Saturday, 06 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Mentawai

Pasca Gempa, 82 Unit Bangunan Rusak di Mentawai

Jumat, 08 Februari 2019 - 14:08:18 WIB - 1928
Pasca Gempa, 82 Unit Bangunan Rusak di Mentawai
Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa di kepulauan mentawai beberapa waktu lalu.


MENTAWAI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, akhirnya mendapatkan data akurat kerusakan akibat gempa yang terjadi beberapa hari lalu khususnya di Sikakap.

Data tersebut terangkum, setelah team melakukan pendataan setiap rumah dan fasilitas umum yang rusak, selama dua hari di lokasi dampak bencana paling parah, yakni di Kecamatan Sikakap dan Pagai Selatan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Amir Ahmari mengatakan, data tersebut sudah valid, melalui pendataan yang dilakukan oleh team BPBD selama dua hari di lapangan, ada dua Kecamatan yang paling parah, ujar Amir.

"Kita memberikan informasi kepada masyarakat, baik Pemerintah, dunia usaha serta kepada masyarakat dengan data jelas akurat, makanya BPBD butuh waktu untuk itu, menyangkut daerah kita juga daerah yang sulit di jangkau, makanya kita selalu terlambat mendapatkan data akurat," sebutnya.

Dia juga menyayangkan kondisi yang masih sangat terbatas di beberapa daerah khususnya pedalaman, seperti jaringan komunikasi, Satelit, Hp, serta Radio.

"Kejadian ini susah kita mendapat informasi, salah satu contoh kejadian, dua hari setelah kejadian baru kita menerima informasi dari masyarakat, jadi kita selalu terlambat untuk penanganan atau pun tindakan," sebutnya.

Dari data tersebut, terdapat beberapa bangunan yang mengalami kerusakan seperti Rumah Ibadah, Puskesmas dan Sekolah rusak berat, ujarAmir.

Sementara kerusakan data valid 82 unit dengan rincian 71 unit rusak ringan, 11 unit rusak berat dari data tersebut sudah termasuk data rumah warga, fasilitas umum seperti Sekolah Dusun Silaoinan, Puskesmas Desa Malakkopa, serta rumah ibadah Dusun Kautek di Kecamatan Sikakap, rinci Amir.

"Untuk sementara tidak ada masyarakat yang di ungsikan, mereka memilih tinggal di tempat saudara atau tetangganya, tidak ada yang mengungsi atau membuat hunian sementara," sebut Amir. (Tirman)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: gempa,mentawai,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

SMP N 6 Kubung Antar Langsung Tanda Kelulusan ke Rumah Siswa

SMP N 6 Kubung Antar Langsung Tanda Kelulusan ke Rumah Siswa

KABUPATEN SOLOK -- Masih dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), guru SMP N 6 Kubung, Kabupaten...

Isu Bantuan Dibagi Merata Itu Tidak Benar

Isu Bantuan Dibagi Merata Itu Tidak Benar

Oleh : Firdaus Firman Baru-baru ini di salah satu media diberitakan pernyataan salah seorang pemangku kepentingan...

Sempat Jadi Bahan Kampanye Jokowi Akhirnya Hapus Proyek Pesawat R80 Habibie, Ini Penggantinya

Sempat Jadi Bahan Kampanye Jokowi Akhirnya Hapus Proyek Pesawat R80 Habibie, Ini Penggantinya

NASIONAL - Beberapa hari lalu, pemerintah melakukan rapat terbatas untuk melakukan evaluasi Program Strategis Nasional...

Keputusan Pahit, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Batal Berangkat

Keputusan Pahit, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Batal Berangkat

INTERNASIONAL - Menteri Agama Fachrul Razi, memastikan bahwa keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji...

FISIP Unand Gelar Webinar Komunikasi Kedermawanan dalam Menghadapi Covid-19

FISIP Unand Gelar Webinar Komunikasi Kedermawanan dalam Menghadapi Covid-19

PADANG - Tim Jurnal Ranah Komunikasi FISIP Universitas Andalas akan mengadakan seminar online (webinar series)...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu