Thursday, 27 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

API Gelar Diskusi tentang Lembaga Survey Pilpres 2019, Ternyata Hasilnya..

Jumat, 11 Januari 2019 - 14:09:26 WIB - 1414
API Gelar Diskusi tentang Lembaga Survey Pilpres 2019, Ternyata Hasilnya..
Diskusi mingguan API di Jakarta


JAKARTA -- Menyoroti kinerja Lembaga survey pilpres 2019 yang diragukan kridebilitasnya. Presidium Aliansi Pencerah Indonesia M. Izzul Muslimin angkat bicara.

Koordinator Presidium Aliansi Pencerah Indonesia (API) M. Izzul Muslimin mengatakan "Lembaga survey semestinya menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kualitas demokrasi. Kehadiran lembaga ini memberikan warna tersendiri dalam setiap kontestasi pemilu legislatif, pilkada, maupun pilpres. Namun belakangan public sering dibuat jengah dengan suguhan-suguhan data dan informasi dari lembaga survey. Aroma penggiringan opini dan pembohongan publik begitu terasa. Bahkan kadang disertai provokasi berlagak ilmiah, " kata Koordinator Presidium Aliansi Pencerah Indonesia M. Izzul Muslimin bersama Sekum Pedrikasman dalam sebuah diskusi di Jakarta, belum lama ini

Dengan fakta itu, Dia memandang penting kiranya publik menyorot kredibilitas lembaga-lembaga survey yang kerap menghiasi dunia pemilu kita. Public harus selektif terhadap data dan informasi yang disajikan. Dan bahkan penting untuk menyeleksi lembaga yang menyajikan, apa lembaganya masih layak dipercaya atau tidak.

Lembaga survei harus bisa mempertanggungjawabkan kredibilitasnya terhadap publik. Mereka harus menjelaskan betul soal independensi mereka. Apakah lembaganya konsultan politik atau murni sebagai lembaga survei. Penting juga ada transparansi terhadap sumber keuangan. Jika mereka menerima dana dari kontestan politik baik capres atau partai politik maka seharusnya disampaikan ke public secara terbuka.

"Kami memandang secara ilmiah perlu diuji metodologi yang digunakan. Akurasi data, penetapan sampel dan sebagainya. Untuk kami mendorong lembaga survei sebaiknya menyajikan secara terbuka data mentah mereka sebelum dibumbui dengan analisa-analisa dan opini. Sehingga publik bisa menilai dan mengkaji juga data-data itu. Dari sini akan gampang diuji kredibilitas lembaganya setelah mereka mengumumkan kesimpulan surveynya.
Jika terindikasi mereka tidak jujur menyampaikan kesimpulan survey, maka bisa dikategorikan sebagai lembaga yang melakukan kebohongan publik. Publik patut menghukum mereka dengan mengesampingkan eksistensi lembaga tersebut dan tak mempercayai hasil-hasil survey mereka. Pada posisi ini sejatinya lembaga survey telah menggali kuburan sendiri," ujar Izzul Muslimin.

Penting juga kiranya KPU dan Bawaslu membuat peraturan untuk lembaga survei yang akan merilis hasil-hasil surveinya. Agar kemudian pemilu kita tidak diwarnai dengan hoaks-hoaks yang berselimut baju ilmiah. Demikian juga asosiasi lembaga survey penting membuat kode etik yang tegas disertai sanksi keras bagi mereka yang melanggar. Lembaga yang tidak kredibel perlu dihukum dengan mengumumkan ke public bahwa lembaga ini telah melanggar aturan dan kode etik.

Pemilu 2019, baik pemilu legislatif apalagi pilpres amat penting kita selamatkan. Pemilu ini harus berkualitas dan menghasilkan pemimpin terbaik dengan cara-cara yang baik pula. Salah satunya dengan mengawal keberadaan lembaga survei agar tidak menjadi perusak dalam praktik demokrasi di negeri ini.

Kredibilitas lembaga survey belakangan menjadi sorotan publik karena kerap kali salah dalam memprediksikan hasilnya. Hal ini kemudian yang diangkat menjadi tema diskusi Kredibilitas Lembaga Survey Menghadapi Pemilu 2019, oleh Aliansi Pencerah Indonesia(API).

"Lembaga survey harus berbenah agar memiliki akurasi dalam melakukan survey," ujar Analis Politik IndoStrategi Arif Nurul Imam salah satu narasumber dalam paparannya.

Kedepan kata Arif, lembaga survey akan mengalami seleksi alam. Makin sering melakukan kesalahan, lanjut dia, maka kepercayan publik akan pudar.

Sementara itu, peneliti LIPI Siti Zuhro mengatakan survey sebagai metode ilmiah sangat berguna agar dapat menguatkan kualitas demokrasi.

"Sayangnya di Indonesia, lembaga survey masih banyak memiliki persoalan," ujarnya.

Menurut Guru Besar Riset LIPI ini, lembaga survey kerap tidak mempublikasikan siapa yang mendanai sehingga independensinya menjadi pertanyaan.

"Sebaiknya lembaga survey mengumumkan ke publik siapa yang membiayai kegiatan survey tersebut," ujarnya.

Hadir dalam diskusi sore itu tiga narasumber ahli. Prof. Siti Zuhro (LIPI), Dr. Mamun Murod (Presidium API) dan Arif Nurul Imam dari Indo Strategi. (Ril)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Bupati Pessel Sebut Pembangunan RSUD M. Zein Tidak Cocok dengan Keinginan Masyarakat

Bupati Pessel Sebut Pembangunan RSUD M. Zein Tidak Cocok dengan Keinginan Masyarakat

PESISIR SELATAN - Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Hendrajoni menyebutkan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein...

Sejumlah Kendaraan Balantak Banyak di Pasaman

Sejumlah Kendaraan Balantak Banyak di Pasaman

PASAMAN - Sejumlah kendaraan roda empat terlibat tabrakan beruntun saat melintas di Jalan Lintas Sumatera Pasar Inpres...

Zonasi PPDB Banyak Keluhan, Ini Kata Disdik Padang

Zonasi PPDB Banyak Keluhan, Ini Kata Disdik Padang

PADANG -- Dinas Pendidikan Kota Padang membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online zonasi umum tingkat sekolah...

Besok Wali Kota Payakumbuh Reza Pahlevi  Beri Orasi Ilmiah di Wisuda UMSB

Besok Wali Kota Payakumbuh Reza Pahlevi Beri Orasi Ilmiah di Wisuda UMSB

...

Seluruh ASN di Bukittinggi Ikuti Apel Hari Pertama Kerja, Wako: Yang Tidak Hadir Diberi Sanksi

Seluruh ASN di Bukittinggi Ikuti Apel Hari Pertama Kerja, Wako: Yang Tidak Hadir Diberi Sanksi

BUKITTINGGI - Setelah cuti bersama dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah / 2019 Masehi, seluruh...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media