Thursday, 22 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Begini Kata Walikota Bukittinggi Saat Lewakan Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek

Selasa, 22 Januari 2019 - 22:34:10 WIB - 1266
Begini Kata Walikota Bukittinggi Saat Lewakan Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bersama rombongan dari Suku Pisang Banto Darano, Campago Guguak Bulek Bukittinggi


BUKITTINGGI -- Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menilai, keberadaan kaum adat dan pemuka agama sangat penting. Karena dalam menjalankan pemerintahan, Pemko perlu dibantu oleh Kaum adat dan Pemuka Agama.

"Ini amanah, yang jika dianggap berat, maka terasa berat. Tetapi jika dijalankan dengan ringan, maka terasa ringan. Tentunya, jika ada persoalan dalam membangun, khususnya di Guguak Bulek, yang berkaitan dengan Pemko, maka akan dibawa duduk bersama untuk menyelesaikannya," kata Ramlan Nurmatias, di hadapan sekitar 20 orang rombongan dari Suku Pisang Banto Darano, Campago Guguak Bulek, Bukittinggi, ketika mengantarkan Abdul Fatah Datuak Mantari Basa, di Balaikota Bukittinggi, Selasa (22/1/2019).

Kedatangan rombongan tersebut, guna malewakan gelar Datuak Mantari Basa, yang diangkat pada prosesi Batagak Gala Datuak Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek, pada Minggu 20 Januari lalu. Prosesi Batagak Gala Datuak itu diangkatkan setelah pejabat datuak yang lama meninggal dunia.

Sekaitan itu, atas nama pemerintah, Ramlan berharap, hubungan yang baik dan erat tetap terjalin dengan kaum adat, terutama Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek. Tentunya, pihak pemko menunggu masukan dan kerjasama dalam membangun Bukittinggi, terutama mempertahankan adat budaya masyarakat Bukittinggi.

Menurut Ramlan, dalam menjalankan pemerintahan, Pemko perlu dibantu oleh Kaum adat dan Pemuka Agama. Demi kepentingan kampuang dan masyarakat. Atas nama pemerintah, Ramlan juga menunggu masukan dan kerjasama dalam membangun Bukittinggi. Terutama mempertahankan adat budaya masyarakat Bukittinggi.

Sementara itu, Abdul Fatah Datuak Mantari Basa, menyebut, hal pertama yang akan dilakukannya adalah melaksanakan musyawarah dengan anak kemenakan di kampuang. Dalam rangka mangamehkan yang tacicia dan menyatukan kembali anak kemenakan di kampuang. Termasuk juga menata kembali ranji pasukuan dan penjagaan tanah nagari. (rul)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: bukittinggi,daerah,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Besok Pagi, Pemko Solok Gelar Shalat Ied di Lapangan Merdeka, Pemkab Solok di GOR Batu Tupang

Besok Pagi, Pemko Solok Gelar Shalat Ied di Lapangan Merdeka, Pemkab Solok di GOR Batu Tupang

SOLOK -- Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat menjadwalkan menggelar Shalat Idul Adha 1440 Hijriah di Lapangan di...

Indonesia kembali berjaya di Olimpiade Informatika Internasional di Baku, Azerbaijan

Indonesia kembali berjaya di Olimpiade Informatika Internasional di Baku, Azerbaijan

BAKU - Anak bangsa kembali menorehkan prestasi yang membanggakan dalam ajang kompetisi Olimpiade Infomatika...

40 Orang Anggota DPRD Padang Pariaman Dilantik

40 Orang Anggota DPRD Padang Pariaman Dilantik

ADVERTORIAL PADANG PARIAMAN - 40 orang anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman secara resmi dilantik dan diambil...

Inilah Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 di Tanah Datar

Inilah Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 di Tanah Datar

TANAH DATAR -- Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 yang berlangsung Khidmat, bertindak sebagai...

Lestarikan Tradisi dan Kebudayaan Minangkabau, Gandang Tassa Dilombakan

Lestarikan Tradisi dan Kebudayaan Minangkabau, Gandang Tassa Dilombakan

PADANG PARIAMAN - Wakil Bupati Padang Pariaman membuka secara resmi Lomba Gandang Tasa Remaja Se-Padang Pariaman di...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media