Saturday, 17 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Solok

Program Kota Tanpa Kumuh Kota Solok Ditolak DPRD, Ini Alasannya

Sabtu, 02 Februari 2019 - 20:28:23 WIB - 1100
Program Kota Tanpa Kumuh Kota Solok Ditolak DPRD, Ini Alasannya
Ilustrasi


SOLOK - Rancangan Penataan dan Pengawasan kawasan kumuh, serta pemugaran kawasan pasar menjadi bersih, rapi, dan tertata dengan baik serta menghasilkan lingkungan yang bersih dan sehat tanpa dipenuhi sampah yang berserakan disana sini, terancam batal.

Masalahnya, program yang dikemas oleh pemerintah Kota Solok dalam bentuk Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), ditolak oleh anggota DPRD Kota Solok. Padahal, setiap program yang akan dilaksanakan oleh pemko Solok membutuhkan anggaran yang ujung-ujungnya melalui persetujuan DPRD Kota Solok.

Jika DPRD Kota Solok menolak maka anggaran untuk menjalankan program ini tidak masuk dalam APBD Kota Solok. Artinya, program ini akan sia-sia dan menjadi catatan tidak berarti dimeja eksekutif dan legislatif.

Jika program tersebut dilaksanakan dikawatirkan pedagang di pasar raya solok dapat tergusur sebagai akibat dari proses pembangunan, dan sterilisasi kawasan yang bakal dijadikan proyek pembangunan kawasan KOTAKU tersebut.

Pendi, salah seorang pedagang ikan saat dimintai tanggapan terkait adanya program KOTAKU oleh pemko Solok, oleh MinangkabauNews.com, Sabtu (02/2) menyatakan ketidak setujuannya. Pendi kawatir jika ini dilaksanakan akan membuat dia dan pedagang lainnya akan tergusur dan dipindahkan ketempat lain, sehingga suasana berdagang yang ramai akan berubah sepi disebabkan area relokasi yang dikawatirkan jauh dari akses pembeli.

Begitu juga dengan Ardi, pedagang tahu, juga mengeluhkan hal sama. Ardi berharap kepada pemko dalam melakukan pembangunan dikawasan pasar raya agar mengajak pedagang bermusyawarah karena, katanya, ini menyangkut "perut" keluarganya. Jika pembeli sepi maka keluarganya bakal kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara, Fraksi Bintang Pembangunan Keadilan dan Fraksi PAN DPRD kota Solok dalam pandangan umumnya pada sidang paripurna DPRD pada Senin lalu, mengkawatirkan dampak dari relokasi atau pemindahan pedagang.

Menyikapi penolakan itu, Walikota Solok Zul Elfian, SH.MSi, menyampaikan bahwa untuk melaksanakan program KOTAKU telah dikaji secara matang dan teliti.

Zul Elfian mengingatkan program KOTAKU adalah sebuah program penataan kawasan kumuh, dan hal tersebut telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat, sementara itu kawasan kelurahan PPA dan Koto Panjang menjadi perioritas utama tempat dilaksanakannya program yang ada, karena kawasan didua kelurahan itu masuk dalam kategori yang dapat menerima biaya atau bantuan dari pemerintah pusat.

Akan dilakukan relokasi pedagang atau kios kios yang posisinya berada diatas saluran air yang ada dikawasan pasar raya Solok, disebabkan sulitnya melakukan pembersihan, penyumbatan yang terjadi pada saluran air yang menimbulkan bau yang tak sedap.

"Pasar raya Solok merupakan salah satu etalase kota yang harus disajikan dengan baik dan matang, berdasarkan daripada itu sangat dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk kelanjutan program tersebut," ujarnya. (Fikar)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: solok,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Bimtek PPK Resmi Ditutup, Kadis Dikpora Kota Pariaman Harapkan Ini

Bimtek PPK Resmi Ditutup, Kadis Dikpora Kota Pariaman Harapkan Ini

PARIAMAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga (PPK) yang diselenggarakan oleh Direktorat...

Bupati Pasaman: Calon Anggota Paskibaraka Harus Mengikuti Pelatihan dan Pembekalan dengan Baik

Bupati Pasaman: Calon Anggota Paskibaraka Harus Mengikuti Pelatihan dan Pembekalan dengan Baik

PASAMAN - Sebanyak 35 orang dalam anggota Paskibaraka Kabupaten Pasaman yang berasal dari berbagai sekolah diberi...

Walikota Fadly Amran Tanggapi Penurunan Pajak Hotel & Rumah Makan Jadi 5%

Walikota Fadly Amran Tanggapi Penurunan Pajak Hotel & Rumah Makan Jadi 5%

PADANG PANJANG -- Sejumlah Fraksi di DPRD Kota Padang Panjang menanyakan Kondisi Pendapatan Pemko Padang Panjang dari...

50 Unit Rumah Bantuan Untuk Relokasi Korban Abrasi dan Rawan Tsunami di Mentawai Mulai Dibangun

50 Unit Rumah Bantuan Untuk Relokasi Korban Abrasi dan Rawan Tsunami di Mentawai Mulai Dibangun

MENTAWAI - Sebanyak 50 unit rumah bantuan untuk relokasi abrasi dan daerah rawan tsunami di Dusun Pukarayat Desa...

Workshop Pengelola GSMS, Wabup Suhatri Bur: Jangan Sampai Kepsek Tak Paham

Workshop Pengelola GSMS, Wabup Suhatri Bur: Jangan Sampai Kepsek Tak Paham

PADANG PARIAMAN - Wabup Suhatri Bur, SE, MM membuka acara Workshop Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Hotel Minang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media