Thursday, 27 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Payakumbuh

Tahun 2019 Randang di Payakumbuh Menggunakan Teknologi Retouch.

Sabtu, 01 Desember 2018 - 18:38:43 WIB - 2895
Tahun 2019 Randang di Payakumbuh Menggunakan Teknologi Retouch.
Salahsatu Varian Rendang Sumatera Barat (foto: Istmewa)


PAYAKUMBUH - Randang, begitu nama kuliner khas di Minangkabau satu ini. Sebagian masyarakat Indonesia bahkan dibelahan benua lain menyebut dengan kata rendang. Irisan daging sapi dengan rasa bumbu rempah asli, sehingga kuliner yang ada sejak dulu ini tidak tergerus oleh perkembangan zaman, terus ada di bumi Minangkabau dan menjadi makanan favorit wisatawan.

Pemerintah republik indonesia mencatat kuliner menjadi subsektor yang berkotribusi sebesar 41,4 persen dari seluruh kontribusi perekonomian kreatif (Bekraf) pada tahun 2016. Para pakar berpendapat industri kuliner memiliki potensi besar di Indonesia, ditumbuh kembangkan serta memperluas pasar yang jelas untuk penjualan.

Di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), banyak rumah tangga yang memproduksi randang, bahkan sebagian indutri rumahan sudah memiliki outlet khusus yang menyediakan randang berbagai varian, dari daging hingga belut.

Hal itu ditanggapi serius oleh Walikota Payakumbuh Riza Falepi. Menurutnya hal tersebut merupakan peluang positif untuk menjadikan randang sebagai subsektor yang berdampak baik secara khusus kepada perekonomian masyarakat kota Payakumbuh dan sumatera barat pada umumnya. Walikota memerintahkan dinas terkait untuk mempersiapkan komponen pendukung teknologi Retouch. Sebuah teknologi hasil kerja sama dengan negara Jerman yang akan menjaga kualitas rendang. Baik dari kualitas bahan baku, rendang yang sudah jadi maupun kemasan secara modern yang bisa diterima oleh dunia internasional.

"Lokasi kita siapkan untuk sentral randang di kota payakumbuh. Tahun 2019 mendatang teknologi Retouch sudah tersedia di Payakumbuh." Kata Walikota ketika dihubungi minangkabaunews.com, Sabtu (1/12).

Ditambahkan walikota, bukan berarti Randang menjadi milik Payakumbuh. Tetapi, akan menjadi pusat bisnis para pelaku usaha. Para pengusaha randang maupun pemerintah bisa bermitra dengan masyarakat yang dibina oleh Pemko Payakumbuh dengan menajemen profesional. Pemko juga melakukan kerjasama dengan universitas andalas yang akan mengedukasi para pelaku usaha. Pada akhirnya pemerintah atau pemda tentu bukanlah pengusaha yang mengurusi semua urusan randang. Tapi, lebih sebagai pemicu dan pemberi stimulan.

"Hal ini bagian dari penyelamatkan kuliner khas minangkabau atas klaim hak paten dari negara-negara lain, randang punya orang minangkabau," imbuhnya.

Walikota berharap rendang yang menjadi pahlawannya tetap pengusaha. Selain itu dengan hadirnya pengusaha bisnis randang, ada geliat ekonomi yang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa digunakan untuk membangun kota Payakumbuh.

"Kami berharap semoga hadir para pengusaha tangguh yang akan menjadi pahlawan di masa yang akan datang. Bahkan kalau bisa tentu yang berskala internasional hendaknya. Pengusaha yg menghadirkan banyak lapangan kerja, rantai supply, dan multiplier effect bagi ekonomi payakumbuh." Pungkas walikota.

Editor/Sumber: Rino Chandra
Tag: kuliner,payakumbuh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gelar SLG, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG: Pantai Barat Sumatera Rawan Gempa dan Tsunami

Gelar SLG, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG: Pantai Barat Sumatera Rawan Gempa dan Tsunami

PARIAMAN - Sekolah Lapang Geofisika (SLG) yang di adakan oleh BMKG Padang Panjang di ikuti oleh unsur ASN, Media...

Sejumlah Kendaraan Balantak Banyak di Pasaman

Sejumlah Kendaraan Balantak Banyak di Pasaman

PASAMAN - Sejumlah kendaraan roda empat terlibat tabrakan beruntun saat melintas di Jalan Lintas Sumatera Pasar Inpres...

Ini Cara Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat Untuk Berantas Hama Tikus di Sawahlunto

Ini Cara Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat Untuk Berantas Hama Tikus di Sawahlunto

SAWAHLUNTO - Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat berdasarkan laporan dari dinas...

Mudahkan Pelayanan Saat Mudik Lebaran, Polres Solok Kota Dirikan Empat Titik Pospam

Mudahkan Pelayanan Saat Mudik Lebaran, Polres Solok Kota Dirikan Empat Titik Pospam

SOLOK - AKBP Doni Setiawan, SIK, MH, Dt. Pandeka Rajo Mudo, Kapolres Solok Kota melalui Iptu Sugeng Riadi, Kasat Lantas...

Seluruh Pegawai RSUD dr.Sadikin Pariaman Ikuti Pelatihan Sosialisasi HIV/AIDS dan TB

Seluruh Pegawai RSUD dr.Sadikin Pariaman Ikuti Pelatihan Sosialisasi HIV/AIDS dan TB

PARIAMAN - Dinas Kesehatan Kota Pariaman adakan Pelatihan Sosialisasi HIV/AIDS dan TB (Tuberkulosis) dengan peserta...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media