Monday, 20 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

PSI Cibir FPI Soal Ada Intelijen Hitam untuk Membungkam Habib Rizieq

Jumat, 09 November 2018 - 10:34:15 WIB - 2022
PSI Cibir FPI Soal Ada Intelijen Hitam untuk Membungkam Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab (Foto: Dok. Istimewa)


POLITIK - Tokoh Front Pembela Islam, Novel Bamukmin, menengarai kerja rekayasa intelijen dalam peristiwa penempelan bendera berlafaz kalimat tauhid di rumah Habib Rizieq Shihab di Mekah, Arab Saudi.

Novel mencurigai itu berdasarkan beberapa alasan. Pertama, Habib Rizieq bahkan tak tahu orang yang memasang atau menempelkan bendera yang diasosiasikan juga sebagai bendera Hizbut Tahrir itu di rumahnya. Lagi pula, tak mungkin Habib Rizieq memasangnya sementara dia tahu itu bisa membuat masalah di Saudi.

Kedua, kata Novel, peristiwa itu berkaitan erat dengan beberapa kriminalisasi terhadap Habib Rizieq di Indonesia, misal, kasus obrolan mesum pada aplikasi percakapan Whatsapp, kasus dugaan penodaan Pancasila, dan lain-lain. Tujuannya jelas, menurutnya, untuk membungkam Habib Rizieq.

"Ini ada intelijen hitam untuk membungkam Habib Rizieq, karena Habib Rizieq masih bisa memberikan instruksi meski di Arab Saudi, agar Habib Rizieq tidak bisa memberikan instruksi kepada umat," kata Novel, Jumat, (9/11/2018) dikutip dari laman Viva.co.id

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 itu menuding rezim pemerintah sebagai dalang di balik rekayasa penempelan bendera tauhid di rumah Habib Rizieq. Rezim, katanya, mulai merasa tak nyaman dengan aktivitas Habib Rizieq yang tetap berpengaruh di Tanah Air meski kini bermukim di luar negeri.

Bagi Novel, sudah cukup jelas rekayasa penempelan bendera yang kemudian difoto dan disebarkan melalui media sosial di Indonesia itu untuk membuat kegaduhan. "Ini grand desain (rekayasa besar) untuk memprovokasi, untuk membuat resah dan gaduh di negeri ini."

Namun tudingan Novel itu disanggah Guntur Romli, seorang politikus Partai Solidaritas Indonesia. Dia menganggap tuduhan itu terlalu mengada-ada karena berlebihan kalau menganggapnya sebagai ulah intelijen rezim pemerintah Indonesia.

Guntur malah menantang Novel untuk menyebutkan dengan lugas lembaga atau badan intelijen yang merekayasa peristiwa bendera. "Sebut saja siapa intelijennya: BIN, atau siapa?".

Novel tak menanggapi tantangan Guntur dan tetap berkukuh bahwa mustahil Habib Rizieq yang melakukannya, sementara dia menyadari sebagai warga pendatang di Arab Saudi.

"Dia (Novel Bamukmin) enggak berani," Guntur mencibir. (vv)

Loading...
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/viva.co.id
Tag: hukum,indonesia,internasional,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Wakil Walikota Padang Panjang Lakukan Sidak ke OPD dan Kelurahan, Ini Tujuannya

Wakil Walikota Padang Panjang Lakukan Sidak ke OPD dan Kelurahan, Ini Tujuannya

...

Viral Video AA Gym Soal Anies Sering Dibully, Bagaimana Reaksi Pendukung Ahok?

Viral Video AA Gym Soal Anies Sering Dibully, Bagaimana Reaksi Pendukung Ahok?

NASIONAL - Video penceramah kondang, KH. Abdullah Gymnastiar atau AA Gym lagi viral di media sosial. AA Gym menyebut...

Viral! Bos KAI Naik Rakit Berkursi Cek Banjir Jakarta

Viral! Bos KAI Naik Rakit Berkursi Cek Banjir Jakarta

NASIONAL -- Mengawali tahun baru, banjir kembali menggenang ibu kota. Selama banjir terjadi, ada beberapa kejadian unik...

Jadi Pembina Apel Gabungan, Ini Yang Disampaikan Alfiadi

Jadi Pembina Apel Gabungan, Ini Yang Disampaikan Alfiadi

PADANG -- Kasat Pol PP Padang, Alfiadi S.Sos, M.M, menegaskan kepada anggotanya selalu untuk memperbaiki diri dan...

Tersangka Suap KPU Harun Masiku di Singapura, Bagaimana Cara Polisi Menangkapnya?

Tersangka Suap KPU Harun Masiku di Singapura, Bagaimana Cara Polisi Menangkapnya?

NASIONAL - Pihak kepolisian akan membahas mutual legal assistance atau bantuan hukum timbal balik dengan Singapura...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media