Saturday, 17 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

UAS Resmikan Pusat Kajian Mahzab Syafie di Padang Pariaman

Senin, 21 Januari 2019 - 21:45:25 WIB - 912
UAS Resmikan Pusat Kajian Mahzab Syafie di Padang Pariaman
UAS saat resmikan pusat kajian mazhab syafii di saksikan oleh Bupati Ali Mukhni, Senin (21/1)


PADANG PARIAMAN - Ustad Abdul Somad meresmikan pusat kajian Mahzab Syafie sekaligus menyampaikan tabliq akbar dilapangan Sepak Bola Gempar Parit, Pauhkambar, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/1) sore.

Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung plang nama pusat kajian Mahzab Syafie oleh Abdul Somad dan sejumlah tokoh penting lainnya kepada pendiri dan pengurus pusat kajian Mahzab Syafie.

Kedatangan dai kondang yang disingkat UAS pada kegiatan tersebut, menyedot kehadiran puluhan ribu pengunjung. Jemaah bukan hanya berasal dari Kabupaten Padang Pariaman, namun dari berbagai kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.

Ketua panitia pusat kajian Mahzab Syafie, M. Nur mengatakan pusat kajian Mahzab Syafie merupakan yang pertama di Sumatera Barat, diharapkan mampu mengkaji Mahzab Syafie lebih mendalam.

"Mungkin yang pertama pula di Indonesia dan kita harapkan berkembang lagi kedepan," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini pusat kajian Mahzab Syafie baru menempati sekretariat sementara. Kedepan, pihaknya akan mengajukan usulan kepada pemerintah provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Padang Pariaman agar dibangunkan satu sekretariat tersendiri.

"Kita akan sampaikan proposal kepada bupati dan gubernur agar dapat dibantu pembangunan sekretariatnya," ulasnya.

Abdul Somad menyebut berdirinya pusat kajian Mahzab Syafie di Pauhkambar, yang merupakan bagian dari ranah Minangkabau tidak terlepas dari sejarah perkembangan nusantara. Keberadaan ulama-ulama besar pengembang Islam asal Minangkabau yang bermahzab Syafie, ikut menjadi alasan tepat berdirinya pusat kajian ini.

"Banyak ulama dan pengembang Islam berasal dari bumi Minangkabau. Hampir diseluruh wilayah nusantara, selalu ada ulama Minangkabau," kata dia.

Meski mayoritas masyarakat Sumatera Barat bermahzab Syafie, ia mengajak ummat Islam untuk tidak mempertentangkan mahzab yang ada. Empat Mahzab tersebut antara lain, Syafie, Hambali, Maliki, Hanafi.

"Yang tidak boleh adalah mencampur adukkan mahzab. Cukup satu saja kita jadikan rujukan," pungkasnya. (war)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: padang-pariaman,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Danrem 032 Wibraja Hadiri Upacara HUT RI ke 74 di Mentawai, Bupati Bangga

Danrem 032 Wibraja Hadiri Upacara HUT RI ke 74 di Mentawai, Bupati Bangga

MENTAWAI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai gelar Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Negara...

Tegar Kurniawan, Siswa SMPN 2 Solsel Raih Mendali Emas Pada Kejurnas Pencak Silat SMI 2019

Tegar Kurniawan, Siswa SMPN 2 Solsel Raih Mendali Emas Pada Kejurnas Pencak Silat SMI 2019

SOLOK SELATAN -- Tegar Kurniawan siswa kelas VIII SMPN 2 Solok Selatan meraih medali emas cabang Pencak Silat pada...

Dinas PPP Kota Pariaman Gelar Sosialisasi Pelarangan Pemotongan Sapi Betina Produktif

Dinas PPP Kota Pariaman Gelar Sosialisasi Pelarangan Pemotongan Sapi Betina Produktif

PARIAMAN - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (PPP) Kota Pariaman gelar Sosialisasi Pelarangan pemotongan betina...

Hebat, ACT Launching Humanity School di Acara Syukuran Qurban

Hebat, ACT Launching Humanity School di Acara Syukuran Qurban

PADANG -- Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sumatera Barat mendirikan sekolah gratis Humanity...

KPAI Apresiasi Aksi Cepat Polisi Tangani Kasus Meninggalnya Aurel

KPAI Apresiasi Aksi Cepat Polisi Tangani Kasus Meninggalnya Aurel

JAKARTA -- Kabar duka meninggalnya anggota PaskibraTangerang Selatan, Aurelia Qurratuaini (16), terus santer...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media