Tuesday, 13 Nov 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Pro Kontra Sedekah di Laut Bantul, PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama, tapi..

Minggu, 14 Oktober 2018 - 19:07:44 WIB - 18710
Pro Kontra Sedekah di Laut Bantul, PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama, tapi..
Acara sedekah laut di Bantul, Yogyakarta (Foto: Tribunnews.com)


NASIONAL - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini angkat bicara mengenai peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Menurut Helmy, aksi itu tergolong main hakim sendiri.

"Masyarakat tidak boleh main hakim sendiri, Indonesia itu bukan negara agama, tapi negara yang beragama. Kalau ada tudingan kegiatan itu dianggap musyrik, lha orang-orang yang bukan beragama Islam bisa dianggap musyrik semua, dan bisa dibenarkan dong untuk melakukan pelarangan peribatan dan seterusnya," kata Helmy, di sela menghadiri acara Milad ke-6 Ponpes Ora Aji di Sleman, Sabtu (13/10/2018) malam.

Dikutip dari laman detik.com, Helmy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati ragam budaya bangsa Indonesia yang majemuk. Menurutnya, banyaknya kebudayaan lokal di Indonesia merupakan khazanah kekayaan bangsa.

"Soal keyakinan agama masing-masing bagaimana kita menguatkan di masing-masing, tapi tidak boleh melakukan perusakan pelarangan. Kita negara hukum, sudah ada rambu undang-undang," ujarnya.

Helmy pun menyesalkan adanya peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut tersebut. "Soal apakah aksi pembubaran itu melanggar hukum, kita serahkan ke polisi. Yang jelas kita menyesalkan tindakan itu, karena nanti akan ada banyak acara-acara budaya lainnya dianggap sebagai (musyrik), klaim kebenaran milik siapa," sebutnya.

"Kita mendukung aparat keamanan (untuk menyelidiki peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut). Saya mengajak kita harus hormati budaya lokal, soal pendapat (musyrik), ya itu pendapat masing-masing," lanjutnya.

Helmy juga menyinggung aksi penolakan tradisi adat yang mencuat pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Musibah yang terjadi di Sulteng itu kehendak Allah, mari kita semua instropeksi, dalam agama kita tidak boleh berprasangka buruk kepada Allah. Dan bagi kami gempa Sulteng ujian bagi korban, semoga sabar, tabah, dan yang meninggal husnul khotimah," ujarnya. (dt)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: daerah,indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Miris, Diamankan Saat Mengemis, Tiga Bocah di Padang ini Mengaku Disuruh Bapak Kandung

Miris, Diamankan Saat Mengemis, Tiga Bocah di Padang ini Mengaku Disuruh Bapak Kandung

PADANG - Masa kanak-kanak adalah masa untuk bermain dan belajar. Justru seorang bapak kandung di Padang, Sumatera Barat...

Heboh Petisi Menghapus Ceramah Ustaz Abdul Somad dari Youtube, Begini Reaksi MUI

Heboh Petisi Menghapus Ceramah Ustaz Abdul Somad dari Youtube, Begini Reaksi MUI

POLITIK - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyebut petisi yang meminta ceramah...

Diduga Lakukan Mesum di Gudang Tua di Padang, Sepasang Kekasih Digelandang ke Mako Pol PP

Diduga Lakukan Mesum di Gudang Tua di Padang, Sepasang Kekasih Digelandang ke Mako Pol PP

PADANG -- Diduga melakukan perbuatan mesum di sebuah gdang tua, sepasang kekasih diamankan warga di kawasan Pasia...

Fadly Amran Lantik KNPI Pasaman

Fadly Amran Lantik KNPI Pasaman

PASAMAN - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Provinsi Sumatera Barat, Fadly Amran melantik personalia DPD II KNPI...

Kalahkan Timnas Indonesia, Begini Kata Pelatih Singapura Fandi Ahmad

Kalahkan Timnas Indonesia, Begini Kata Pelatih Singapura Fandi Ahmad

BOLA - Pelatih tim nasional sepak bola Singapura Fandi Ahmad mengungkapkan kunci kemenangan timnya atas Indonesia pada...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media