Friday, 26 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Begini Kata Walikota Bukittinggi Saat Lewakan Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek

Selasa, 22 Januari 2019 - 22:34:10 WIB - 905
Begini Kata Walikota Bukittinggi Saat Lewakan Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bersama rombongan dari Suku Pisang Banto Darano, Campago Guguak Bulek Bukittinggi


BUKITTINGGI -- Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menilai, keberadaan kaum adat dan pemuka agama sangat penting. Karena dalam menjalankan pemerintahan, Pemko perlu dibantu oleh Kaum adat dan Pemuka Agama.

"Ini amanah, yang jika dianggap berat, maka terasa berat. Tetapi jika dijalankan dengan ringan, maka terasa ringan. Tentunya, jika ada persoalan dalam membangun, khususnya di Guguak Bulek, yang berkaitan dengan Pemko, maka akan dibawa duduk bersama untuk menyelesaikannya," kata Ramlan Nurmatias, di hadapan sekitar 20 orang rombongan dari Suku Pisang Banto Darano, Campago Guguak Bulek, Bukittinggi, ketika mengantarkan Abdul Fatah Datuak Mantari Basa, di Balaikota Bukittinggi, Selasa (22/1/2019).

Kedatangan rombongan tersebut, guna malewakan gelar Datuak Mantari Basa, yang diangkat pada prosesi Batagak Gala Datuak Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek, pada Minggu 20 Januari lalu. Prosesi Batagak Gala Datuak itu diangkatkan setelah pejabat datuak yang lama meninggal dunia.

Sekaitan itu, atas nama pemerintah, Ramlan berharap, hubungan yang baik dan erat tetap terjalin dengan kaum adat, terutama Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek. Tentunya, pihak pemko menunggu masukan dan kerjasama dalam membangun Bukittinggi, terutama mempertahankan adat budaya masyarakat Bukittinggi.

Menurut Ramlan, dalam menjalankan pemerintahan, Pemko perlu dibantu oleh Kaum adat dan Pemuka Agama. Demi kepentingan kampuang dan masyarakat. Atas nama pemerintah, Ramlan juga menunggu masukan dan kerjasama dalam membangun Bukittinggi. Terutama mempertahankan adat budaya masyarakat Bukittinggi.

Sementara itu, Abdul Fatah Datuak Mantari Basa, menyebut, hal pertama yang akan dilakukannya adalah melaksanakan musyawarah dengan anak kemenakan di kampuang. Dalam rangka mangamehkan yang tacicia dan menyatukan kembali anak kemenakan di kampuang. Termasuk juga menata kembali ranji pasukuan dan penjagaan tanah nagari. (rul)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: bukittinggi,daerah,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai Gelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai Gelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang

MENTAWAI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Mentawai gelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang...

Peringatan Hari Jadi ke 71, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Dihadiri Menteri PUPR

Peringatan Hari Jadi ke 71, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Dihadiri Menteri PUPR

...

Politeknik Negeri Lampung Prodi Diploma ll Budidaya Perikanan Lepas 25 Mahasiswa Untuk PLT

Politeknik Negeri Lampung Prodi Diploma ll Budidaya Perikanan Lepas 25 Mahasiswa Untuk PLT

MENTAWAI - Sebanyak 25 Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Mentawai yang merupakan Binaan Politeknik Negeri Lampung...

Update Terbaru Jokowi Unggul Sementara, Jokowi-Amin 54,84 % dan Prabowo-Sandi 45,16 %

Update Terbaru Jokowi Unggul Sementara, Jokowi-Amin 54,84 % dan Prabowo-Sandi 45,16 %

JAKARTA -- Update hitung suara Real Count dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU pukul 10.45 Wib, Senin...

Sosialisasikan Sekolah, MIS Muhammadiyah Sei Jernih Talamau Adakan Lomba Mewarnai Tingkat TK

Sosialisasikan Sekolah, MIS Muhammadiyah Sei Jernih Talamau Adakan Lomba Mewarnai Tingkat TK

PASAMAN BARAT - Dalam rangka mensosialisasikan sekolah, Madarasah Ibtidayah Swasta (MIS) Muhammadiyah Sei Jernih,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media