Friday, 19 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

PSI Cibir FPI Soal Ada Intelijen Hitam untuk Membungkam Habib Rizieq

Jumat, 09 November 2018 - 10:34:15 WIB - 1843
PSI Cibir FPI Soal Ada Intelijen Hitam untuk Membungkam Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab (Foto: Dok. Istimewa)


POLITIK - Tokoh Front Pembela Islam, Novel Bamukmin, menengarai kerja rekayasa intelijen dalam peristiwa penempelan bendera berlafaz kalimat tauhid di rumah Habib Rizieq Shihab di Mekah, Arab Saudi.

Novel mencurigai itu berdasarkan beberapa alasan. Pertama, Habib Rizieq bahkan tak tahu orang yang memasang atau menempelkan bendera yang diasosiasikan juga sebagai bendera Hizbut Tahrir itu di rumahnya. Lagi pula, tak mungkin Habib Rizieq memasangnya sementara dia tahu itu bisa membuat masalah di Saudi.

Kedua, kata Novel, peristiwa itu berkaitan erat dengan beberapa kriminalisasi terhadap Habib Rizieq di Indonesia, misal, kasus obrolan mesum pada aplikasi percakapan Whatsapp, kasus dugaan penodaan Pancasila, dan lain-lain. Tujuannya jelas, menurutnya, untuk membungkam Habib Rizieq.

"Ini ada intelijen hitam untuk membungkam Habib Rizieq, karena Habib Rizieq masih bisa memberikan instruksi meski di Arab Saudi, agar Habib Rizieq tidak bisa memberikan instruksi kepada umat," kata Novel, Jumat, (9/11/2018) dikutip dari laman Viva.co.id

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 itu menuding rezim pemerintah sebagai dalang di balik rekayasa penempelan bendera tauhid di rumah Habib Rizieq. Rezim, katanya, mulai merasa tak nyaman dengan aktivitas Habib Rizieq yang tetap berpengaruh di Tanah Air meski kini bermukim di luar negeri.

Bagi Novel, sudah cukup jelas rekayasa penempelan bendera yang kemudian difoto dan disebarkan melalui media sosial di Indonesia itu untuk membuat kegaduhan. "Ini grand desain (rekayasa besar) untuk memprovokasi, untuk membuat resah dan gaduh di negeri ini."

Namun tudingan Novel itu disanggah Guntur Romli, seorang politikus Partai Solidaritas Indonesia. Dia menganggap tuduhan itu terlalu mengada-ada karena berlebihan kalau menganggapnya sebagai ulah intelijen rezim pemerintah Indonesia.

Guntur malah menantang Novel untuk menyebutkan dengan lugas lembaga atau badan intelijen yang merekayasa peristiwa bendera. "Sebut saja siapa intelijennya: BIN, atau siapa?".

Novel tak menanggapi tantangan Guntur dan tetap berkukuh bahwa mustahil Habib Rizieq yang melakukannya, sementara dia menyadari sebagai warga pendatang di Arab Saudi.

"Dia (Novel Bamukmin) enggak berani," Guntur mencibir. (vv)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/viva.co.id
Tag: hukum,indonesia,internasional,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Rangkul Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Pasaman Gelar Pentas Seni dan Lomba Jingle Pemilu

Rangkul Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Pasaman Gelar Pentas Seni dan Lomba Jingle Pemilu

PASAMAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman terus gencar Mensosialisasikan Pemilu Tahun 2019, termasuk...

Diduga Dianiaya, Tukang Ojek di Solok Tewas Bersimbah Darah

Diduga Dianiaya, Tukang Ojek di Solok Tewas Bersimbah Darah

SOLOK - Mengenaskan, sedang asyik nongkrong dipangkalan ojek sambil menunggu penumpang, depan kampus Universitas...

809 APK Peserta Pemilu di Pariaman Ditertibkan Bawaslu

809 APK Peserta Pemilu di Pariaman Ditertibkan Bawaslu

PARIAMAN - Bawaslu Kota Pariaman menertibkan sebanyak 809 APK (Alat Peraga Kampanye) Peserta Pemilu di tiga Dapil...

Yayasan Al Aziz Akan Berangkatkan 40 Orang Untuk Umroh Akhir Tahun Ini

Yayasan Al Aziz Akan Berangkatkan 40 Orang Untuk Umroh Akhir Tahun Ini

PADANG PARIAMAN - Sebanyak 40 orang hasil MTQ ke-2 tingkat Kota dan Kabupaten Padang Pariaman yang diangkatkan oleh...

Ibu Tangguh Ini Jajakan Kuliner Khas Palai Bada dengan Sepeda

Ibu Tangguh Ini Jajakan Kuliner Khas Palai Bada dengan Sepeda

PARIAMAN -- Rika Afriani mungkin salah satu orang yang dicari oleh masyarakat, karena dia adalah seorang pedagang palai...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media