Saturday, 16 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Paspampres Larang Pose 2 Jari di Depan Jokowi, Begini Kata Bawaslu

Rabu, 10 Oktober 2018 - 08:06:18 WIB - 6913
Paspampres Larang Pose 2 Jari di Depan Jokowi, Begini Kata Bawaslu
Paspampres membenarkan simbol dua jari mahasiswa saat foto bareng Jokowi (Foto: IG: suryoprabowo2011)


POLITIK - Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres melarang salah seorang mahasiswa berpose 2 jari di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Aksi Paspampres itu dipuji Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Kesadaran pencegahan yang dilakukan Paspampres layak diapresiasi," ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, Selasa (9/10/2018).

Dalam video yang viral tersebut, Paspampres membenarkan pose 2 jari si mahasiswa dan mengubahnya jadi acungan jempol. Momen tersebut terjadi dalam acara dies natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara.

DIkutip dari laman detik.com, menurut Bawaslu, apa yang dilakukan Paspampres adalah tindakan preventif alias pencegahan. Apalagi kegiatan berlangsung di tempat pendidikan dan Jokowi sedang tidak berkampanye Pilpres 2019.

"Itu bagus sebagai salah satu pencegahan yang dilakukan Paspampres agar kegiatan kepresidenan Pak Jokowi tidak dijadikan atau dimanfaatkan pendukungnya untuk kampanye, karena kalau kampanye, Pak Jokowi harus ada izin cuti atau dilakukan di hari libur," tutur Afif.

Bawaslu pun melarang segala bentuk kampanye di tempat pendidikan. Hal tersebut mengacu pada Pasal 280 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Lantas, apakah larangan tersebut berlaku untuk pose-pose tertentu yang mengarah ke pasangan calon di pilpres?

"Bukan pose, kampanye di lembaga pendidikan yang dilarang. Pose khawatir disalahartikan sebagai kampanye nampaknya, permainan simbol," pungkas Afif.

Sebelumnya, Mayjen (Mar) Suhartono selaku Komandan Paspampres menerangkan bahwa anggotanya bertindak spontan. Anggotanya juga mengingatkan mahasiswa supaya tidak berteriak "dua periode" dan mengacungkan jari.

Suhartono menyebut anggotanya melakukan itu karena kampus seharusnya bebas dari politik praktis. Jokowi juga hadir sebagai presiden, bukan sebagai capres.

"Anggota Paspampres tersebut berpikir kampus bukan tempat berpolitik praktis dan kehadiran Presiden untuk menghadiri undangan resmi, sehingga tidak elok jika ada kegiatan yang bernuansa politik," ungkap Suhartono melalui keterangan tertulis, Selasa (9/10). (dt)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: hukum,indonesia,legislator,metro,nasional,politik,pos-polisi

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Merokok: Kambing Hitam, Kebebasan Pribadi dan Hak Kolektif

Merokok: Kambing Hitam, Kebebasan Pribadi dan Hak Kolektif

Oleh: dr. Hardisman, MHID, PhD Bebarapa hari yang lalu, tangal 4 Februari diperingati sebagai hari Kanker Sedunia....

Diduga Kehabisan Stok Oksigen, Seorang Penderita Ginjal Hipertensi Meregang Nyawa di RSUD M. Zein

Diduga Kehabisan Stok Oksigen, Seorang Penderita Ginjal Hipertensi Meregang Nyawa di RSUD M. Zein

PESISIR SELATAN - Pasien yang didiagnosa menderita ginjal hipertensi itu harus meregang nyawa diruang Higt Care Unit...

8 Kasus Penyakit Menular Ditemukan di Pariaman, Untuk Pencegahan Dinas Kesehatan Lakukan Ini

8 Kasus Penyakit Menular Ditemukan di Pariaman, Untuk Pencegahan Dinas Kesehatan Lakukan Ini

PARIAMAN - Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Menular Dinkes Kota Pariaman Rio Arisandi menyebutkan ada 8...

BMKG Tegaskan Isu Gempa dan Tsunami Megathrust 8,9 SR di Mentawai, Sumbar Akhir Februari Adalah HOAX

BMKG Tegaskan Isu Gempa dan Tsunami Megathrust 8,9 SR di Mentawai, Sumbar Akhir Februari Adalah HOAX

PADANG -- Kabar bohong atau hoaks kembali beredar melaui media dan media sosial sehingga menimbulkan keresahan di...

Seorang Pria Tua di Bukittinggi Ditemukan Tidak Bernyawa Dalam Posisi Tertelungkup

Seorang Pria Tua di Bukittinggi Ditemukan Tidak Bernyawa Dalam Posisi Tertelungkup

BUKITTINGGI - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi, H.Chairunnas, menyebutkan bahwa Ia mendapat telpon...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media