Thursday, 19 Sep 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Mentawai

Pasca Gempa, 82 Unit Bangunan Rusak di Mentawai

Jumat, 08 Februari 2019 - 14:08:18 WIB - 1744
Pasca Gempa, 82 Unit Bangunan Rusak di Mentawai
Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa di kepulauan mentawai beberapa waktu lalu.


MENTAWAI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, akhirnya mendapatkan data akurat kerusakan akibat gempa yang terjadi beberapa hari lalu khususnya di Sikakap.

Data tersebut terangkum, setelah team melakukan pendataan setiap rumah dan fasilitas umum yang rusak, selama dua hari di lokasi dampak bencana paling parah, yakni di Kecamatan Sikakap dan Pagai Selatan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Amir Ahmari mengatakan, data tersebut sudah valid, melalui pendataan yang dilakukan oleh team BPBD selama dua hari di lapangan, ada dua Kecamatan yang paling parah, ujar Amir.

"Kita memberikan informasi kepada masyarakat, baik Pemerintah, dunia usaha serta kepada masyarakat dengan data jelas akurat, makanya BPBD butuh waktu untuk itu, menyangkut daerah kita juga daerah yang sulit di jangkau, makanya kita selalu terlambat mendapatkan data akurat," sebutnya.

Dia juga menyayangkan kondisi yang masih sangat terbatas di beberapa daerah khususnya pedalaman, seperti jaringan komunikasi, Satelit, Hp, serta Radio.

"Kejadian ini susah kita mendapat informasi, salah satu contoh kejadian, dua hari setelah kejadian baru kita menerima informasi dari masyarakat, jadi kita selalu terlambat untuk penanganan atau pun tindakan," sebutnya.

Dari data tersebut, terdapat beberapa bangunan yang mengalami kerusakan seperti Rumah Ibadah, Puskesmas dan Sekolah rusak berat, ujarAmir.

Sementara kerusakan data valid 82 unit dengan rincian 71 unit rusak ringan, 11 unit rusak berat dari data tersebut sudah termasuk data rumah warga, fasilitas umum seperti Sekolah Dusun Silaoinan, Puskesmas Desa Malakkopa, serta rumah ibadah Dusun Kautek di Kecamatan Sikakap, rinci Amir.

"Untuk sementara tidak ada masyarakat yang di ungsikan, mereka memilih tinggal di tempat saudara atau tetangganya, tidak ada yang mengungsi atau membuat hunian sementara," sebut Amir. (Tirman)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: gempa,mentawai,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Padang Pariaman Raih Penghargaan Anubhawa Sasana Desa Dari Menteri Hukum dan HAM RI

Padang Pariaman Raih Penghargaan Anubhawa Sasana Desa Dari Menteri Hukum dan HAM RI

PADANG PARIAMAN - Kabupaten Padang Pariaman meraih penghargaan "Anubhawa Sasana Desa" oleh Menteri Hukum dan...

Pansus Tatib DPRD Pasaman Terbentuk, Yulisman: Pembahasan Paling Lama Satu Bulan Tuntas

Pansus Tatib DPRD Pasaman Terbentuk, Yulisman: Pembahasan Paling Lama Satu Bulan Tuntas

PASAMAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Sumbar telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Tata...

20 Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Periode 2019 - 2024 Resmi Dilantik

20 Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Periode 2019 - 2024 Resmi Dilantik

MENTAWAI - Sebanyak 20 Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai periode 2019 - 2024 resmi dilantik, berlangsung di...

Walikota Padang Mahyeldi Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga

Walikota Padang Mahyeldi Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga

PADANG -- Kabut asap yang melimuti Kota Padang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga kini...

Penyanyi Pendatang Baru Berdarah Sunda-Tunisia, Tasha Bouslama Rilis Single Satu Dua Tiga

Penyanyi Pendatang Baru Berdarah Sunda-Tunisia, Tasha Bouslama Rilis Single Satu Dua Tiga

SHOWBIS - Setelah melalui proses yang panjang dan berliku, solois cantik Tasha Bouslama akhirnya merilis single...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media