Sunday, 20 Jan 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Komisioner KPAI Jasra Putra Kecam Orang Tua Suruh Anaknya Mengemis di Padang

Sabtu, 10 November 2018 - 22:42:44 WIB - 694
Komisioner KPAI Jasra Putra Kecam Orang Tua Suruh Anaknya Mengemis di Padang
Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi, Jasra Putra.


PADANG - Menyikapi dugaan tiga orang anak di Padang, Sumbar diduga disuruh mengemis oleh orang tuanya, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra mengecam tindakan orang tuanya itu. Kejadian ini terungkap ketika aparat Satpol PP mengamankan tiga anak tersebut.

Dalam percakapan singkat kepada MinangkabauNews, Sabtu (10/11), Jasra Putra mengatakan "Kalau terbukti, orang tua bisa dituntut dengan pasal eksploitasi anak secara ekonomi dan terancam pidana 10 tahun dan denda 200 juta. Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak pasal 76 I menyatakan setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak," ujarnya.

"Pasal 88 menyatakan setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 I, dipidana dengan penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak 200 juta rupiah," tegasnya.

"KPAI mengecam tindakan orang tua yang tidak bertanggung-jawab tersebut. Seharusnya orang tua sebagai pelindung utama anak, namun yang terjadi malah sebaliknya. Kita minta pihak berwajib untuk memproses dugaan eksploitasi anak secara ekonomi. Kita sayangkan juga Kota Padang yang telah memperoleh menjadi Kota Layak Anak belum mampu merespon dan memetakan secara baik persoalan keluarga," katanya.

Lanjutnya, setidaknya kasus yang serupa sudah dua kali terjadi dalam tahun ini, ditambah lagi kejadian anak yang diikat di lapangan Imam Bonjol Padang oleh orang tuanya karena anak mengalami disabilitas gangguang kejiwaan.

KPAI akan mendalami kasus ini dan melakukan koordinasi dengan Kemensos dan Pemkot Kota Padang terkait langkah-langkah terbaik penyelesaian anak agar tidak tereksploitasi dan bisa memperoleh hak berpendidikan.

Disamping itu, ia juga minta Peksos untuk melakukan pendampingan dan asesmen secara mendalam terkait kesiapan bapak dan ibu tirinya untuk mengasuh anak atau keluarga derajat kedua atau ketiga dari anak tersebut. Sebab anak punya hak untuk tetap berada dalam keluarganya.

KPAI juga mengharapkan keluarga besar anak mengambil tanggungjawab kepada anak, sehingga pengasuhan budaya yang dilakukan oleh ninik mamak di Ranah Minang bisa kembali berfungsi secara baik. (RI)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: daerah,metro,padang,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kepala SMKN 2 Bukittinggi Disertijabkan

Kepala SMKN 2 Bukittinggi Disertijabkan

...

Perayaan Malam Tahun Baru di Padang Sepi, Warga Padati Masjid

Perayaan Malam Tahun Baru di Padang Sepi, Warga Padati Masjid

PADANG -- Perayaan malam tahun baru di kawasan Pantai Padang dan Danau Cimpago nampak sepi dari pengunjung, Sabtu,...

Inilah Program Baru Yang Diluncurkan Komunitas Seni Nan Tumpah Padang Pariaman

Inilah Program Baru Yang Diluncurkan Komunitas Seni Nan Tumpah Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN -Mengawali program kerja tahun 2019, Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) meluncurkan sebuah program baru...

Pengolah Biji Kopi di Agam Memiliki Pelanggan Hingga Luar Negeri, Ini Rahasianya

Pengolah Biji Kopi di Agam Memiliki Pelanggan Hingga Luar Negeri, Ini Rahasianya

AGAM - Vespami (52), warga Simpang Kapeh, Jorong Banda Gadang, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam,...

Polres Bukittinggi Raih WBK Tahun 2018 Dari Kemenpan RB

Polres Bukittinggi Raih WBK Tahun 2018 Dari Kemenpan RB

BUKITTINGGI - Kepolisian Resor (Polres) Kota Bukittinggi menerima anugerah piagam penghargaan dari Kementrian...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media