Friday, 19 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Pro Kontra Sedekah di Laut Bantul, PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama, tapi..

Minggu, 14 Oktober 2018 - 19:07:44 WIB - 19568
Pro Kontra Sedekah di Laut Bantul, PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama, tapi..
Acara sedekah laut di Bantul, Yogyakarta (Foto: Tribunnews.com)


NASIONAL - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini angkat bicara mengenai peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Menurut Helmy, aksi itu tergolong main hakim sendiri.

"Masyarakat tidak boleh main hakim sendiri, Indonesia itu bukan negara agama, tapi negara yang beragama. Kalau ada tudingan kegiatan itu dianggap musyrik, lha orang-orang yang bukan beragama Islam bisa dianggap musyrik semua, dan bisa dibenarkan dong untuk melakukan pelarangan peribatan dan seterusnya," kata Helmy, di sela menghadiri acara Milad ke-6 Ponpes Ora Aji di Sleman, Sabtu (13/10/2018) malam.

Dikutip dari laman detik.com, Helmy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati ragam budaya bangsa Indonesia yang majemuk. Menurutnya, banyaknya kebudayaan lokal di Indonesia merupakan khazanah kekayaan bangsa.

"Soal keyakinan agama masing-masing bagaimana kita menguatkan di masing-masing, tapi tidak boleh melakukan perusakan pelarangan. Kita negara hukum, sudah ada rambu undang-undang," ujarnya.

Helmy pun menyesalkan adanya peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut tersebut. "Soal apakah aksi pembubaran itu melanggar hukum, kita serahkan ke polisi. Yang jelas kita menyesalkan tindakan itu, karena nanti akan ada banyak acara-acara budaya lainnya dianggap sebagai (musyrik), klaim kebenaran milik siapa," sebutnya.

"Kita mendukung aparat keamanan (untuk menyelidiki peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut). Saya mengajak kita harus hormati budaya lokal, soal pendapat (musyrik), ya itu pendapat masing-masing," lanjutnya.

Helmy juga menyinggung aksi penolakan tradisi adat yang mencuat pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Musibah yang terjadi di Sulteng itu kehendak Allah, mari kita semua instropeksi, dalam agama kita tidak boleh berprasangka buruk kepada Allah. Dan bagi kami gempa Sulteng ujian bagi korban, semoga sabar, tabah, dan yang meninggal husnul khotimah," ujarnya. (dt)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: daerah,indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Inilah Alasan KPU Sulit Usut Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Inilah Alasan KPU Sulit Usut Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia

POLITIK - Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Arief Budiman mengaku belum bisa mengambil kesimpulan mengenai dugaan...

Terungkap, Ternyata Ini Motif Pembunuh Tukang Ojek di Depan UMMY Solok Kota

Terungkap, Ternyata Ini Motif Pembunuh Tukang Ojek di Depan UMMY Solok Kota

SOLOK - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Kota, Rabu (3/4/19), berhasil menangkap, BR alias...

Pertama di Sumbar, MTQ Yayasan Al-Aziz Sediakan 28 Paket Hadiah Umroh

Pertama di Sumbar, MTQ Yayasan Al-Aziz Sediakan 28 Paket Hadiah Umroh

PADANG PARIAMAN - Yayasan Al-Aziz kembali adakan lomba MTQ untuk kedua kalinya, yang dibuka dan dilangsungkan...

Piaman Balari Basamo, 250 Orang Lintasi BIM

Piaman Balari Basamo, 250 Orang Lintasi BIM

PADANG PARIAMAN - Iven Piaman Balari Basamo yang digagas Komunitas Pariaman Berlari, berlangsung sukses dan meriah....

HUT Persit Ke 73 Dandim 0307 Tanah Datar, Irdinansyah: Persit Kartika Chandra Kirana yang Menghangat

HUT Persit Ke 73 Dandim 0307 Tanah Datar, Irdinansyah: Persit Kartika Chandra Kirana yang Menghangat

TANAH DATAR - Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi bersama Wabup Zuldafri Darma atas nama Pemerintah Daerah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media