Thursday, 27 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Inilah Alasan KPK Mulai Borgol Tahanan Korupsi

Rabu, 02 Januari 2019 - 12:41:41 WIB - 885
Inilah Alasan KPK Mulai Borgol Tahanan Korupsi
Ilustrasi (Foto: rmol)


POLITIK - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menerapkan peraturan tentang pemborgolan para tahanan korupsi yang tengah menjalani pemeriksaan. Pemborgolan ini juga sebagai bentuk meningkatkan pengamanan tahanan KPK.

"Untuk penindakan, sebagaimana telah diputuskan pimpinan, KPK meningkatkan pelaksanaan pengamanan terhadap para tahanan KPK. Aturan tentang pemborgolan untuk tahanan yang keluar dari rutan mulai diterapkan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (2/1/2019).

Febri mengatakan, penerapan aturan pemborgolan ini mulai dilakukan terhadap para tahanan di Jakarta dan Bandung yang menjalani pemeriksaan untuk tahap penyidikan dan persidangan.

"Dari informasi pihak pengawal tahanan, pelaksanaan ini mulai dilakukan di Bandung dan Jakarta hari ini. Baik untuk tahanan untuk persiapan persidangan dan dari rutan ke gedung KPK untuk dilakukan pemeriksaan," jelas Febri.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Komisi (Perkom). Menurut dia, peraturan tersebut mirip seperti yang diterapkan aparat kepolisian kepada tahanan.

"Kita sudah punya Perkom (Peraturan Komisi) sebetulnya. Perkom itu mirip dengan teman-teman di kepolisian, begitu menjadi tersangka dan tahanan kemudian setelah keluar pemeriksaan itu kan diborgol," jelas Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018).

"Mudah-mudahan nanti bisa diterapkan di tahun 2019," sambung Agus.

Sanksi Sosial

Agus juga berharap adanya perubahan terhadap Undang-Undang terkait sanksi sosial di masyarakat terhadap koruptor. Dia menilai sanksi sosial di masyarakat dapat membawa efek jera bagi para koruptor.

"Kita juga berharap ada perubahan terhadap UU kita yang memungkinkan sanksi sosial. Bisa aja kan melakukan itu mungkin bisa membuat orang menjadi agak sungkan ya agak malu untuk melakukan korupsi karena memang hukumannya termasuk yang akan diterima dari masyarakat," ucapnya. (lp6)

Editor/Sumber: Romeo/Liputan6.com
Tag: indonesia,kriminal,nasional,politik,sosial

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ibu Ani Yudhoyono Meninggal Dunia

Ibu Ani Yudhoyono Meninggal Dunia

JAKARTA -- Kabar duka datang dari Mantan ibu negara Ani Yudhoyono meninggal dunia di ruang ICU, National University...

50 Mobil Xenia Keliling Sumbar, Ini Pesan Wagub Nasrul Abit

50 Mobil Xenia Keliling Sumbar, Ini Pesan Wagub Nasrul Abit

PADANG -- Sedikitnya 50 mobil Avanza Xenia Solusion (AXS) Padang mengikuti konvoi keliling, di halaman kantor Gubernur,...

3.000 Mustahiq di Padang Pariaman Terima Zakat Dari Yayasan Al Azis

3.000 Mustahiq di Padang Pariaman Terima Zakat Dari Yayasan Al Azis

PADANG PARIAMAN - Yayasan Arisal Azis kembali salurkan dana zakat dari para Muzakki perantauan jelang lebaran pada...

Ngauman Harimau Kembali Terdengar di Taman Satwa Kandi Sawahlunto

Ngauman Harimau Kembali Terdengar di Taman Satwa Kandi Sawahlunto

SAWAHLUNTO - Setelah sekian lama kandang harimau di Taman Satwa Kandi kosong tak berpenghuni akibat harimau yang lama...

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Walikota Pariaman dan Forkopimda Tanam Pohon Mangrove

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Walikota Pariaman dan Forkopimda Tanam Pohon Mangrove

PARIAMAN - Peringati hari kesaktian pancasila Wali Kota, Genius Umar dan Wakil Wali Kota, Mardison Mahyuddin serta...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media