Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Seni Budaya

Bekraf Fasilitasi Pelaku Seni Pertunjukan Lokal di Festival Seni Terkemuka Australia

Rabu, 31 Oktober 2018 - 20:02:12 WIB - 706
Bekraf Fasilitasi Pelaku Seni Pertunjukan Lokal di Festival Seni Terkemuka Australia
Ilustrasi pertunjukan seni (Foto: Bekraf)


JAKARTA - Di penghujung tahun ini, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan kembali memfasilitasi sejumlah pelaku kreatif subsektor Seni Pertunjukan di festival seni OzAsia Festival 2018 yang berlangsung pada tanggal 25 Oktober hingga 11 November 2018. Festival seni yang telah tersohor di seluruh Asia ini akan kembali diselenggarakan di Adelaide Festival Centre, South Australia, Australia. Tahun ini adalah partisipasi ketiga bagi Bekraf sejak tahun 2016 lalu.

"Kami berharap agar pada partisipasinya tahun ini, seni pertunjukan Indonesia semakin dikenal dan diakui eksistensinya di lingkup Asia secara khusus dan global secara umum," ucap Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak dalam keterangan persnya, Rabu (31/10/2018).

OzAsia Festival adalah sebuah festival seni yang berfokus kepada seni pertunjukan kontemporer, seperti tari, teater, musik, seni visual serta film. Dengan ruang lingkup yang terfokus, namun tidak terbatas pada regional Asia-Pasifik, OzAsia Festival tahun ini akan dimeriahkan oleh sekitar 817 artis dari 19 negara, yang akan tampil dalam 251 jadwal pertunjukan dalam rentang waktu 2 minggu.

Tidak hanya itu, pada perhelatannya tahun ini, OzAsia Festival juga memasukkan sebuah program konferensi serta pasar seni pertunjukan yang telah terkenal di seluruh Asia, Borak Arts Series, sebagai salah satu bagian acara. Pada gelarannya tahun ini, Borak Arts Series akan menghadirkan sesi Pitchpad yang memberikan kesempatan bagi para seniman terpilih untuk bisa melakukan presentasi di depan para pelaku industri seni pertunjukan, seperti seniman, direktur pertunjukan, direktur festival serta investor lainnya.

"Selain itu, penyelenggaraan Borak Arts Series di OzAsia Festival tahun ini juga diharapkan dapat menjadi platform bagi para pelaku kreatif seni pertunjukan lokal untuk memaksimalkan keberadaan karya mereka dari sisi bisnis," kata Joshua.

Menurut data statistik ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia yang dirilis oleh Bekraf dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 silam, subsektor Seni Pertunjukan menyumbangkan sekitar 0,27% dari keseluruhan PDB ekraf Indonesia pada tahun 2016, peringkat 11 dari 16 subsektor ekraf nasional. Angka ini memang masih terbilang minim dibanding dengan subsektor ekraf lainnya. Namun, Seni Pertunjukan juga menunjukkan tren yang menggembirakan dengan mencatat angka 9,54% sebagai subsektor ekraf dengan pertumbuhan tertinggi ketiga sepanjang tahun 2016.

Pada partisipasinya di tahun ini, Bekraf sendiri akan membawa 5 pelaku kreatif subsektor Seni Pertunjukan, dengan rincian 2 pelaku akan tampil di dalam OzAsia Festival serta 3 pelaku akan mempresentasikan karyanya di sesi Pitchpad Borak Arts Series.

2 pelaku kreatif yang akan naik pentas pada OzAsia Festival tahun ini adalah seniman tari kondang Eko Supriyanto yang akan membawakan karya terbarunya yang bertajuk SALT pada tanggal 30-31 Oktober 2018, serta kolektif pertunjukan boneka dan seni visual, Papermoon Puppet Theatre, yang akan berkolaborasi dengan Polyglot Theatre asal Australia untuk menampilkan pertunjukan Cerita Anak (Childs Story), sebuah penampilan yang menceritakan petualangan membelah lautan dengan mengkombinasikan seni wayang boneka, musik serta teater. Pertunjukan ini sendiri direncanakan untuk pentas di tanggal 2-4 November 2018.

Selain itu, 3 pelaku kreatif seni pertunjukan asal Indonesia juga direncanakan untuk unjuk gigi dalam sesi presentasi Pitchpad Borak Arts Series yang akan dilangsungkan pada tanggal 1-3 November 2018. Ketiganya antara lain adalah Drupadi ID yang akan mempresentasikan karyanya yang berjudul Sounds of Three Lake, Dwi Maharani Pane dengan karya Vertical Limit, serta Otniel Tasman dengan karyanya yang bertajuk NOSHEHEORIT.

Selain menghadirkan penampilan seni serta presentasi karya, beberapa perwakilan delegasi Indonesia juga direncanakan untuk menghadiri acara Roundtable Session sebagai bagian dari rangkaian event Borak Arts Series. Diantaranya adalah Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak yang dijadwalkan untuk menjadi host Roundtable Session serta Maria Tri Sulistyani, Direktur Artistik Papermoon Puppet Theatre yang akan berbicara dalam diskusi Panel Borak Arts Series pada tanggal 3 November 2018 mendatang. (rel)

Editor/Sumber: Reza s.
Tag: indonesia,internasional,kuliner,nasional,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Lebaran Idul Fitri, Puncak Tonang jadi Favorite Warga Pasaman

Lebaran Idul Fitri, Puncak Tonang jadi Favorite Warga Pasaman

PASAMAN -- Pada Lebaran Idul Fitri 1440 H Tahun 2019 ini, Objek wisata Puncak Tonang ramai diserbu wisatawan lokal...

240 Personil Diturunkan pada Pelaksanaan MTQ ke-XXXVIII di Kota Solok

240 Personil Diturunkan pada Pelaksanaan MTQ ke-XXXVIII di Kota Solok

SOLOK -- Pemerintah Kota Solok menurunkan tim gabungan 240 orang personil pada pelaksanaan Musabaqhoh Tilawatil Quran...

Dalam Sehari, Polsek Lintau Buo Utara Ciduk 4 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba, Salah Satunya Perempuan

Dalam Sehari, Polsek Lintau Buo Utara Ciduk 4 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba, Salah Satunya Perempuan

TANAH DATAR - Polsek Lintau Buo Utara ciduk 4 orang pelaku peyalahgunaan Narkotika di Lubuk Jantan Kecamatan Lintau Buo...

Wisata Alam Kebun Teh Danau Kembar Alahan Panjang Sodorkan Nuansa Indah Ala Puncak Bogor

Wisata Alam Kebun Teh Danau Kembar Alahan Panjang Sodorkan Nuansa Indah Ala Puncak Bogor

SOLOK -- Wisata Teh Danau Kembar Alahan Panjang, Solok, Sumatera Barat menjadi salah satu destinasi wisata alam yang...

Shalat Ied di Pessel Akan Dipusatkan di Stadion H. Ilyas Yakoub Painan

Shalat Ied di Pessel Akan Dipusatkan di Stadion H. Ilyas Yakoub Painan

PESISIR SELATAN - Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1440 H bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan bakal dipusatkan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media