Sunday, 20 Jan 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Heboh Petisi Menghapus Ceramah Ustaz Abdul Somad dari Youtube, Begini Reaksi MUI

Minggu, 04 November 2018 - 08:20:34 WIB - 10122
Heboh Petisi Menghapus Ceramah Ustaz Abdul Somad dari Youtube, Begini Reaksi MUI
Screenshoot laman go-vote.online yang berisi petisi voting menghapus video Ustaz Abdul Somad dari Youtube.


POLITIK - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyebut petisi yang meminta ceramah ulama kondang asal Riau Ustaz Abdul Somad alias UAS dihapus dari Youtube bertentangan dengan nilai-nilai islam dan kebebasan.

Diketahui sebuah laman situs go-vote.online membuat petisi yang berisi setuju atau tidaknya masyarakat, bila video ceramah Ustaz Abdul Somad dihapus karena terkait ormas terlarang.

Petisi yang sudah dibuat sejak 30 Oktober 2018 ini sudah di-klik masyarakat sebanyak 67.867 kali. Sebanyak 97 persen atau 66.136 orang tidak setuju, sementara tiga persen atau 1.731 orang sisanya setuju ceramah UAS dihapus.

"Petisi seperti itu tidak perlu terjadi karena selain bertentangan dengan nilai agama islam, akhlak islam, tapi secara khusus juga melanggar Undang-undang Dasar tentang kebebasan berpendapat," tutur Din di kediamannya di bilangan Jakarta Selatan, Sabtu (3/11) dikutip dari laman CNN Indonesia.

Menurut Din tuduhan di petisi itu bahwa UAS terkait dengan ormas terlarang adalah fitnah. Din menilai tuduhan semacam itu perlu dikonfirmasi atau ditabayunkan ke orang yang bersangkutan.

Ia pun prihatin umat islam seringkali melemparkan tuduhan-tuduhan yang bernada fitnah kepada seseorang seperti halnya yang dialami oleh UAS.

"Dan tuduhan seperti yang dimaksud saya kira itu tidak benar, itu yang perlu ditabayyunkan. Saya mengamati dengan penuh rasa prihatin umat islam sering melempar tuduhan-tuduhan tidak benar kepada seseorang yang bernada fitnah," ujar dia.

Menurut dia ketika ada ulama atau mubaligh yang berbicara dengan khilafah jangan langsung dikaitkan dengan ormas terlarang melainkan sebuah ajaran islam yang penting.

Din bahkan mengaku dirinya adalah seorang pendukung khilafah karena khilafah adalah bagian dari ajaran islam. Namun, dia melanjutkan, bukan berarti yang memegang teguh ajaran khilafah dituduh anti-Pancasila.

"Ini nalar yang keliru khilafah itu ajaran islam yang tidak perlu ditakuti, memang kita tidak menerima kalau negara Pancasila ini diubah tapi tidak berarti kalau kita menyebut ayat tentang khilafah itu anti Pancasila itu kekacauan nalarnya," tutur Din.

Lebih lanjut, Din menghimbau kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk selalu menjaga kerukunan dengan sesama. Ia juga berharap agar tidak ada lagi penghadangan terhadap mubaligh maupun dai apalagi dengan cara-cara yang represif. (cn)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/CNN Indonesia
Tag: hukum,indonesia,metro,nasional,politik,pos-polisi,tokoh,video

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Satpol PP Kota Padang Tertibkan PKL yang Menggunakan Fasilitas Umum

Satpol PP Kota Padang Tertibkan PKL yang Menggunakan Fasilitas Umum

PADANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang kembali melakukan Penertiban terhadap lapak Pedagang Kaki...

42 Personil Polres Bukittinggi Naik Pangkat, Ini Harapan Kapolres

42 Personil Polres Bukittinggi Naik Pangkat, Ini Harapan Kapolres

BUKITTINGGI - Personil Polres Bukittinggi yang naik pangkat Perwira dan Bintara sesuai perkap no 3 tahun 2016 berjumlah...

Hari Terakhir Audisi Bintang Penyanyi Padang Fiesta Diserbu Peserta

Hari Terakhir Audisi Bintang Penyanyi Padang Fiesta Diserbu Peserta

PADANG - Mengikuti perkembangan geliat dunia musik saat ini yang semakin menunjukkan bahwa bidang tarik suara bisa...

Hitungan Jam, Tiga Pengedar Sabu Dibekuk Polres Bukittinggi

Hitungan Jam, Tiga Pengedar Sabu Dibekuk Polres Bukittinggi

BUKITTINGGI - Dalam hitungan jam, dua orang pria dan satu orang wanita yang diduga pengedar narkotika jenis sabu...

Kajari Pessel Musnahkan Barang Bukti Hasil Tindak Pidana Umum Narkotika

Kajari Pessel Musnahkan Barang Bukti Hasil Tindak Pidana Umum Narkotika

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media