Wednesday, 26 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Pasca Tertangkapnya Dua Artis Terlibat Prostitusi Online, PGK Sumbar Dorong Polri Ungkap Kasus Lain

Selasa, 08 Januari 2019 - 07:59:56 WIB - 1038
Pasca Tertangkapnya Dua Artis Terlibat Prostitusi Online, PGK Sumbar Dorong Polri Ungkap Kasus Lain
Perkumpulan gerakan kebangsaan


PADANG -- Menyikapi penangkapan Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila oleh Ditreskrimsus Polda Jatim, Sabtu (5/1/2019 lalu. Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) angkat bicara

Ketua (PGK) Sumatera Barat Nopil Asrianto memberikan presiasi kinerja Kapolri dalam pemberantasan protitusi
Dalam upaya pemberantasan prostitusi online yang dilakukan oleh Anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, adalah sebuah bentuk upaya yang serius dilakukan oleh Kepolisian dalam pemberantasan PEKAT (Penyakit Masyarakat), "Tentu ini adalah sebuah upaya positif, yang patut kita beri apresiasi dan juga ini sekaligus pintu masuk kasus prostitusi yang lain," kata Nopil Asrianto Ketua PGK Sumatera Barat.

Masalah protitusi ini, lanjutnya, kami dari PGK menilai adalah sebuah persoalan serius yang kita hadapi dalam berbangsa dan bernegara, tindakan prostitusi merupakan bagian dari penyakit masyarakat yang dapat merusak moral bangsa dan tidak sesuai dengan tujuan pembangunan nasisional Indonesia adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya. Pembangunan nasional berasaskan Pancasila, sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, oleh karena itu sudah selayaknya kalau perilaku portitusi dan pelacuran itu tidak dapat ditoleransi oleh masyarakat Indonesia.

Karena ini merupakan tindakan pidana Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) masalah prostitusi diatur dalam dua pasal, yaitu pasal 296 dan pasal 506 sebagai tinjauan umum dalam pemberantasan portitusi dalam aturun khusus juga disebutkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak jikalau seandainya kejahatan portitusi tersebut melibatkan anak dibawah umur.

"Maka dari itu kami dari PGK Sumatera Barat mendukung dan mendorong polri untuk terus menangkap dan mengungkap masalah portitusi ini dalam berbagai modus baik itu via Online maupu secara offline. Apapun modusnya prostitusi ya harus kita perangi bersama," imbuh Nopil Asrianto.

Nopil Asrianto mengharapkan dengan adanya penangkapan dan pengungkapan kasus protitusi ini menjadi sebuah peringatan dan memberi efek jera pada yang lainya. "Kami dari PGK Sumatera Barat menghimbau semua lapisan masyarakat untuk membentengi diri dari tindakan amoral tersebut dan memberikan pendidikan dan pembinaan kepada anak anak generasi muda kedepannya agar bagi anak anak muda masa depan bangsa dapat dan mampu memfilter diri dari hal hal yang merusak termasuk persoalan Portitusi ini yang akan dapat merusak moral generasi muda Indonesia," tutur Nopil Asrianto

"Dan kami berharap dengan adanya penangkapan dan pengungkapan kasus protitusi ini menjadi sebuah peringatan dan memberi efek jera pada yang lainya, dan juga kami dari PGK SUMBAR mengimbau semua lapisan masyarakat berkotribusi aktif dalam dengan baik jangan hanya tertumpu kepada pihak kepolisian dan prostitusi," kata Nopil kepada MinangkabauNews, Selasa, (8/1/2019).

Ia menilai kasus protitusi online ini adalah seperti yang dilakukan Anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim seperti yang viral diberitakan dalam berbagai media kami melihat adalah sebuah keseriusan dan kesungguhan polri kita di PGK Sumatera barat turut mendukung dan mengapresiasi langkah dan kinerja Polri dalam memberantas Penyakit masyarakat, karna hal ini merupakan tindakan asusila yang bertentangan dengan nilai nilai dasar bangsa.

"Sebagai bangsa yang berketuhanan maha esa tentilah hal hal ini PGK Sumatera Barat mengapresiasi langkah dan kinarja ini karna dalam pemberantasannya tentu tidaklah mudah karna bisnis ini adalah Negara harus tegas memberikan sanksi pidana kepada para pelaku prostitusi yang telah berbuat zina. Jangan hanya mucikari atau germonya yang dikenai sanksi, juga pelacur dan pemakai jasanya. Selama ini, pelacur selalu dibela sebagai korban. Sementara para lelaki hidung belang bebas melenggang. Mereka adalah subyek dalam lingkaran prostitusi yang harus dikenai sanksi tegas," tambahnya

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tiket Kereta dari Stasiun Merak Habis, Ratusan Calon Penumpang Terlantar

Tiket Kereta dari Stasiun Merak Habis, Ratusan Calon Penumpang Terlantar

NASIONAL - Tiket kereta api keberangkatan dari Stasiun Merak, Banten, habis, Sabtu (8/6/2019). Akibatnya ratusan calon...

Halte Bus di Simpang Apar Pariaman Ditumbuhi Semak Belukar

Halte Bus di Simpang Apar Pariaman Ditumbuhi Semak Belukar

PARIAMAN - Halte Bus tidak terpakai dan ditumbuhi semak belukar di Simpang 4 Lampu Merah Desa Apar Kecamstan Pariaman...

Pansus II DPRD Kabupaten Tanah Datar Kunjungi DPRD Pasaman, Ini Tujuannya

Pansus II DPRD Kabupaten Tanah Datar Kunjungi DPRD Pasaman, Ini Tujuannya

PASAMAN - Kabag Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Pasaman Delsi Syafei mewakili DPRD Kabupaten Pasaman...

Jambore PKK Berprestasi Tingkat Sumbar, Sijunjung Tampilkan Tari Unggan Bagurau

Jambore PKK Berprestasi Tingkat Sumbar, Sijunjung Tampilkan Tari Unggan Bagurau

SIJUNJUNG - Masih dalam rangkaian kegiatan jambore PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di...

Itikaf Hari Terakhir, Mesjid Raya Jati Pariaman Penuh Sesak

Itikaf Hari Terakhir, Mesjid Raya Jati Pariaman Penuh Sesak

PARIAMAN - Itikaf hari terakhir di Mesjid Raya Jati Kec. Pariaman Tengah pada Senin malam (3/06/19) penuh sesak dengan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media