Friday, 26 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Bupati Pessel Minta Pihak Kepolisian Segera Tuntaskan Kasus Kebakaran Pulau Taraju

Minggu, 27 Januari 2019 - 20:59:42 WIB - 714
Bupati Pessel Minta Pihak Kepolisian Segera Tuntaskan Kasus Kebakaran Pulau Taraju
Tim ahli polres pessel saat mendatangi kebakaran pulau taraju beberapa hari yang lalu


PESISIR SELATAN - Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, meminta kepada pihak kepolisian segera tuntaskan kasus kebakaran lahan di Pulau Taraju, kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan,beberapa waktu lalu.

"Sekarang proses hukumnya sudah ditangani pihak kepolisian. Jadi, kita tunggu saja. Bagi saya siapapun yang melanggar aturan disini, sikat semua. Gak ada urusan. Termasuk juga kasus Ilegal logging, pejabat yang melanggar aturan, membangun tidak ada izin, kami sikat, gak ada cerita," ujar bupati kepada wartawan di Painan, Sabtu, (26/1).

Lebih lanjut bupati menjelaskan, selain kasus kebakaran lahan di Pulau Taraju, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan penyidik kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK), untuk segera menuntaskan persoalan Ilegal logging yang terjadi beberapa waktu di Kecamatan Lunang.

"Penanganan kasusnya (ilegal logging) sudah kami limpahkan ke penyidik KLHK di Jakarta. Semua dokumentasi sudah kami serahkan, dan sudah ada pemeriksaan saksi juga. Kemarin sempat tertunda, sebab pihak KLHK juga menangkap kayu di Papua sebanyak 450 kontainer. Jadi, penyidiknya ditarik semua kesana. Namun, dalam minggu ini penyidik KLHK akan datang lagi ke Pessel dan kasus ini akan dilanjutkan," katanya.

Sebelumnya, Polisi Resort Pesisir Selatan Polres Pessel, masih melakukan penyelidikan terkait kasus kebakaran lahan yang terjadi di Pulau Taraju, Kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, beberapa waktu lalu.

Kapolres Pessel AKBP Fery Herlambang, didampingi KBO Reskrim Ipda Gusmanto, menyebutkan, hingga kini pihaknya sudah mendatangkan sejumlah tim ahli untuk melihat dari dekat kebakaran lahan yang terjadi di Pulau Taraju.

"Siang tadi, kami bersama tim ahli dari provinsi dan kabupaten melakukan cek kelokasi kebakaran. Kinjungan ini adalah yang ketiga kalinya kami lakuakan untuk memastikan sejauh mana kerusakan yang terjadi di Pulau Taraju," ujar Ipda Gusmanto, kepada wartawan di Painan.

Ia menyebutkan, sedikitnya ada lima intansi terkait dari provinsi dan kabupaten yang ikut kelapangan bersama jajaran Reskrim saat itu, termasuk Kapolsek Koto XI Tarusan.

"Kami mengundang mereka kelapangan untuk dimintai keterangan sebagai ahli, yakni dari DLH, DKP, dinas Pariwisata, BPSDL, dinas Kehutanan. Apakah kasus ini nanti bisa ke pidana, maka mereka yang akan menjelaskan sesuai bidang masing-masing," ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk sementara pihaknya bakal merujuk kepada UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai Pasal 108. Disana dijelaskan setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 69 ayat (1) huruf h maka dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit 3 miliar dan paling banyak 10 miliar.

"Namun, seandainya ada perda yang mengatur tentang kearifan lokal tentang kepemilikan lahan, maka itu perlu kami lakukan kajian lagi. Jika tidak ada, maka kami tetap mengacu kepada UU no 32 tahun 2009," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan dari dinas kehutanan, total kebakaran lahan di Pulau Taraju adalah sekitar 0,3 hektare.

"Bahkan itu tidak sampai satu hektare. Kalau kerusakan Mangrove dan pencemaran lingkungan tidak ada dilokasi. Sebab, lokasi kebakaran masih jauh dari posisi Mangrove. Dan kawasan ini termasuk hutan penggunaan lain (HPL) tidak termasuk kawasan hutan lindung," tuturnya.

Ditambahkan Gusmanto, hingga kini pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan saksi kepada lima orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Termasuk pemilik lahan, pemodal, dan operator bot.

"Namun, dua orang diantaranya belum datang. Namun, pihak kami tetap akan memaksimalkan pemanggilan saksi dengan semua pihak terkait. Selanjutnya akan kita gelarkan lagi, apakah nanti ada unsur pidana atau tidak. Jika ada pidana baru kami tentukan siapa tersangkanya. Jika tidak ada, maka kasus ini akan kami tutup," ucapnya lagi. (Rio)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pertama di Sumbar, MTQ Yayasan Al-Aziz Sediakan 28 Paket Hadiah Umroh

Pertama di Sumbar, MTQ Yayasan Al-Aziz Sediakan 28 Paket Hadiah Umroh

PADANG PARIAMAN - Yayasan Al-Aziz kembali adakan lomba MTQ untuk kedua kalinya, yang dibuka dan dilangsungkan...

Existensi Minyak Pala Ditengah Krisis

Existensi Minyak Pala Ditengah Krisis

PARUAMAN - Pala atau yang lebih dikenal dengan sebutan buah palo di daerah kita Sumatera Barat merupakan tanaman rempah...

Realisasi PAD Tanah Datar Tahun 2018 Tidak Memenuhi Target, Ini Alasan Bupati

Realisasi PAD Tanah Datar Tahun 2018 Tidak Memenuhi Target, Ini Alasan Bupati

TANAH DATAR - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi menyampaikan Laporan...

Pencegahan Stunting di Nagari, DITJENPPMD Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengembangan SDM

Pencegahan Stunting di Nagari, DITJENPPMD Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengembangan SDM

PASAMAN - Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DITJENPPMD) diwakili oleh Direktur Pelayanan...

Gerakan Pramuka Kwarcab Mentawai Sambangi Seorang Anak Penderita Tumor Mata di Desa Bojakan

Gerakan Pramuka Kwarcab Mentawai Sambangi Seorang Anak Penderita Tumor Mata di Desa Bojakan

MENTAWAI - Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Kepulauan Mentawai, sambangi keluarga anak yang mengalami penyakit tumor...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media