Thursday, 17 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Tangkal Isu Negatif, Indonesia Sebarluaskan Informasi Sawit Lestari ke Publik Norwegia

Kamis, 11 Oktober 2018 - 06:12:48 WIB - 1593
Tangkal Isu Negatif, Indonesia Sebarluaskan Informasi Sawit Lestari ke Publik Norwegia
Duta Besar Indonesia untuk Norwegia Todung Mulya Lubis dalam seminar "A Bevare Regnskogen (To Preserve Rainforest) di Oslo, Norwegia.


OSLO,NORWEGIA - Guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai gambaran dan kontribusi industri sawit lestari pada upaya pencapaian target-target sustainable development goals (SDGs) di Indonesia, Duta Besar RI Oslo, Todung Mulya Lubis dan Managing Director of Sustainability & Strategic Stakeholder Engagement Golden Agri Resource (GAR), Agus Purnomo hadir sebagai pembicara utama dalam seminar bertema A Bevare Regnskogen (To Preserve Rainforest) yang digelar oleh NHO (Konfederasi Perusahaan-Perusahaan Norwegia), bertempat di Kantor Pusat NHO, Oslo, Rabu (10/10).

Seminar dibuka oleh Deputi Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Atle Hamar dan menghadirkan beragam narasumber dari RSPO, EPOA, UNDP, Rainforest Foundation Norway dan WWF Norway, serta perusahaan multinasional ST1 dan Neste. Seminar ini diikuti peserta yang berasal dari kalangan parlemen, pemerintah, LSM dan bisnis Norwegia.

"Palm oil merupakan salah satu industri strategis yang dapat mendorong pencapaian target SDGs di Indonesia," ujar Dubes Mulya Lubis dalam paparannya.

"Selain itu, keberadaan industri sawit sangat esensial bagi perekonomian dan kesejahteraan penduduk Indonesia sehingga pemerintah berkomitmen untuk mengelola industri kelapa sawit secara berkelanjutan dan sejalan dengan pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang," lanjut Dubes Mulya Lubis.

Sementara Agus Purnomo dalam presentasinya menekankan bahwa memandang industri kelapa sawit perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih untuk industri-industri minyak berbahan dasar sayuran.

Fokus dari perdebatan sekarang ini seharusnya adalah mencari jalan untuk menjadikan industri kelapa sawit berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Sebagaimana yang kini menjadi fokus perusahaan tempat Agus Purnomo bekerja, bahwa industri kelapa sawit harus dikelola secara berkelanjutan. Sebagai contoh, saat ini GAR tidak lagi membuka lahan untuk memenuhi permintaan pasar tetapi memberdayakan lahan yang sudah ada, salah satunya dengan optimalisasi produksi melalui penggunaan bibit unggul sawit.

Sebagai salah satu penghasil sawit terbesar di dunia, merebaknya isu-isu dan kampanye negatif tersebut telah banyak merugikan industri sawit Indonesia.

Hadirnya Indonesia (Pemerintah dan Industri sawit nasional) dalam berbagai forum internasional menjadi upaya positif dan konstruktif dalam menjawab isu sawit yang selama ini telah banyak salah kaprah dipahami oleh khalayak umum.

Seminar dilaksanakan bersamaan dengan masa sidang penyusunan Anggaran Belanja Nasional Norwegia di Parlemen (Stortinget) sehingga dapat menjadi bahan penyeimbang atas informasi yang tidak akurat dan seringkali didengungkan oleh LSM maupun media massa lokal/internasional, seperti kaitan sawit dengan isu deforestasi, sawit dan isu karbon/air terkait perusakan lahan gambut, serta sawit yang ditengarai menjadi penyebab punahnya berbagai keanekaragaman hayati khususnya pengrusakan habitat orang utan.

"Sudah saatnya Indonesia memandang serius dan melakukan upaya nyata untuk melawan isu/kampanye negatif tersebut dengan membuka mata dunia tentang fakta dan kemajuan yang telah dicapai di lapangan. Merupakan komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan tetap memberikan ruang bagi industri sawit lestari (sustainable) demi kesejahteraan Bangsa Indonesia," pungkas Duta Besar Mulya Lubis. (rel)

Editor/Sumber: Romeo
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,internasional,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Forkopimca Gunung Tuleh Bantu Masyarakat Kurang Mampu Lewat Kegiatan Jumat Keliling

Forkopimca Gunung Tuleh Bantu Masyarakat Kurang Mampu Lewat Kegiatan Jumat Keliling

PASAMAN BARAT - Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Gunung Tuleh bekerja sama dengan Pemerintah Nagari dan...

Ternyata STIT Syekh Burhanuddin Lahir Sejak 1978 dan Cetak 6.000 Alumni

Ternyata STIT Syekh Burhanuddin Lahir Sejak 1978 dan Cetak 6.000 Alumni

PARIAMAN -- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman yang berdiri semenjak tahun 1978 telah...

Masyarakat Mentawai Sempat Ricuh Akibat Ada Dugaan Dukun Santet, Kapolres: Kondisi Sudah Kondusif

Masyarakat Mentawai Sempat Ricuh Akibat Ada Dugaan Dukun Santet, Kapolres: Kondisi Sudah Kondusif

MENTAWAI - Kapolres bersama Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai kunjungi Dusun Politcoman Siberut Barat, terkait...

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Pessel Berikan Bantuan Nelayan Senilai Rp3 Miliar

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Pessel Berikan Bantuan Nelayan Senilai Rp3 Miliar

PESISIR SELATAN -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memberikan bantuan mesin motor tempel, mesin longtail, perahu...

FKPT Sumbar Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme, Kaum Perempuan Berpotensi Jadi Agen Perdamaian

FKPT Sumbar Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme, Kaum Perempuan Berpotensi Jadi Agen Perdamaian

PADANG -- Perempuan memiliki peranan penting dalam upaya mencegah meluasnya paham radikalisme yang bisa menjurus ke...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media