Friday, 22 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Payakumbuh

Ribuan Masyarakat Payakumbuh Tolak Pekat dan LGBT, Ketua KNPI: Evaluasi Perda Pekat

Senin, 05 November 2018 - 17:46:22 WIB - 746
Ribuan Masyarakat Payakumbuh Tolak Pekat dan LGBT, Ketua KNPI: Evaluasi Perda Pekat
Ribuan Masyarakat Deklarasi Payakumbuh Tolak Pekat dan LGBT di GOR Kubu Gadang Kota Payakumbuh, Senin (5/10)


PAYAKUMBUH - Deklarasikan diri memerangi seluruh Penyakit Masyarakat (Pekat), ribuan masyarakat yang terdiri dari pelajar, mahasiswa serta ormas memadati Gelanggang Olahraga Kubu Gadang, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, Senin (5/10) Pagi. Deklarasi "Payakumbuh Tolak Pekat" ditandai dengan penanda tangananan deklarasi oleh perwakilan ormas, OKP dan Orsos yang diketahui oleh segenap Forkopimda. Pantauan media ini, sebaran spanduk serta ikat kepala bertuliskan penolakan terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) hampir ada disetiap peserta yang mengikuti kegiatan itu.

Dalam deklarasi pertama dilakukan di Indonesia itu, Ketua KNPI Kota Payakumbuh, Ahmad Ghani menyampaikan acara yang diselenggarakan pada hari ini menjadi acuan bagi masyarakat Payakumbuh untuk mendorong legislatif dan eksekutif memperkuat Peraturan Daerah (Perda) terhadap Penyakit masyarakat.

"Kita meminta kepada pihak maupun lembaga terkait untuk mengevaluasi perda pekat, setelah evaluasi kita ingin LGBT masuk kedalam perda tersebut. Diduga kota payakumbuh merupakan tempat berkumpul kaum LGBT ini." Ungkap Ghani kepada Minangkabaunews.com, di Kubu Gadang usai acara deklarasi.

Ditambahkannya, perang terhadap pekat tidak habis hanya di acara deklarasi yang telah berlangsung. Namun, untuk kedapan secara berkesinambungan KNPI akan terus melakukan langkah-langkah kongkrit terkait persoalan ini. KNPI menyiapkan program kegiatan untuk menekan angka LGBT maupun penyakit masyarakat.

"Kita tidak ingin LGBT ada di Kota Payakumbuh. KNPI memiliki bidang kesehatan dan anti narkoba, melalui bidang ini kita akan berkampanye secara massif dan sistemik kelingkungan masyarakat. Secara angka prilaku LGBT hanya sedikit, tapi peluangnya cukup besar, boleh dikatakan berpotensi mejadi besar." Tambahnya.

Senada dengan KNPI, Ketua Bidang Organisasi Karang Taruna Kota Payakumbuh, Yuli Darnis, Amd.Keb mengatakan, perlu ada kerja terstruktur untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pekat. Penindakan berbentuk sanksi yang memiliki payung hukum yang jelas terhadap penyakit masyarakat maupun LGBT.

"Karang taruna dalam hal ini kalau menemukan atau terindikasinya warga oleh LGBT akan kita lakukan pendekatan dan pencegahan. Bisa jadi yang terdampak merupakan korban dari perbuatan yang melanggar norma agama dan adat. Karna itu kita akan rangkul dan lakukan pendekatan agar hal itu tidak terulang kembali." Kata Politisi PAN yang akrab disapa Iyung itu.

Masyarakat yang hadir juga berharap, Pemerintah Kota Payakumbuh jangan berhenti sampai di deklarasi ini saja. Penanggulangan dan pencegahan pengguna narkoba, di Kota Payakumbuh sudah ada Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk penyalahgunaan narkotika. Namun LGBT dan pekat lainnya diharapkan juga ada fasilitas

"Sebagai bentuk menjaga generasi penerus agar tidak terjerumus kepada hal yang negatif, kita masyarakat sangat mendukung adanya kegiatan ini. Persoalan LGBT, kota payakumbuh belum memiliki fasilitas untuk mencegah dan menanggulagi. Kita berharap kedepan ada tempat rehabilitasi bagi mereka yang terindikasi LGBT," Kata Armi salah seorang warga yang hadir pada deklarasi tersebut.

Kegiatan itu dihadiri, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Ketua DPRD YB,Datuak Parmato Alam, Kapolres Payakumbuh AKBP Endrastiawan Setyowibowo dan Dandim 0306/50Kota Letkol Kav Solikhin. Acara ditutup dengan longmarch yang dilepas oleh walikota Payakumbuh. (Rino)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rino Chandra
Tag: daerah,metro,nasional,payakumbuh,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Jawaban Menohok Facebook Setelah Digugat Abu Janda Senilai Rp1 Triliun

Jawaban Menohok Facebook Setelah Digugat Abu Janda Senilai Rp1 Triliun

NASIONAL - Permadi Arya atau populer dengan panggilan Abu Janda menyomasi Facebook. Teguran tersebut dilayangkan buntut...

Pilih Nongkrong di Warnet Ketimbang Sekolah, Empat Pelajar Ini Diamankan Satpol PP Padang

Pilih Nongkrong di Warnet Ketimbang Sekolah, Empat Pelajar Ini Diamankan Satpol PP Padang

PADANG - Terlambat masuk sekolah karena bangun kesiangan, empat orang pelajar ini malah memilih untuk nongkrong didalam...

Kasat Pol PP Kota Padang Tuntut Anggotanya Agar Jadi Satpol PP Zaman Now

Kasat Pol PP Kota Padang Tuntut Anggotanya Agar Jadi Satpol PP Zaman Now

PADANG - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Al Amin tuntut anggotanya agar menjadi Satpol PP...

Derita Hidrochepalus Sejak Usia Lima Bulan, Kondisi Bocah Tanah Datar ini Makin Memprihatinkan

Derita Hidrochepalus Sejak Usia Lima Bulan, Kondisi Bocah Tanah Datar ini Makin Memprihatinkan

TANAH DATAR - Seorang anak penderita hidrochepalus atau penumpukan cairan didalam otak, warga kejorongan Piliang...

Satu-satunya dari Sumbar, Bupati Padang Pariaman Terima Penghargaan dari PWI Pusat

Satu-satunya dari Sumbar, Bupati Padang Pariaman Terima Penghargaan dari PWI Pusat

PARIWARA PADANG PARIAMAN - Masih di awal 2019, Bupat Padang Pariaman Ali Mukhni berhasil mendapatkan penghargaan dari...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media