Monday, 10 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Paspampres Larang Pose 2 Jari di Depan Jokowi, Begini Kata Bawaslu

Rabu, 10 Oktober 2018 - 08:06:18 WIB - 6716
Paspampres Larang Pose 2 Jari di Depan Jokowi, Begini Kata Bawaslu
Paspampres membenarkan simbol dua jari mahasiswa saat foto bareng Jokowi (Foto: IG: suryoprabowo2011)


POLITIK - Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres melarang salah seorang mahasiswa berpose 2 jari di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Aksi Paspampres itu dipuji Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Kesadaran pencegahan yang dilakukan Paspampres layak diapresiasi," ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, Selasa (9/10/2018).

Dalam video yang viral tersebut, Paspampres membenarkan pose 2 jari si mahasiswa dan mengubahnya jadi acungan jempol. Momen tersebut terjadi dalam acara dies natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara.

DIkutip dari laman detik.com, menurut Bawaslu, apa yang dilakukan Paspampres adalah tindakan preventif alias pencegahan. Apalagi kegiatan berlangsung di tempat pendidikan dan Jokowi sedang tidak berkampanye Pilpres 2019.

"Itu bagus sebagai salah satu pencegahan yang dilakukan Paspampres agar kegiatan kepresidenan Pak Jokowi tidak dijadikan atau dimanfaatkan pendukungnya untuk kampanye, karena kalau kampanye, Pak Jokowi harus ada izin cuti atau dilakukan di hari libur," tutur Afif.

Bawaslu pun melarang segala bentuk kampanye di tempat pendidikan. Hal tersebut mengacu pada Pasal 280 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Lantas, apakah larangan tersebut berlaku untuk pose-pose tertentu yang mengarah ke pasangan calon di pilpres?

"Bukan pose, kampanye di lembaga pendidikan yang dilarang. Pose khawatir disalahartikan sebagai kampanye nampaknya, permainan simbol," pungkas Afif.

Sebelumnya, Mayjen (Mar) Suhartono selaku Komandan Paspampres menerangkan bahwa anggotanya bertindak spontan. Anggotanya juga mengingatkan mahasiswa supaya tidak berteriak "dua periode" dan mengacungkan jari.

Suhartono menyebut anggotanya melakukan itu karena kampus seharusnya bebas dari politik praktis. Jokowi juga hadir sebagai presiden, bukan sebagai capres.

"Anggota Paspampres tersebut berpikir kampus bukan tempat berpolitik praktis dan kehadiran Presiden untuk menghadiri undangan resmi, sehingga tidak elok jika ada kegiatan yang bernuansa politik," ungkap Suhartono melalui keterangan tertulis, Selasa (9/10). (dt)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: hukum,indonesia,legislator,metro,nasional,politik,pos-polisi

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Sijago Merah Hanguskan Sejumlah Toko di Pasar Simpang Tabing Padang

Sijago Merah Hanguskan Sejumlah Toko di Pasar Simpang Tabing Padang

PADANG -- Api menghanguskan sejumlah toko di Pasar Tabing, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, Kamis, (6/12/2018) pagi...

PMI Kota Bukittinggi Mengadakan Jumbara PMR Se Sumatera Barat

PMI Kota Bukittinggi Mengadakan Jumbara PMR Se Sumatera Barat

BUKITTINGGI - Kegiatan Jumpa Bhakti dan Gembira (Jumbara) Palang Merah Indonesia (PMR) Wira se Sumatera Barat yang...

Cegah Longsor, Kodim 0305 Pasaman Lakukan Hal Ini

Cegah Longsor, Kodim 0305 Pasaman Lakukan Hal Ini

PASAMAN - Sebanyak 150 batang pohon Mahoni dan Surian ditanam personil Koramil 04/Bonjol, Kodim 0305 Pasaman bersama...

Persija Juara Liga 1, Begini Keinginan Gubernur DKI Anies Baswedan Selanjutnya

Persija Juara Liga 1, Begini Keinginan Gubernur DKI Anies Baswedan Selanjutnya

BOLA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan di atas logo Persija Jakarta dipasang dua bintang. Itu dipasang...

Tim Gabungan Amankan Kayu Ilegal Loging Di Tonang Talu

Tim Gabungan Amankan Kayu Ilegal Loging Di Tonang Talu

PASAMAN - Sekitar 6 kubik kayu olah berhasil diamankan tim gabungan yang terdiri dari Polisi Kehutanan UPTD KPHL...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media