Sunday, 20 Jan 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Pro Kontra Sedekah di Laut Bantul, PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama, tapi..

Minggu, 14 Oktober 2018 - 19:07:44 WIB - 19251
Pro Kontra Sedekah di Laut Bantul, PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama, tapi..
Acara sedekah laut di Bantul, Yogyakarta (Foto: Tribunnews.com)


NASIONAL - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini angkat bicara mengenai peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Menurut Helmy, aksi itu tergolong main hakim sendiri.

"Masyarakat tidak boleh main hakim sendiri, Indonesia itu bukan negara agama, tapi negara yang beragama. Kalau ada tudingan kegiatan itu dianggap musyrik, lha orang-orang yang bukan beragama Islam bisa dianggap musyrik semua, dan bisa dibenarkan dong untuk melakukan pelarangan peribatan dan seterusnya," kata Helmy, di sela menghadiri acara Milad ke-6 Ponpes Ora Aji di Sleman, Sabtu (13/10/2018) malam.

Dikutip dari laman detik.com, Helmy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati ragam budaya bangsa Indonesia yang majemuk. Menurutnya, banyaknya kebudayaan lokal di Indonesia merupakan khazanah kekayaan bangsa.

"Soal keyakinan agama masing-masing bagaimana kita menguatkan di masing-masing, tapi tidak boleh melakukan perusakan pelarangan. Kita negara hukum, sudah ada rambu undang-undang," ujarnya.

Helmy pun menyesalkan adanya peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut tersebut. "Soal apakah aksi pembubaran itu melanggar hukum, kita serahkan ke polisi. Yang jelas kita menyesalkan tindakan itu, karena nanti akan ada banyak acara-acara budaya lainnya dianggap sebagai (musyrik), klaim kebenaran milik siapa," sebutnya.

"Kita mendukung aparat keamanan (untuk menyelidiki peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut). Saya mengajak kita harus hormati budaya lokal, soal pendapat (musyrik), ya itu pendapat masing-masing," lanjutnya.

Helmy juga menyinggung aksi penolakan tradisi adat yang mencuat pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Musibah yang terjadi di Sulteng itu kehendak Allah, mari kita semua instropeksi, dalam agama kita tidak boleh berprasangka buruk kepada Allah. Dan bagi kami gempa Sulteng ujian bagi korban, semoga sabar, tabah, dan yang meninggal husnul khotimah," ujarnya. (dt)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Detik.com
Tag: daerah,indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

96 Orang Calon Relawan Demokrasi Ikuti Tes Wawancara di KPU Pasaman

96 Orang Calon Relawan Demokrasi Ikuti Tes Wawancara di KPU Pasaman

PASAMAN - Sebanyak 96 calon Relawan Demokrasi (Relasi) mengiguti tes wawancara di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

Inilah Dua Tanggung Jawab Besar Kader Muhammadiyah Menurut Tokoh Muhammadiyah Darul Siska

Inilah Dua Tanggung Jawab Besar Kader Muhammadiyah Menurut Tokoh Muhammadiyah Darul Siska

TANAH DATAR -- Muhammadiyah adalah organisasi masyarakat yang paling berpengaruh di Sumatera Barat. Namun di balik itu...

Inilah Program Baru Yang Diluncurkan Komunitas Seni Nan Tumpah Padang Pariaman

Inilah Program Baru Yang Diluncurkan Komunitas Seni Nan Tumpah Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN -Mengawali program kerja tahun 2019, Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) meluncurkan sebuah program baru...

Desi Asmaret Beri Pencerahan Kepada Puluhan Mubalighat Aisyiyah

Desi Asmaret Beri Pencerahan Kepada Puluhan Mubalighat Aisyiyah

...

10 Caleg Lolos Jadi CPNS, Inilah Sikap KPU Sumbar

10 Caleg Lolos Jadi CPNS, Inilah Sikap KPU Sumbar

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media