Monday, 26 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Perekaman E-KTP Belum Maksimal, Kemendagri Turunkan Relawan ke Daerah Tujuan

Minggu, 20 Januari 2019 - 15:37:13 WIB - 1005
 Perekaman E-KTP Belum Maksimal, Kemendagri Turunkan Relawan ke Daerah Tujuan
Ilustrasi perekaman e-KTP (istimewa)


NASIONAL - Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi melepas 138 relawan yang akan bertugas jemput bola perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Para relawan tersebut akan diberangkatkan ke beberapa daerah pelosok yang tersebar di Indonesia.

Relawan ini diterjunkan untuk mengejar target kepemilikan e-KTP di Indonesia saat ini. Pasalnya perekaman e-KTP di seluruh Indonesia baru mencapai 97,21 persen.

Para relawan tersebut direncanakan akan berangkat hari ini, Minggu (20/1/2019).

"Hari ini ada 138 relawan yang akan kita berangkatkan menuju 86 titik layanan yang terbagi di 5 provinsi dan 26 kabupaten/kota," ujar Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh di kantor Dukcapil Kemendagri, Pasar Minggu, Jakarta Timur. Dikutip dari Suara.com Minggu (20/1/2019).

Ke 138 relawan tersebut berasal dari lima kota yang tingkat kepemilikan KTP elektroniknya sudah mencapai 95 persen.

Dirinya pun berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi setempat yang mau mengirimkan tim relawannya.

"Terima kasih kepada Bapak Gubernur Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY dan Kalimantan Selatan yang sudah mengirimkan relawannya untuk berangkat," terangnya.

Nantinya para relawan akan diterjunkan ke wilayah Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Maluku dan Maluku Utara. Kelima daerah ini merupakan wilayah dengan kawasan kepemilikan e-KTP di bawah 85 persen.

"Provinsi Sulawesi Barat yang baru terekam mencapai 77,8 persen, Maluku 79,95 persen, Maluku Utara 79,44 persen, Papua Barat itu 64,18 persen dan Papua 37,98 persen," lanjut Zudan.

Tiap titik layanan nantinya akan ditempati oleh empat relawan yang akan melayani pembuatan KTP elektronik. Keempat relawan tiap titik sudah dibekali peralatan lengkap untuk menunjang pembuatan KTP elektronik dengan cepat.

Sehingga semuga warga yang ingin membuat KTP elektronik dari yang berumur 17 tahun atau yang sudah pernah menikah bisa terfasilitasi dengan baik.

"Hasil evaluasi kita 60-70 persen perekaman sudah bisa dicetak 30 menit hingga satu jam. Jadi Saya minta tim yang sudah bisa dicetak langsung di cetak dan dibagikan," terangnya. (*)

Editor/Sumber: Siel Saputra/suara.com
Tag: nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Polres Mentawai Ciduk Pelaku Pencurian, Pelaku Sempat Anianya Korban

Polres Mentawai Ciduk Pelaku Pencurian, Pelaku Sempat Anianya Korban

MENTAWAI - Polisi Resort (Polres) Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui jajaran Satreskrim akhirnya berhasil meringkus...

Sekda Pasaman Buka Forum Komunikasi dan Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan BPJS Pasaman

Sekda Pasaman Buka Forum Komunikasi dan Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan BPJS Pasaman

PASAMAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Drs. Mara Ondak menghadiri dan membuka pertemuan forum komunikasi tahap...

Nagari Guguak, Koto VII, Sijunjung, Miliki Potensi Wisata Edukasi yang Tak Disadari Wisatawan

Nagari Guguak, Koto VII, Sijunjung, Miliki Potensi Wisata Edukasi yang Tak Disadari Wisatawan

Oleh: Wardah Septi Weri Nagari Guguak adalah salah satu nagari yang terletak di Kecamatan Koto VII, Kabupaten...

Harneli Bahar: Media Tradisional Jadi Corong Sampaikan Pesan Pembangunan Daerah oleh Pemerintah

Harneli Bahar: Media Tradisional Jadi Corong Sampaikan Pesan Pembangunan Daerah oleh Pemerintah

PADANG -- Pemerintah Kota Padang melalui Diskominfo menggelar workshop peningkatan kapastitas kelompok media...

Tingkatkan Pengetahuan Produk Hukum Nagari, Ini yang Dilakukan Universitas Ekasakti di Pessel

Tingkatkan Pengetahuan Produk Hukum Nagari, Ini yang Dilakukan Universitas Ekasakti di Pessel

PESISIR SELATAN -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Ekasakti...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media