Friday, 19 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Razia Pekat di Padang, Petugas Amankan 14 Wanita Malam, 4 Pria dan Dua Waria

Rabu, 07 November 2018 - 20:32:09 WIB - 2016
Razia Pekat di Padang, Petugas Amankan 14 Wanita Malam, 4 Pria dan Dua Waria
14 wanita malam, 4 pria dan dua waria diamankan Satpol PP Padang Selasa malam hingga Rabu (07/11/2018) dini hari.


PADANG - Satpol PP Padang amankan 14 wanita, empat laki-laki dan dua orang waria dalam operasi pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) pada Selasa malam hingga Rabu (07/11/2018) dini hari di beberapa hotel maupun cafe di Kota Padang.

Penertiban yang diawali petugas di salah satu hotel kawasan Bungus. di sana petugas berhasil mengamankan tiga orang pasangan yang bukan suami istri, diteruskan penertiban ke hotel kawasan Pondok. Di salah satu hotel kawasan Pondok tersebut petugas mendapati adanya pasangan yang bukan suami istri berada dalam satu kamar hotel. Saat ditanya surat nikahnya pasangan tersebut tidak bisa melihatkan kepada petugas.

Petugas melanjutkan pengawasan dan penertiban ke cafe-cafe yang tidak memiliki izin di kawasan Pondok dan Lubuk Begalung. pada kawasan Lubuk Begalung, tepatnya kawasan Bukit Asam tersebut petugas mendapati satu cafe yang masih buka dan mengamankan 10 orang wanita yang diduga bekerja sebagai pemandu cafe.

"Secara bertahap, seluruh hotel-hotel yang melanggar aturan yang sudah ada akan terus diawasi serta kafe yang tidak memiliki izin yang masih berani beroperasi dengan menyediakan wanita pelayanan, akan terus ditertibkan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Yadrison.

"Nantinya tanpa dijadwalkan, Satpol PP akan terus melakukan razia pekat terutama menertibkan hotel yang melanggar Perda dan kafe yang tidak mengantongi izin. kita berkomitmen untuk segera menutupnya," tegasnya.

Tidak sampai di situ saja, petugas pun kembali menertibkan dua orang waria di kawasan Gor H. Agus Salim, tepatnya di Jalan Raden Saleh, Kecamatan Padang Barat.

"Untuk sementara semuanya akan kita lakukan pendataan dan pemeriksaan terlebih dahulu oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), jika ada yang bekerja sabagai Pekerja Seks Komersial (PSK) maka akan kita kirim ke Sukarami Solok untuk dibina. Jika tidak, mereka kita suruh membuat surat perjanjian bermaterai tidak mengulangi perbuatan mereka lagi serta dilakukan pemangilan terhadap orang tua mereka sebagai penjamin. Untuk waria kita kirim ke Dinas Sosial untuk dibina," pungkasnya. (VN)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

HUT Persit Ke 73 Dandim 0307 Tanah Datar, Irdinansyah: Persit Kartika Chandra Kirana yang Menghangat

HUT Persit Ke 73 Dandim 0307 Tanah Datar, Irdinansyah: Persit Kartika Chandra Kirana yang Menghangat

TANAH DATAR - Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi bersama Wabup Zuldafri Darma atas nama Pemerintah Daerah...

KPAI Rilis 55 Kasus Pelanggaran Kampanye Libatkan Anak Pemilu 2019

KPAI Rilis 55 Kasus Pelanggaran Kampanye Libatkan Anak Pemilu 2019

JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis adanya 55 kasus pelibatan anak dalam kampanye terbuka...

Wakil Walikota Padang Panjang Harapkan Pemilu Berjalan Aman, Damai, Tentram dan Tertib

Wakil Walikota Padang Panjang Harapkan Pemilu Berjalan Aman, Damai, Tentram dan Tertib

...

Seorang Bayi Ditemukan di Depan Rumah Warga, Masyarakat Bukittinggi Buncah

Seorang Bayi Ditemukan di Depan Rumah Warga, Masyarakat Bukittinggi Buncah

BUKITTINGGI - Sebelum pelaksanaan pesta demokrasi (Pemilihan Umum) pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden serta...

4.013 Warga Belum Rekam e-KTP, Disdukcapil Pariaman Langsung Jemput Bola ke Desa-desa

4.013 Warga Belum Rekam e-KTP, Disdukcapil Pariaman Langsung Jemput Bola ke Desa-desa

PARIAMAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pariaman kembali melaksanakan perekapan e-KTP...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media