Tuesday, 11 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Tanah Datar

Kawa Daun Asal Tanah Datar, Masuk Rekor Muri

Senin, 03 Desember 2018 - 12:59:42 WIB - 652
Kawa Daun Asal Tanah Datar, Masuk Rekor Muri
Bupati Tanah Datar menikmati Kawa Daun bersama rombongan Raja-raja Nusantara


Batusangkar, Sumatera Barat-Daun kopi yang dikeringkan (disangai) dan diolah menjadi minuman, memang memiliki cita rasa tersendiri, layaknya minum teh hangat, namun kawa daun punya rasa dan aroma yang khas, apalagi disajikan dalam tempurung kelapa (sayak) dan diminum ketika masih hangat, bukan berarti dingin tidak nikmat.

Di Kabupaten Tanah Datar yang dijuluki Luhak Nan Tuo itu, minuman kawa daun sudah menjadi minuman khas dan sangat diminati. Sebagai penghormatan bagi Raja-Raja se-Nusantara yang datang ke Tanah Datar mendapat suguhan kawa daun ini, pada saat Festival Pesona Budaya Minangkabau (FPBM), Rabu (28/11) di Istano Basa Pagaruyung.

Minuman kawa daun saat ini menjadi kuliner khas di Tanah Datar, banyak variannya, bisa dicampur jahe dan susu. Banyak pondok kawa daun yang dapat dijumpai. Yang paling ramai memang di sepanjang jalur Batusangkar-Tabek Patah. Kawa daun juga bisa ditemukan di Nagari Tuo Pariangan, nagari yang disebut-sebut sebagai salah satu nagari/desa terindah di dunia.

Tidak hanya itu, minum kawa daun malah mendapat sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI). Itulah yang terjadi di Tanah Datar. Sebanyak 4.000 sayak (batok kelapa) berisi kopi kawa dinikmati secara massal di Kompleks Istano Basa Pagaruyuang. Ini pun diikuti para Raja-Raja se Nusantara yang hadir pada saat perhelatan akbar bertajuk Festival Pesona Budaya Minangkabau itu.

Rekor MURI bagi Tanah Datar memang tidak hanya itu, karena setahun sebelumnya yaitu tahun 2017 Tanah Datar juga telah mendapatkan sertifikat dari MURI yaitu arak-arakan jamba sebanyak 1.111 jamba yang datang dari 75 nagari se-Kabupaten Tanah Datar pada perhelatan yang sama. Untuk FPBM sendiri sampai tahun ini sudah memasuki tahun yang ketiga, digelar pemkab. setempat.

Walau arak-arakan jamba tahun lalu sudah berhasil dilampaui rekor MURI ditahun ini, karena jamba berisi makanan khas yang berasal dari nagari-nagari tersebut mencapai 1.125 jamba, sementara tahun lalu baru 1.111 jamba. Tapi karena fokusnya pada sayak kawa daun kopi, maka kenaikan jumlah jamba tidak menjadi perhatian oleh tamu-tamu yang datang mencapai ribuan orang tersebut.

"Ini merupakan rekor MURI kedua yang kita raih pada FPBM. Tahun lalu, iring-iringan 1.111 jamba juga berhasil mencatatkan rekor MURI. FPBM sudah masuk ke dalam 100 iven Nasional ditahun 2018. Kedepan kita berharap, FPBM tetap masuk ke dalam iven Kementerian Pariwisata RI tersebut," kata Bupati Irdinansyah Tarmizi usai menerima piagam tersebut.

Selain menerima piagam rekor MURI, FPBM 2018 juga diikuti dengan rangkaian kegiatan kebudayaan, bisnis, dan pariwisata. Pada acara pembukaan pengunjung Istano Pagaruyung dibuat takjub oleh penampilan tari kolosal dan arak-arakan 1.125 jamba sebagai menu makan siang bagi semua tamu yang datang.

Irdinansyah, menyebutkan FPBM 2018 akan disemarakkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya pawai budaya Minangkabau yang didukung provinsi tetangga dan negeri jiran Malaysia, Pagaruyuang Ekspo, pameran benda-benda pusaka kesultanan Nusantara, pagelaran seni, fashion show authentic Minangkabau, alek pacu jawi, dan pasar tempo doeloe di Komplek Benteng Ford Van der Capellen.

FPBM 2018 juga menjadi meriah, karena pelaksanaannya bersamaan dengan Festival Keraton Nusantara XII yang diikuti puluhan kerajaan dan kesultanan yang ada di Indonesia.

Kegiatan ini secara resmi dibuka Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan turut dihadiri Sekjen Forum Komunikasi dan Informasi Keraton se-Indonesia Kanjeng Ratu Ayu Koes Indriyah, Komjen Pol. M. Iriawan Sestama Lemhanas, Asisten Deputi Kemenpar RI Raseno Arya, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Para Raja, Permaisuri, dan Putra Mahkota kerajaan, kesultanan dan keraton yang ada di Indonesia serta pejabat daerah setempat. (HUMAS/Fernando Stroom)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber:
Tag: sumatra-barat,tanah-datar

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tahun 2019 Randang di Payakumbuh Menggunakan Teknologi Retouch.

Tahun 2019 Randang di Payakumbuh Menggunakan Teknologi Retouch.

PAYAKUMBUH - Randang, begitu nama kuliner khas di Minangkabau satu ini. Sebagian masyarakat Indonesia bahkan dibelahan...

Dapat Apresiasi Kadis Kehutanan Sumbar, Inilah Catatan Akhir Tahun 2018 Warsi

Dapat Apresiasi Kadis Kehutanan Sumbar, Inilah Catatan Akhir Tahun 2018 Warsi

PADANG -- Di penghujung tahun 2018, Komunitas Konversi Indonesia (KKI) WARSI menggelar Media Gathering bersama belasan...

Begini Cara SAT Kota Sawahlunto Untuk Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

Begini Cara SAT Kota Sawahlunto Untuk Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

SAWAHLUNTO - Silo Adventur, tim yang awalnya bergerak di bidang Pecinta Alam, berhubung karena musim hujan yang...

Dinsos Pasaman Mengevaluasi Pendistribusian Beras Rastra Tahun 2018

Dinsos Pasaman Mengevaluasi Pendistribusian Beras Rastra Tahun 2018

PASAMAN - Dinas Sosial Kabupaten Pasaman adakan Rapat Evaluasi Pendistribusian Beras Bantuan Sosial (Bansos Rastra) di...

Ini Ucapan Prabowo Bakar Semangat Peserta Reuni Akbar 212

Ini Ucapan Prabowo Bakar Semangat Peserta Reuni Akbar 212

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media