Wednesday, 15 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Polemik Tolak Poligami oleh PSI, Ulama Perempuan MUI Akhirnya Angkat Bicara

Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54:37 WIB - 47712
Polemik Tolak Poligami oleh PSI, Ulama Perempuan MUI Akhirnya Angkat Bicara
Rektor IIQ Prof Huzaemah T Yanggo (Foto: Iiq/Republika.co.id)


POLITIK - Polemik tentang poligami yang kembali dimunculkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) turut mengundang perhatian pakar. Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Prof Huzaemah T Yanggo angkat bicara. Dia menegaskan bahwa poligami adalah ajaran agama Islam.

Penegasan ini disampaikan saat mengisi sesi bertajuk Agama sebagai Basis Ketahanan Nasional pada Kongres ke-2 Muslimah Indonesia di Jakarta, Senin (17/12).

Dia menjelaskan, ayat poligami, kata Prof Huzaemah, tertulis jelas dalam Alquran surah an-Nisaa ayat ketiga yang artinya, "Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat."

Dikutip dari laman Republika.co.id, namun yang perlu diingat, kata dia, ayat fankihu itu berada di kalimat kedua dan diapit oleh dua kalimat wa in khiftum alla tadilu yang bermakna dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil. Ini berarti prinsip keadilan untuk melakukan poligami adalah dasar utama.

Keadilan pertama, kata dia, adalah keadilan untuk anak yatim yang ibunya dinikahi, saat seorang laki-laki memutuskan untuk menikahi seorang janda, maka ia harus adil kepada anak tersebut dan jangan pernah sekali-kali memakan atau memanfaatkan harta anak yatim.

Sedangkan keadilan kedua, ungkap dia, adalah keadilan di antara istri-istrinya. "Prinsip berpoligami di Alquran adalah untuk memperkuat ketahanan keluarga, jadi harus adil dahulu," kata Rektor Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta ini, Selasa (18/12).

Pemerintah, menurut dia, juga sudah mengatur terkait poligami melalui UU No 1 Tahun 1974 yang salah satu isinya adalah suami yang akan beristri lebih dari seorang bila dengan ketentuan berikut yaitu apabila, istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri, istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dan istri tidak dapat melahirkan keturunan.

"Poligami sudah diatur pemerintah agar masyarakatnya tidak ada yang telantar, seandainya istri tidak dapat memberikan keturunan perlu diperiksa juga ke ahli kesehatan, apakah istrinya yang mandul atau bisa jadi malah suaminya," kata peraih gelar doktoral bidang hukum Islam Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir ini sembari meyakinkan sakinah mawaddah dan wa rahmah, merupakan kunci dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang baik. (rep)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Evaluasi New Normal di Sumbar, Gubernur Irwan Minta Masyarakat Patuhi Protokol Covid-19

Evaluasi New Normal di Sumbar, Gubernur Irwan Minta Masyarakat Patuhi Protokol Covid-19

PADANG -- Setelah mengevaluasi dan mengamati perkembangan New Normal di Sumbar, Gubenur Sumbar, Irwan Prayitno...

Tanpa Terkecuali, Semua Guru Mesti Jalani Swab Test Sebelum Mengajar Tatap Muka di Sekolah

Tanpa Terkecuali, Semua Guru Mesti Jalani Swab Test Sebelum Mengajar Tatap Muka di Sekolah

MENTAWAI - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai memutuskan tetap memulai proses belajar mengajar tanggal pada...

CSR PT Angkasa Pura ll Bantu Pengembangan Wisata Katapiang Ecopark di Padang Pariaman

CSR PT Angkasa Pura ll Bantu Pengembangan Wisata Katapiang Ecopark di Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN - General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) Yos...

Aksi Pencabulan oleh Pria di Mentawai Ini Gagal, Korban Teriak Lalu Diketahui Warga

Aksi Pencabulan oleh Pria di Mentawai Ini Gagal, Korban Teriak Lalu Diketahui Warga

MENTAWAI - HP (40) warga Dusun Sabiret Desa Malakkopak Kecamatan Pagai Selatan ditangkap Jajaran Polsek Sikakap karena...

Randang Hidangan Wajib Ranah Minang yang Mendunia

Randang Hidangan Wajib Ranah Minang yang Mendunia

PADANG -- Rendang kembali menjadi perbincangan hangat di medsos. Nama chef kondang Wiliam Wongso pun menjadi tren di...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu