Sunday, 21 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Mentawai

Pasca Gempa, 82 Unit Bangunan Rusak di Mentawai

Jumat, 08 Februari 2019 - 14:08:18 WIB - 1581
Pasca Gempa, 82 Unit Bangunan Rusak di Mentawai
Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa di kepulauan mentawai beberapa waktu lalu.


MENTAWAI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, akhirnya mendapatkan data akurat kerusakan akibat gempa yang terjadi beberapa hari lalu khususnya di Sikakap.

Data tersebut terangkum, setelah team melakukan pendataan setiap rumah dan fasilitas umum yang rusak, selama dua hari di lokasi dampak bencana paling parah, yakni di Kecamatan Sikakap dan Pagai Selatan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Amir Ahmari mengatakan, data tersebut sudah valid, melalui pendataan yang dilakukan oleh team BPBD selama dua hari di lapangan, ada dua Kecamatan yang paling parah, ujar Amir.

"Kita memberikan informasi kepada masyarakat, baik Pemerintah, dunia usaha serta kepada masyarakat dengan data jelas akurat, makanya BPBD butuh waktu untuk itu, menyangkut daerah kita juga daerah yang sulit di jangkau, makanya kita selalu terlambat mendapatkan data akurat," sebutnya.

Dia juga menyayangkan kondisi yang masih sangat terbatas di beberapa daerah khususnya pedalaman, seperti jaringan komunikasi, Satelit, Hp, serta Radio.

"Kejadian ini susah kita mendapat informasi, salah satu contoh kejadian, dua hari setelah kejadian baru kita menerima informasi dari masyarakat, jadi kita selalu terlambat untuk penanganan atau pun tindakan," sebutnya.

Dari data tersebut, terdapat beberapa bangunan yang mengalami kerusakan seperti Rumah Ibadah, Puskesmas dan Sekolah rusak berat, ujarAmir.

Sementara kerusakan data valid 82 unit dengan rincian 71 unit rusak ringan, 11 unit rusak berat dari data tersebut sudah termasuk data rumah warga, fasilitas umum seperti Sekolah Dusun Silaoinan, Puskesmas Desa Malakkopa, serta rumah ibadah Dusun Kautek di Kecamatan Sikakap, rinci Amir.

"Untuk sementara tidak ada masyarakat yang di ungsikan, mereka memilih tinggal di tempat saudara atau tetangganya, tidak ada yang mengungsi atau membuat hunian sementara," sebut Amir. (Tirman)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: gempa,mentawai,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Haflah Khatam Al Quran, Semangat Kebersamaan Menambah Khazanah Silaturrahmi Ke Islaman Masyarakat

Haflah Khatam Al Quran, Semangat Kebersamaan Menambah Khazanah Silaturrahmi Ke Islaman Masyarakat

...

Resmi Nikahi Suryani Nasution, Bupati Pasaman Lepas Masa Duda

Resmi Nikahi Suryani Nasution, Bupati Pasaman Lepas Masa Duda

PASAMAN - Bupati Pasaman, Yusuf Lubis Bin Nurdin Lubis secara resmi menikahi Suryani Nasution Binti Parlaungan...

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Masjid Baiturrahmi Pasar Surantih Pessel Terbakar

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Masjid Baiturrahmi Pasar Surantih Pessel Terbakar

PESISIR SELATAN - Kebakaran melanda Masjid Raya Baiturrahmi Pasar Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan...

14 Orang Pejabat Eselon di Pariaman Dilantik, Walikota Sampaikan Hal Ini

14 Orang Pejabat Eselon di Pariaman Dilantik, Walikota Sampaikan Hal Ini

PARIAMAN - Walikota Pariaman Genius umar melantik sebanyak 14 orang pejabat Eselon III, Eselon IV dan Kepala Sekolah di...

Menjadi TO Sejak Beberapa Tahun Terakhir, Pengedar Narkoba di Batipuh Berhasil Diringkus Polisi

Menjadi TO Sejak Beberapa Tahun Terakhir, Pengedar Narkoba di Batipuh Berhasil Diringkus Polisi

PADANG PANJANG - Menjadi Target Operasi (TO) sejak beberapa tahun terakhir, akhirnya pemakai sekaligus pengedar...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media