Sunday, 21 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

BNPB dan BMKG: Ancaman Gempa 8,9 SR Megathrust Mentawai Siap Mengintai

Kamis, 07 Februari 2019 - 05:34:49 WIB - 34494
BNPB dan BMKG: Ancaman Gempa 8,9 SR Megathrust Mentawai Siap Mengintai
Rapat Koordinasi Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Provinsi Sumatera Barat di Aula Kantor Gubernur, Rabu (6/2/2019)


PADANG -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengungkapkan warga Padang, Mentawai, dan pesisir barat Sumatera Barat dimknta bersiap-siap menghadapi gempa Megathrust di Pulau Siberut Mentawai dengan kekuatan yang mencapai 8,9 skala Richter dan berpotensu tsunami.

Ia mengingatkan pentingnya mitigasi. Ia mengatakan kegiatan mitigasi selama ini sangat kurang dan jauh tertinggal. Namun itu bukan hanya di Indonesia, tapi juga di dunia internasional.

"Jangan sudah terjadi bencana gempa baru datang ramai-ramai melakukan tanggap darurat," kata Doni

Wakil Gubernur Nasrul Abit menyampaikan, "Pemerintah pusat seyogyanya memberikan perhatian terhadap berbagai hal mendukung sarana dan prasarana kesiap siagaan bencana, apakah itu tentang pembangunan shelter, peralatan deteksi dini, juga pelatihan aparat terhadap kegiatan penanggulangan bencana di Sumatera Barat," kata Wakil Gubernur Nasrul Abit ketika Rapat Koordinasi Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Provinsi Sumatera Barat di Aula Kantor Gubernur, Rabu (6/2/2019).

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyampaikan, Sumatera Barat adalah supermarketnya bencana, semuanya ada di Sumbar, ancaman terbesar adalah gempa dan tsunami karena dikhawatirkan bisa merenggut banyak korban jiwa, terutama masyarakat yang berada di pinggir pantai, selain itu ada bencana gunung berapi, angin puting beliung, tanah bergerak, longsor dan banjir juga mengintai.

"Makanya, Sumatera Barat disebut sebagai supermarket bencana, untuk itu saya berharap berikan pengetahuan kepada masyarakat agar ketakutan bisa berkurang, dan tahu bagaimana cara menghadapi apabila ada bencana gempa dan tsunami," kata Wagub.

"Kita tahu Sumatera Barat merupakan salah satu daerah rawan bencana di Indonesia. Berbagai isu gempa dan tsunami termasuk soal Megathrust Mentawai dan beberapa kali gempa kemarin juga menjadi sorotan perhatian Kepala BNPB," sebut Nasrul Abit.

Lebih lanjut Nasrul Abit berharap agar pada Rakor ini pembahasan berbagai hal tentang persiapan masyarakat terhadap resiko bencana alam dan juga meningkatkan kesiapan pemerintah daerah terhadap upaya penanggulangan bencana.

"Kita tidak bisa membayangkan jika Kota Padang dihantam tsunami yang akan bisa merusak pelabuhan laut dan udara yang hanya terletak 300 meter dari pantai. Ia membayangkan kota berpenduduk lebih 900 ribu jiwa tersebut akan terisolasi karena jalan darat juga melewati Bukit Barisan," ujarnya

Ia menyarankan pemerintah pusat dan daerah segera membuat shelter dan jalan evakuasi untuk mengantisipasi ancaman bencana tsunami di Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, hasil pemantauan dan BMKG, terdapat 8 zona kegempaan di Indonesia yang patut diwaspadai dan salah satunya adalah Mentawai.

Bahkan, Mentawai diposisi pertama yang harus diwaspadai dengan mengkhawatirkan patahan semangko pulau Sumatera yang juga melewati Sumbar. Namun, dari analisis pakar dari BMKG maupun LIPI, prioritas utama tetap di zona Megathrust Mentawai.

Untuk mengantisipasi Megathrust Mentawai, BMKG sendiri telah memasang 10 stasiun pengamatan. Tahun ini, BMKG juga mengupayakan penambahan peralatan dari dana hibah Pemerintah Cina, untuk mengawasi gempa berkekuatan 8,9 SR.

Dwikorita Karnawati melanjutkan, bahwa BMKG akan bekerjasama dengan Cina untuk memasang alat sensor-sensor untuk menangkap gelombang gempa (primer) yang ada 50 sensor gempa yang akan di pasang di Sumbar.

Namun, pemasangan alat ini perlu waktu tambahan 1 tahun untuk ujicoba. Jika disetujui tahun ini, bisa dimanfaatkan 1 sampai 2 tahun berikutnya.

Ahli gempa, Danny Hilman Natawijadja dari Laboratorium gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sudah 20 tahun meneliti gempa di Mentawai, bahkan dia sudah mengangap Mentawai rumah keduanya.

Ia mengatakan ancaman gempa di bawah Pulau Siberut atau gempa megathrust sudah di depan mata, kapan waktunya, kita tidak tahu, tapi sebenarnya masanya sudah lewat, sejak gempa Mentawai 2007 namun ini baru buntutnya, kini tinggal menunggu bapaknya, kata Danny.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Sumbar, Wakil Gubernur Sumbar, Wakil ketua DPRD Sumbar, Kepala BNPB, Kepala BMKG Pusat, Bupati dan Walikota se Sumatera Barat, Forkopimda, kepala SKPD, BPBD se Sumatera Barat dan para undangan lainnya. (RI)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

KPU Mentawai Mulai Melakukan Pendistribusian Logistik Untuk Pelaksanaan Pemilu 17 April Mendatang

KPU Mentawai Mulai Melakukan Pendistribusian Logistik Untuk Pelaksanaan Pemilu 17 April Mendatang

MENTAWAI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Mentawai, mulai melakukan pendistribusian logistik untuk...

Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pemilu 2019, Ketua KPU Kota Padang Panjang: Persiapan Sudah 95%

Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pemilu 2019, Ketua KPU Kota Padang Panjang: Persiapan Sudah 95%

PADANG PANJANG - Menjelang pesta demokrasi dimulai, Komisi Pemilihan Umum Kota Padang Panjang gelar Rapat Koordinasi...

Tukang Ojek di Tanah Datar Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur Hingga Hamil 5 Bulan

Tukang Ojek di Tanah Datar Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur Hingga Hamil 5 Bulan

TANAH DATAR - Jajaran Sat Reskrim Polres Tanah Datar menciduk tersangka berinisial A (28 tahun) diduga terlibat aksi...

Wujudkan Kabupaten yang Agamis Sejahtera dan Berbudaya, Bupati Pasaman Lakukan Ini

Wujudkan Kabupaten yang Agamis Sejahtera dan Berbudaya, Bupati Pasaman Lakukan Ini

PASAMAN -- Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Pasaman yang Agamis Sejahtera dan Berbudaya, Bupati Pasaman melalui staf...

194 Napi di Lapas Kelas II Karan Aur Pariaman Gunakan Hak Pilih

194 Napi di Lapas Kelas II Karan Aur Pariaman Gunakan Hak Pilih

PARIAMAN - 194 Napi (Narapidana) di Lapas Kelas II Karan Aur Pariaman gunakan hak pilihnya (DPTB 191+3 DPK) pada Rabu...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media