan sendirinya melenyapkan nuansa agraritasnya. Berbagai teori pertumbuhan ekonomi klasik dan studi Bank Dunia menunjukan, bahwa sukses perkembangan sektor industri di suatu negara selalu diiringi dengan perbaikan produktifitas dan pertumbuhan berkelanjutan di sektor pertanian.

Selain menyediakan kebutuhan pangan bagi penduduk serta menyerap tenaga kerja, sektor pertanian juga merupakan pemasok bahan baku bagi sektor industri dan menjadi sumber penghasil devisa.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II 2017, sektor pertanian terus memberi kontribusi positif untuk perekonomian Indonesia. Menurut data BPS, terlihat bahwa besaran produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp 3.366,8 triliun.
Jika dilihat dari sisi produksi, pertanian merupakan sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan. Posisi sektor pertanian masih di atas sektor lainnya, seperti perdagangan maupun konstruksi.

"Walaupun demikian tentunya banyak persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan oleh pemerintah, salah satunya masih seringnya importer bahan pangan yang dilakukan pemerintah, seperti beras, garam dll. kemudian juga masalah reforma agraria yang masih belum tuntas terselesaikan," ujarnya.

Katanya, Monopoli kekayaan agraria terjadi di hampir semua sektor kehidupan rakyat. Dari seluruh wilayah daratan di Indonesia, 71 persen dikuasai korporasi kehutanan, 16 persen oleh korporasi perkebunan skala besar, 7 persen dikuasai oleh para konglomerat. Sementara rakyat kecil, hanya menguasai sisanya saja. Dampaknya satu persen orang terkaya di Indonesia menguasai 50,3 persen kekayaan nasional, dan 10 persen orang terkaya menguasai 7 persen kekayaan nasional (data Serikat Tani Indonesia).

Ia menilai Politik kebijakan agraria nasional semakin tidak bersahabat dengan petani, sebab tanah dan kekayaan agraria lainnya telah dirubah fungsinya menjadi objek investasi dan bisnis oleh pemerintah yang berkuasa. Tercatat, rata-rata pemilikan tanah petani di pedesaan kurang dari 0,5 dan tidak bertanah. PerMaret 2017, sebanyak 17,10 juta penduduk miskin hidup di pedesaan dan ditandai dengan terus naiknya indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan. (BPS, 2017). Keadaan ini telah berkontribusi besar dalam meningkatkan angka pengangguran danupah buruh murah di perkotaan akibat arus urbanisasi yang terus membesar oleh karena itu dalam menanggapi persoalaan tersebut hendaknya, semua lini harus sadar dan berkontribusi memberikan pengawalan terhadap kinerja pemerintah guna merevisi serta mengoptimalkan dengan sebaik-baiknya potensi agraria dan pertanian agar bisa digunakan semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Lanjutnya, dengan momentum hari tani nasional ini marilah sama-sama kita memulihkan kembali semangat untuk menegakan kedaulatan akan hasil pertanian, dan reforma agrarian, dengan memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada petani sebagai basis tunggal bahan pokok, serta menjadi tuan rumah atas lahan yang mereka miliki. Dengan kata lain stop eksploitasi lahan yang hanya menguntungkan elit oligarki semata, yang seyogyanya merusal penghasilan, semangat dan percaya diri para petani. (Ril)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,muhammadiyah,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Begini Kondisi Pancasila di Tengah Kampanye Politik

Begini Kondisi Pancasila di Tengah Kampanye Politik

Oleh : Ikhwan Arif Kondisi Pancasila ditengah Kampanye Politik Pada masa kampanye politik kita melihat sering...

Ini Yang Dilakukan Kodim 0307/TD Dalam Rangka Hari Juang Kartika Tahun 2018

Ini Yang Dilakukan Kodim 0307/TD Dalam Rangka Hari Juang Kartika Tahun 2018

PADANG PANJANG - Dalam Rangka Hari Juang Kartika Tahun 2018, Kodim 0307/TD gelar Bakti Sosial Donor Darah bagi unsur...

Ribuan Pencari Kerja Padati Acara Job Fair Pasbar 2018

Ribuan Pencari Kerja Padati Acara Job Fair Pasbar 2018

PASAMAN BARAT - Ribuan pencari kerja padati kegiatan pameran bursa kerja (Job Fair) yang di laksanakan Pemerintah...

Strategi PR 2.0 di Era Digital Masa Kini

Strategi PR 2.0 di Era Digital Masa Kini

Oleh: Nada Dova Resbu Saat ini perkembagan teknologi sangatlah pesat, begitupun dengan kemajuan bidang kehumasan...

 Festival Batang Sinuruik II 2018, Merajut Asa Di Ujung Pasaman Barat, Ayo Ke Sinuruik

Festival Batang Sinuruik II 2018, Merajut Asa Di Ujung Pasaman Barat, Ayo Ke Sinuruik

PARIWARA PASAMAN BARAT -- Membangun kreatifitas yang bernilai dan bermanfaat bagi pembangunan memerlukan sarana untuk...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media